Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(89) Kejar-Kejaran [S2]


__ADS_3

(89) Kejar-Kejaran [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Rasa penasaran temannya pun semakin bertambah akan keakraban hubungan mereka berdua hingga ada salah satu dari mereka bertanya tentang hubungan Tio dan Tisana.


"Tisana, Tio... apakah kalian pacaran?" tanya salah satu temannya.


"Hah?... APA? kita pacaran? tidak mungkin itu!" jawab Tisana dan Tio bebarengan dengan perasaan terkejut.


"Apakah kalian yakin tidak berpacaran?" tanya temannya kembali yang masih belum sepenuhnya percaya akan ucapan mereka berdua.


"Yakin" jawab keduanya yang lagi dan lagi bebarengan.


"Oh yasudahlah kalau begitu tetapi sepertinya kalian pernah ada hubungan sebelum itu dan makanya kalian berdua bisa akrab" ucap temannya.


"Kenapa kamu tahu kalau kita berdua sebelumnya pernah ada hubungan?" tanya Tisana yang keceplosan.


"Itu hanya tebakan gua saja dan berarti tebakan gua benar kan kalau kalian pernah ada hubungan?" tutur temannya.


"T-tidak" lanjutnya. "Mamp*s aku keceplosan, sekarang aku harus bilang apa? supaya dia berhenti membahas hal ini dan berhenti menebak-nebak bahwasanya aku pernah ada hubungan sama Tio." Batinnya.

__ADS_1


Tio yang mendengar ucapan Tisana yang keceplosan tersebut, dirinya pun mulai berbisik sesuatu di telinganya Tisana.


"Tisana sayang" bisiknya.


Tisana yang mendengar bisikan dari Tio, dirinya pun agak merasa jijik karena Tio membisikkan namanya dengan pakai kata sayang. "Idih, jijik aku, Tio" ucapnya dengan spontan.


"Eh, diam lu kurcaci! jangan bilang begitu nanti dikira sama teman-teman yang lain, gua membisikkan sesuatu ke lu, Tisana." Bisik Tio kepada Tisana.


"Seenaknya saja kamu, Tio memanggil ku dengan sebutan kurcaci, aku bukan seorang kurcaci, sini kamu, Tio!!" ucap Tisana yang tidak terima bahwasanya dirinya dipanggil dengan sebutan kurcaci.


Dan akhirnya mereka berdua pun seperti anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran walaupun mereka berdua sudah dewasa. Teman-temannya pun heran oleh mereka berdua yang seperti anak kecil itu bahkan sampai Dosennya pun merasa heran akan tingkah Tio dan Tisana.


"Mereka kenapa?" tanya Dosennya ke mahasiswa dan mahasiswinya.


"Tidak tahu Pak, mereka seperti anak kecil yang sedang bermain kejar-kejaran" jawab salah satu mahasiswanya.


"Yaudah kalau begitu, kita biarkan saja sampai mereka berdua capek dengan sendirinya" lanjut Dosennya tersebut.


"Sekarang kalian membentuk sebuah kelompok untuk mengerjakan tugas kuliah dari saya dan itu tugas kelompok yang harus kalian kerjakan, di tugas itu kalian disuruh analisa sesuatu yang akan saya kasih lewat satu lembar kertas tersebut" jawab Dosen Andra.


"Baik Pak" ucap seluruh mahasiswanya.


Keadaan Tisana yang masih mengejar Tio karena dirinya tidak terima dipanggil dengan sebutan kurcaci oleh Tio sehingga dirinya pun kewalahan dan merasakan capek.


"S-sini kamu, Tio" ucap Tisana yang sembari ngos-ngosan.


"Gua tidak mau dan pasti saat gua datang ke arah lu, lu akan tabok diri gua ini karena gua memanggil lu dengan sebutan kurcaci!" sambungnya.


"Tidak akan aku tabok kamu kok, Tio dan paling nanti kamu, aku lempar, " ucapnya.

__ADS_1


"Beh, ngeri betul lu, Tisana! ampunilah diri gua yang polos ini" tuturnya.


"Tidak mau"


"Yaudah kalau begitu gua tidak akan membelikan makanan favorit dan novel yang sangat pengen lu beli itu" ucap Tio yang sedikit mengancam Tisana dengan tidak dibelikannya makanan favorit dan novel yang sangat ingin dia beli sesuai dengan janjinya.


"Jangan begitulah, Tio. Kamu kan sudah berjanji kepada diriku ini kalau bahwasanya kamu ingin membelikan makanan favorit dan novel yang sangat aku inginkan" lanjut Tisana dengan raut wajah yang sedih.


"Yaudah iya, gua bakal beliin lu tetapi dengan syarat"


"Syaratnya apa?"


"Lu lupakan kalau gua pernah memanggil diri lu dengan sebutan kurcaci dan jangan tabok ataupun pukul gua kalau misalnya gua mendekati lu atau datang ke arah diri lu itu, bagaimana lu setuju atau tidak, Tisana?"


"Hmm, oke kalau begitu. Aku akan lupakan kalau kamu pernah memanggil diriku ini dengan sebutan kurcaci asalkan kamu menepati janji-Mu itu, Tio"


"Oke, baiklah kalau begitu"


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.


__ADS_2