Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(66) Mantan Itu Hanya Sebuah Sampah


__ADS_3

(66) Mantan Itu Hanya Sebuah Sampah.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


Setelah Tio dan Tisana membuat janji akan hidup sampai mereka tua dengan penuh rasa kecintaan mereka terhadap diri mereka berdua hingga maut memisahkan.


...


Keadaan Lia dan Jaya yang masih berada di rumah sakit untuk membawa jenazah Fauzal ke TPU terdekat yang sudah Jaya beli tanah TPU tersebut.


"Sayang terus kita akan membawa jenazah Fauzal kemana?." tanya Lia kepada suaminya, Jaya.


"Ke TPU yang aku udah beli tanah di TPU itu dan tidak terlalu jauh dari sini tetapi sebelum itu, aku harus mandikan tubuh anak kita yang sudah menjadi jenazah." jawab Jaya yang tanpa sadar dirinya menangis.


"Sayang, kamu menangis. Kamu kan pernah bilang ke anak kita, kalau bahwasanya laki-laki itu tidak boleh cengeng ataupun keliatan lemah dihadapan orang lain." ucap Lia.

__ADS_1


"Hiks! aku tahu sayang tetapi ayah macam apa yang tidak sedih kalau anaknya meninggal?!! aku sedih banget! aku seperti gagal menjadi seorang ayah yang baik untuk Fadri, untuk ketiga anak kita." sambung Jaya.


"Kamu tidak gagal menjadi seorang ayah untuk ketiga anak kita, sayang dan berhenti mengganggap kalau diri kamu sendiri itu gagal dalam mendidik anak ataupun menjadi seorang ayah yang baik."


"Iya, sayang, aku tidak akan mengganggap diri aku sendiri ayah yang tidak baik untuk anak kita."


"Bagus kalau begitu dan sekarang kita harus cari Tisana, anak perempuan kedua kita yang tidak ada di rumah sakit ini yang kondisinya belum terlalu pulih."


"Ayuklah kita cari anak kedua kita sebelum membawa jenazah anak pertama kita, Fadri ke TPU."


Lia ataupun Jaya mencari keberadaan anak kedua mereka, Tisana dan disaat mereka mencari Tisana, Lia tidak sengaja bertemu dengan mantannya.


Mantannya Lia pun menyapa dirinya itu dengan penuh rasa penyesalan yang pernah meninggalkan dirinya disaat dirinya berjuang untuk bisa diterima oleh keluarga mantannya itu.


Lia mendiamkan sapaan mantannya itu karena ia mempunyai pola pikir yang seperti ini. "Untuk apa aku harus jawab sapaan dari kamu, s*mpah?!! kamu lebih milih menikah sama dia hanya karena perjodohan, brengs*k itu!! aku yang berjuang untuk bisa diterima di keluarga kamu, tetapi kamu malah lebih milih menikah sama dia karena perjodohan yang tidak kamu suka itu, mantan s*mpah!! tidak guna, kamu balik ke sini!!." Pola pikir Lia yang sudah tidak mempunyai perasaan kepada mantan yang sudah dia anggap sebuah s*mpah.


Mantannya yang tahu kalau Lia masih tidak terima akan dirinya tinggalin Lia itu karena dirinya harus terpaksa menerima perjodohan dari kedua orang tuanya.


"Sepertinya Lia masih marah dan tidak terima kalau gua sudah tinggalin dia karena gua meninggalkan dirinya nikah hanya karena sebuah perjodohan yang sudah ditetapkan oleh kedua orang tua gua dan gua harus terpaksa terima perjodohan itu walaupun lama-kelamaan gua mencintai istri gua. Dan sekarang istri gua sudah meninggal karena penyakit yang ia idap."


.


.

__ADS_1


.


Jaya yang merasa heran terhadap perilaku Lia yang seperti marah terhadap orang lain. Dan Jaya sebagai suaminya tidak mengetahui kalau Lia itu mempunyai seorang mantan.


"Sayang, kamu kenapa?."


"Aku tidak apa-apa, sayangku kalau begitu kita lanjut cari anak kedua kita."


"Hmm, oke."


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.

__ADS_1


__ADS_2