
(47) Fauzal Mencelakai Tisana.
Happy Reading.
.
•
.
"Saya, papanya Tisana, bagaimana kondisi anak saya, dok?!!." tanya Jaya yang menanyakan kondisi Tisana ke Dokter.
"Kondisi Tisana sudah tidak kritis, jadi pasien bisa dipindahkan ke ruang pasien pada umumnya, akan tetapi, dia harus menginap di rumah sakit ini karena kondisi dirinya masih belum terlalu pulih secara keseluruhan." jawab Dokter tersebut.
"Alhamdulillah, Tisana sudah tidak kritis." ucap syukur Jaya.
"Hmm, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu dan pasien Tisana akan segera kami pindahkan ke ruang pasien pada umumnya." ucap Dokter.
Suster yang membantu Dokter tersebut, mereka membawa Tisana dengan menggunakan hospital bed ke ruangan pasien pada umumnya karena kondisi Tisana sudah tidak kritis. Walaupun dirinya belum menyadarkan diri dari kondisinya itu.
Setelah suster ataupun perawat yang membawa Tisana ke ruangan pasien, mereka langsung pergi ke ruangan pasien yang lainnya untuk mereka rawat pasien tersebut.
Keadaan Fauzal yang mempunyai rencana jahat untuk mencelakai Tisana yang masih belum sadarkan diri dari insiden kecelakaan yang ia alami.
"Yah, sebentar banget lu kritis Tisana padahal gua mengharapkan lu itu meninggal tetapi kenapa lu masih diberi selamat? hahaha!!, tenang saja Tisana, gua akan mengabulkan doa lu kepada Tuhan, yang selama ini diri lu minta kepada Tuhan untuk mencabut nyawa lu atau meninggal!!, hahaha!."
Tio yang merasa curiga terhadap Fauzal dari perilakunya yang seperti ingin mencelakai Tisana.
"Kenapa gua curiga terhadap bang Fauzal yang akan mencelakai Tisana? gua harus menjaga Tisana supaya bang Fauzal tidak bisa mencelakai dirinya." Batin Tio yang merasa kalau Fauzal akan mencelakai Tisana.
Jaya, Lia, Tio dan Tiana memasuki ruangan Tisana yang ditempatkan di ruangan pasien oleh suster ataupun perawat.
Jaya yang merasa heran atas tingkah Fauzal yang lumayan mencurigakan, dirinya bertanya kepada Fauzal akan dirinya yang tidak mau masuk ke ruangan Tisana.
"Fauzal." panggil Jaya kepada anak pertamanya.
"Apa pah?." ucap Fauzal.
"Kenapa kamu tidak masuk ke ruangan Tisana?." tanya Jaya yang langsung kepada Fauzal.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, pah, aku cuma mau disini aja." jawab Fauzal.
"Oh kalau begitu, papa, mama dan adik kamu masuk duluan, kamu kalau mau masuk silakan aja."
"Oke pah."
Mereka masuk ke ruangan Tisana dan keadaan Fauzal yang lagi membuat rencana untuk mencelakai adiknya sendiri, Tisana.
"Gua harus cepat membuat rencana untuk mencelakai Tisana dan pastinya dengan rencana yang gua buat akan membuat Tisana meninggal dunia dan dendam gua terhadap dirinya terbalaskan, hahaha! yaudah, karena gua ingin buat Tisana langsung meninggal, gua akan melepas selang untuk ia menghirup oksigen dan supaya dirinya kehabisan napas gara-gara tidak adanya oksigen di selang tersebut, hahaha!!."
Pada malam harinya, pukul 12.00 AM atau jam dua belas malam, Fauzal melaksanakan aksinya untuk mencelakai Tisana yang belum juga sadarkan diri.
Fauzal melepas selang oksigen atau yang disebut dalam dunia medis adalah oxygen cannula twin bore atau nasal kanul dari lubang hidung Tisana agar dirinya sesak napas atau kehabisan oksigen tanpa selang tersebut.
Gambar selang oxygen cannula twin bore atau nasal kanul.
Tisana yang sudah sesak napas setelah selang nasal kanulnya dilepas oleh Fauzal yang ingin membunuh Tisana tanpa harus mengotori tangannya.
Setelah Fauzal melepas selang oksigen yang ada di lubang hidung Tisana, ia langsung pergi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Tio yang mendengar suara Tisana yang sedang seperti sesak napas, ia langsung masuk ke kamar Tisana dan ternyata emang benar adanya, dia sesak napas dikarenakan selang oksigennya dilepas oleh seseorang. Setelah Tio melihat selang oksigen Tisana terlepas, ia langsung memasangkan selang nasal kanul tersebut ke lubang hidung Tisana.
Setelah kejadian tersebut, pada pagi harinya di keadaan Angelica yang ke kantor polisi untuk melihat kondisi Nico yang sedang di penjara.
"Nico." panggil Angelica terhadap Nico.
Nico hanya tersenyum atas sapaan Angelica yang tidak marah ataupun benci terhadap dirinya. Angelica menanyakan kabar Nico selama dirinya di penjara.
"Nico, apa kabar?."
"Alhamdulillah baik kalau lu?."
"Aku baik, Nico."
"Ada apa?."
"Aku boleh cerita sama kamu?!!."
__ADS_1
"Boleh."
"Jadi begini, aku dijodohkan oleh orang tuaku, akan tetapi aku tidak mau dijodohkan oleh orang itu dan sekarang apa yang aku harus perbuat?!."
"Lu udah tahu siapa orang yang akan dijodohkan dengan diri lu?."
"Belum."
"Kalau menurut gua mendingan lu terima aja atas perjodohan itu walaupun mungkin lu tidak suka dengan orang tersebut dan gua cuma mau bilang kalau orang itu bisa berubah dari dalam hati, pikiran atau semacamnya seperti halnya lu tidak suka dengan orang yang akan dijodohkan dengan lu tetapi setelah lu menerima dan mempelajari sifat-sifat orang yang akan dijodohkan dengan lu, mungkin saja lu bisa mencintai orang tersebut, itu hanya prinsip gua dan selebihnya, itu lu pikirkan lebih matang lagi." Pendapat Nico terhadap perjodohan Angelica.
"Iya, ada benarnya ucapan kamu itu tetapi aku sama sekali tidak mau dijodohkan sama orang tua aku, Nico."
"Kalau masalah lu terima atau gak tentang perjodohan lu, itu urusan lu dan bukan urusan gua, kan tadi gua udah bilang selebihnya itu keputusan lu bukan keputusan gua."
"Iih! aku semakin tambah bingung akan perjodohan ini, aku gak mau menerima perjodohan ini tetapi aku takut untuk mengucap kalau aku itu tidak ingin menerima perjodohan tersebut."
Nico hanya bisa diam karena solusi dari dirinya tidak terlalu membantu Angelica. Angelica yang kesel terhadap Nico yang mendiamkan ucapan dirinya.
"Kamu kenapa tidak tanggapi ucapanku? aku kan bingung akan perjodohan ini!."
"Masalahnya gua juga tidak tahu harus tanggapi tentang perjodohan lu itu dengan cara apa?!!."
"Setidaknya kasih solusi dikit ke aku tentang perjodohan aku."
"Bukannya gua udah kasih lu solusi ya?! itu mah keputusan lu mau nerima atau gak?!! yakinin aja di dalam diri lu, apakah orang tersebut baik atau tidak untuk menjadi suami lu nanti?!!."
.
•
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua buat aku semakin semangat updatenya.
Author mau mengabarkan kalau author untuk sementara tidak update pada hari Jumat dikarenakan hari jumat besok, author udah mulai pembelajaran tatap muka terbatas atau disebut PTMT.
__ADS_1
Selalu dukung Author ya, readers.
Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.