
(96) Aku Masih Mencintaimu [S2]
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...
...Happy Reading~...
.
.
.
Sedangkan keadaan cowok yang menyelamatkan Tisana dari pelecehan tersebut, dirinya itu terus menerus memikirkan cewek yang ia selamatkan dari kejadian yang tidak mengenakan tersebut.
"Ngomong-ngomong keadaan cewek itu bagaimana setelah kejadian tidak mengenakan yang dirinya alami? apakah ia baik-baik saja atau tidak? dan juga gua penasaran siapa nama cewek cantik itu?. Ahh... gua jadi ingin bertemu lagi dengan cewek itu!. Sudahlah gua harus fokus mengerjakan skripsi ini supaya gua bisa cepat lulus dari kuliah!!," ucap cowok itu yang memikirkan Tisana padahal dirinya sendiri sedang mengerjakan skripsi.
Saat dirinya sedang mengerjakan skripsi dan secara tiba-tiba ibunya memanggil dirinya tersebut.
"Aiden" panggil Ibunya.
Cowok yang sudah menyelamatkan Tisana dari pelecehan tersebut ternyata bernama Aiden. Aiden pun tidak menyahut saat ibunya memanggil namanya tersebut disebabkan ia terlalu fokus dengan skripsi nya.
Ibunya pun memanggil ulang namanya.
"Aiden." Ibunya terus memanggil namanya itu hingga dirinya tersebut marah kepada anaknya dan menuju ke kamarnya.
Setelah sampai ke kamar anaknya tersebut yang sembari dirinya membawa senjata legendaris emak-emak Indonesia pada umumnya.
Aiden pun dimarahin oleh Ibunya.
"Aiden, kamu ibu panggil-panggil kenapa tidak menyahut? kamu budek atau apa?" Marah Ibunya yang sembari memakai senjata legendaris emak-emak Indonesia ke anaknya tersebut yaitu berupa sapu.
Buk
__ADS_1
Buk
Buk
"Akhh! sakit bu dan ampun bu, sumpah aku tidak dengar kalau ibu memanggilku!" Aiden meminta ampun kepada ibunya.
"Makanya kalau orang tua panggil, sahut!!," ucap Ibunya dalam kondisi marah.
"Ya maaf Bu dan lagipula aku tidak mendengar kalau ibu memanggilku" Aiden meminta maaf sama ibunya karena dirinya tidak mendengar kalau ibunya memanggilnya.
"Yasudahlah!" ucap Ibunya.
"Dan omong-omong kenapa tadi Ibu memanggilku?" tanya Aiden.
"Tadi Ibu ingin meminta bantuan kamu tetapi sepertinya kamu sedang sibuk mengerjakan skripsi mu itu. Jadi Ibu tidak jadi ingin meminta bantuan mu, Nak." Jawab Ibunya.
"Oh yaudah kalau gitu dan kalau misalnya Ibu ingin meminta bantuan ku, panggil aja aku" ucapnya.
...----------------...
Tisana yang sudah lumayan membaik, dirinya memutuskan untuk berangkat ke kampusnya. Setelah sampai ke kampus, dirinya langsung menuju ke kelas dan ia bertemu dengan Tio. Secara tiba-tiba Tio memeluk dirinya.
"T-tio lepaskan aku dari pelukanmu ini!" ucap Tisana.
"Aku tidak mau melepaskan mu dari pelukanku" lanjutnya.
"Tetapi kenapa?."
"Karena aku tidak mau kamu hilang lagi seperti waktu itu, Tisana dan selama kurang lebih dari satu bulan, kamu kemana?. Aku khawatir sama kamu, Tisana dan walaupun aku hanya mantan kamu, yang tidak pantas untuk mengkhawatirkan mu lagi karena kita sudah tidak ada urusan seperti waktu itu tetapi walaupun begitu aku masih mencintaimu" ucap Tio secara jujur kepada Tisana.
Tisana yang mendengar ucapan Tio tersebut, dirinya menatap lembut ke arah Tio sembari mengelus setiap helai-helai rambut Tio dengan penuh lembut.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan diriku, Tio. Aku sudah tidak apa-apa dan kamu tidak usah mengkhawatirkan diriku lagi. Dan aku juga masih mencintaimu, eh kok aku keceplosan" ucapnya.
__ADS_1
"Hahaha! ciee masih mencintai mantan sendiri." Tio yang sedang bercandain Tisana.
"Ihh kamu Tio! kamu juga sadar diri dong, kamu juga masih mencintai mantan sendiri!" lanjutnya.
"Hahaha! iya juga aku masih mencintai kamu, my princess. Dan juga Tisana apabila aku mengajak kamu balikan, apakah kamu ingin menerima kembali aku menjadi pacarmu?."
"Hmm... mungkin aku akan terima kamu kembali apabila kamu mengajak aku balikan"
"Apa kamu serius akan menerima aku kembali apabila aku mengajak kamu balikan?"
"Iya...aku akan menerima kamu kembali apabila kamu mengajak aku balikan"
"Yaudah kalau begitu, apakah kamu mau menerima aku kembali sebagai kekasihmu, tuan putri?"
"Bagaimana ini? apakah aku harus terima Tio kembali sebagai kekasihku atau tidak? tapi...ahhh! sangat menyebalkan sekali!." Gumam Tisana.
"Kenapa tuan putri diam saja? apakah kamu tidak mau menerima ku kembali sebagai kekasihmu, Sana?"
.
.
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.
Salam hangat Author.
__ADS_1