Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(110) Meminta Bantuan Mafia [S2]


__ADS_3

...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Keadaan Akasuki yang entah dibawa kemana oleh Haikal, mereka berdua pun masih bertengkar karena secara tiba-tiba Haikal membawa Akasuki kabur dari tahanan.


"Haikal, please bawa lagi gua ke kepolisian" ucap Akasuki.


"Tidak, tidak akan gua bawa lu ke tempat itu, gua tidak ingin kehilangan lu lagi, Akasuki" ucap Haikal.


"Tapi kalau seperti ini, gua semakin merasa bersalah terhadap perempuan itu, Haikal dan gua tidak ingin menyesal kedepannya karena lu bawa gua kabur dari tahanan" ucap Akasuki yang tidak ingin menyesal kedepannya.


"Tapi Akasuki....,"


"Haikal, please lah,"


Haikal secara tiba-tiba menampar Akasuki.


Plak


Plak


Plak


Setelah Haikal menampar Akasuki, mata Akasuki pun tampak berkaca-kaca dan seketika keadaan menjadi hening. Haikal yang menampar Akasuki pun merasa bersalah dan menyesal.


"Akasuki.... gua minta maaf, gua tidak bermaksud menampar diri lu" ucap Haikal yang merasa bersalah dan meminta maaf ke Akasuki.

__ADS_1


Akasuki pun mendiamkan ucapan Haikal dan ia pergi dari tempat tersebut. Setelah keluar dari tempat tersebut, ia menyebrangi suatu jalan yang dimana jalan tersebut menuju ke tempat kepolisian setempat.


"Gua harus menyerahkan diri gua ke tempat kepolisian setempat" ucap Akasuki.


Tetapi sayangnya tiba-tiba ada sebuah truk yang menabrak dirinya di sebelah kanannya hingga mengeluarkan banyak bercucuran darah di tempat kejadian tersebut.


Dan yang nabrak si Akasuki pun langsung pergi dan tidak ingin bertanggung jawab akan kejadian ini. Sedangkan di keadaan Haikal yang memiliki firasat buruk tentang yang akan terjadi ke Akasuki.


"Kok gua punya firasat buruk ya tentang yang akan terjadi kepada Akasuki, apa sebaiknya gua nyusul ia?, yaudah gua akan menyusul dirinya, firasat buruk gua makin tinggi yang akan terjadi terhadapnya" ucap Haikal.


Haikal pun menyusul Akasuki tetapi ia melihat Akasuki sudah terbaring di tengah jalanan dan !mengeluarkan banyak darah di tubuhnya. Dan dirinya langsung membawa Akasuki ke rumah sakit supaya ia bisa diselamatkan nyawanya.


Setelah sampai ke rumah sakit, Akasuki langsung di bawa ke ruang UGD untuk langsung di tangani oleh dokter. Dokter yang di ruang UGD berusaha untuk menyelamatkan nyawa Akasuki hingga beberapa jam lamanya.


Tetapi sayangnya Akasuki tidak bisa diselamatkan oleh dokter karena ia kekurangan darah saat di bawa ke rumah sakit. Haikal yang mendengar dari ucapan dokter tersebut, ia marah dan tidak terima bahwasanya Akasuki meninggal dunia.


"Apa-apaan ini? lu dokter macam apa yang tidak bisa menyelamatkan nyawa pasien sendiri?!!," marah Haikal.


"Saya dan rekan-rekan yang lainnya meminta maaf tetapi saya mengingatkan bahwasanya kami bukan Tuhan yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang atas kehendak sendiri, kami hanya bisa menyelamatkan nyawa seseorang atas kehendak Tuhan," ucap Dokter.


"Sial, gua akan cari cara buat menghidupkan Akasuki kembali seperti semula, gua tidak ingin seperti ini" ucap Haikal.


...----------------...


Keadaan Arya yang sudah selesai dengan kuliahnya, ia juga tidak sengaja melihat Tisana dan Tio sedang berjalan bersama dan Arya memikirkan suatu rencana untuk mencelakakan Tio.


"Oh jadi cowok itu yang ada di bio akun pertamanya Tisana, gua kira dia memiliki paras yang ganteng banget hingga bisa mengalahkan gua, tau-taunya paras wajahnya biasa aja dan sepertinya gua tidak akan mengalah sama dia, gua akan mencelakakan cowok tersebut dan kalau bisa gua akan membuat ia tertidur untuk selamanya," ucap Arya.


Arya yang bingung untuk menyusun rencananya bagaimana.


"Gua bingung banget untuk menyusun rencana mencelakakan cowok tersebut, apa gua minta bantuan sekelompok mafia? hahaha, sepertinya akan seru kalau gua minta bantuan mereka. Oh iya gua lupa bahwasanya gua juga seorang mafia, tol*l banget si lu, diri sendiri. Dengan adanya gua sebagai anggota mafia, itu akan menjadi mudah untuk meminta bantuan sekelompok mafia lainnya untuk mencelakakan lelaki jal*ng tersebut" pungkas Arya yang ingin meminta bantuan anggota mafia lainnya.


Dirinya pergi ke tempat anggota mafia lainnya berada dan setelah sampai ke tempat tersebut, ia langsung meminta bantuan ke bos mafia itu untuk mencelakakan Tio.

__ADS_1


Sebelum dirinya meminta bantuan ke bos mafia tersebut, ia dicegah oleh anggota-anggota kelompok mafia tersebut.


"Mau apa lu ke sini? dan lu itu bukan anggota mafia sini!!," ucap Ketua Divisi Satu di organisasi mafia tersebut.


"Iya walaupun begitu gua anggota mafia di tempat lain dan juga gua ada perlu sama bos kalian" lanjut Arya.


"Sepenting itu ya keperluan lu dengan bos kami."


"Yang lu lihat aja sendiri dan intinya bos lu di mana?" tanya Arya.


"Harus banget gua kasih tahu ke lu bos berada di mana" jawabnya.


Bos dari organisasi mafia tersebut datang dengan kegagahan yang ia punya. Bos mafia tersebut pun langsung mengajak ngobrol Arya yang memiliki keperluan dengan dirinya.


"Ada perlu apa mencari gua?" tanya Bos Mafia tersebut.


"Gua ingin meminta bantuan lu dan anggota-anggota lu" jawab Arya.


"Minta bantuan untuk apa?."


"Iya, gua meminta bantuan kalian untuk mencelakakan seseorang lelaki dan kalau bisa buat ia hingga meninggal."


"Oh, wajahnya kayak gimana? dan berani bayar berapa lu, Ararya Saguna Amrullah?."


"Anjir kok dia tahu nama gua padahal gua tidak pernah bertemu dengan dirinya, ini aja gua tahu dari bos gua tentang organisasi mafia di tempat ini!!" batin Arya. "Sesuai yang kalian inginkan akan gua kasih" ucap Arya.


"Oh oke, kami akan membantu lu" ucap Bos Mafia itu.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung~


__ADS_2