
(92) Muhammad Putra Agung Wijayanto [S2]
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...
...Happy Reading~...
.
.
.
Nico yang secara tiba-tiba pusing dan saat dirinya pusing, dirinya seperti melihat akan suatu memori ingatan yang ia sudah lupakan karena dirinya mengalami amnesia waktu kecelakaan yang sudah lama terjadi.
"Akhh! pusing banget kepala gua! dan apa maksud dari otak gua yang seperti memperlihatkan suatu memori yang sama sekali gua tidak ingat? dan juga apa maksudnya nama asli gua bukan Nico? sial! gua tidak paham akan maksud otak gua yang memperlihatkan semua memori yang tidak pernah gua ingat!! apa gua tanya saja ke Ibu? tetapi gua takutnya dengan gua nanya akan hal ini akan menganggu Ibu. Hmm... yasudahlah gua tanya saja ke Ibu akan hal ini!" ucap Nico.
Nico menuju ke tempat Ibunya berada untuk menanyai semua yang dirinya alami akhir-akhir ini walaupun sebelumnya dirinya sudah alami tetapi pusingnya belum separah yang sekarang.
Setelah sampai ke tempat Ibunya berada. Nico tanpa basa-basi pun langsung menanyai akan hal ini ke Ibunya.
"Ibu" panggil Nico.
"Iya, ada apa Nak?" sahut Ibunya.
"A-anu... jadi begini Bu, aku ingin menanyai akan hal sesuatu ke Ibu dan apakah aku boleh tanya akan hal tersebut ke Ibu?" tanya Nico yang memulai bertanya ke Ibunya.
"Boleh dan kamu ingin bertanya soal apa, Nak?" jawabnya.
"Kenapa akhir-akhir ini kepala Nico pusing seperti halnya aku mengingat suatu memori yang tidak aku ingat sama sekali? dan apakah aku pernah amnesia, Bu?"
"Sial! Nico tidak boleh tahu bahwasanya dirinya pernah amnesia dan aku tidak ingin Nico mengetahui semua kejadian tersebut! aku tidak mau! sekarang aku harus berbuat apa? apa aku kasih tahu saja yang sebenarnya? tetapi kalau aku ingin mengasih tahu yang sebenarnya, aku tidak boleh kasih tahu nama asli Nico! dan aku tidak ingin anakku bertemu dengan mantan kekasihnya itu! perempuan itu yang sudah membuat anakku kecelakaan hingga amnesia! sial!, sial!, sialan!." Batinnya.
__ADS_1
Nico yang melihat Ibunya yang sedang bengong dan seperti tidak ingin menjawab pertanyaan darinya. Tetapi walaupun begitu, dirinya harus mengetahui yang sebenarnya dan mau tidak mau, dirinya harus terpaksa mendesak Ibunya untuk menjawab pertanyaan dari dirinya tersebut.
"Ibu, tolong jawab pertanyaan dari aku! aku ingin tahu yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini ke aku itu apa? jadi pleasee, jawab pertanyaan dari aku!."
"Yaudah kalau gitu Ibu akan kasih tahu yang sebenarnya ke kamu, Nico. Jadi beberapa tahun yang lalu dan lebih tepatnya saat kamu masih antara kelas dua atau tiga SMP, kamu mengalami kecelakaan. Kecelakaan tersebut yang membuat diri kamu seperti sekarang ini alias yang kamu alami akhir-akhir ini yaitu berupa memori ingatan yang kamu lupakan saat amnesia dan diri kamu berusaha memaksakan untuk bisa mengingat akan ingatan itu sehingga membuat diri kamu mengalami pusing yang berlebihan atau semacamnya." Tutur Ibunya.
"Oh begitu ya dan kenapa saat memori ingatan itu muncul, aku diperlihatkan suatu kejadian yang dimana Ibu mengubah nama asli aku? dan nama aku bukan Nico kan, Bu?. Kalau misalnya nama aku bukan Nico terus siapa nama asli aku, Bu?" Nico bertanya lagi kepada Ibunya.
"Iya, Ibu yang mengubah nama asli kamu dan nama asli kamu itu bukan Nico Prasaputra Nigono. Tetapi nama asli kamu yang sebenarnya yaitu Muhammad Putra Agung Wijayanto, yang biasanya dipanggil dengan sebutan Putra" jawab Ibunya dengan jujur walaupun terpaksa harus memberi tahu yang sebenarnya ke anaknya itu.
"A-apa?... dan kenapa Ibu mengubah nama asli aku menjadi Nico?" tanya Nico yang terkejut akan kejadian yang sebenarnya dirinya alami lewat ucapan Ibunya yang jujur.
"Ibu mempunyai alasan yang tepat untuk mengubah nama asli kamu itu dan walaupun begitu, Ibu tidak akan kasih tahu alasan Ibu mengganti nama kamu, Nak" jawab Ibunya.
"Tetapi kenapa Bu, aku tidak boleh tahu alasan Ibu mengganti nama asli aku yang sebenarnya?."
"Maaf tetapi Ibu tidak akan kasih tahu alasan Ibu mengganti nama asli kamu itu, Nico dan Ibu mau kamu lupakan kejadian ini!" ucap Ibunya.
...----------------...
Fadri yang sudah sampai ke tempat untuk mengasih pelajaran kepada sekelompok preman yang sudah melakukan kekerasan terhadap Bundanya itu.
Dan sedangkan sekelompok preman itu datang ke tempat yang dikasih oleh Fadri lewat secarik kertas sobekan yang bertuliskan alamat.
Dan Fadri pun memulai untuk membalas semua kelakuan mereka ke Bundanya yang sangat berani mencelakakan sosok seorang Ibu yang sangat dirinya cintai.
Sekelompok lelaki yang bergaya seperti layaknya preman itu pun langsung berubah menjadi diri mereka yang sebelumnya dan ternyata kecurigaan Fadri ke mereka pun benar adanya bahwasanya mereka itu sekelompok preman yang sudah sangat berani mencelakakan Bundanya itu.
Sekelompok preman itu berencana untuk menghajar habis-habisan diri Fadri itu karena Fadri hanya seorang diri dan sedangkan mereka berkelompok. Jadi kemungkinan mereka akan menang dalam perkelahian ini lewat keroyokan.
Blam! Blam! Blam!.
__ADS_1
Dan Fadri yang hanya seorang diri itu pun langsung kalah karena mereka beraninya main secara keroyokan.
"Kalian pengecut! kalian pecundang! jangan mentang-mentang kalian berkelompok, kalian bisanya main secara keroyokan! kalian sekelompok preman macam apa yang hanya berani main keroyokan? dasar pengecut dan pecundang yang hanya bisa main keroyokan dan berani banget mencelakakan seorang wanita yang sudah berumur, hahaha! kalian sangat tidak cocok untuk disebut sebagai preman karena kalian sangat pecundang! hahaha!" ucap Fadri.
"Sangat brengs*k lu!" sambung salah satu dari sekelompok preman itu.
"Hahaha! dasar pecundang dan pengecut!" lanjut Fadri.
"Diam lu, anj*ng"
Fadri sengaja membuat suasana seperti itu supaya dirinya bisa lepas dari tangan salah satu preman itu yang memegang tangan bagian belakang dirinya tersebut. Setelah dirinya berhasil melepas tangannya itu dari genggaman salah satu preman, dirinya pun membuat suatu rencana untuk membuat mereka kapok akan perbuatan mereka.
Contoh foto tangan Fadri yang dipegang dari belakang.
"Gua akan membuat mereka kapok akan perbuatan mereka itu yang berani-beraninya mencelakakan Bunda!" batin Fadri.
.
.
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.
__ADS_1
Salam hangat Author.