
(85) Trauma [S2]
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2....
...Happy Reading~...
.
.
.
"Fadri." Panggil Bundanya.
"Iya, ada apa Bundaku?" sahut Fadri.
"Bunda mau ngomong sesuatu sama kamu, dan juga apa kamu lagi sibuk sama tugas kuliah?" ucap dirinya.
"Tidak terlalu Bunda dan Bunda ingin ngomong apa ke aku?" tanya Fadri ke Bunda-Nya.
"Sebenarnya ini Bunda tidak ingin terlalu membahas akan hal ini tetapi Bunda harus terpaksa untuk membahas akan hal ini, yaitu...," Bunda-Nya tersebut sulit untuk membahas tentang hubungan dirinya dengan sang mantan suami kepada Anaknya tersebut.
"Yaitu apa, Bunda? jangan membuat Fadri jadi semakin penasaran tentang Bunda ingin ngomong sesuatu ke Fadri!." Fadri semakin penasaran terhadap ucapan yang akan dibahas oleh Driana tersebut.
"Yaitu... apa kamu izinkan untuk Bunda rujukan sama Ayah kamu alias nikah lagi sama Ayah kamu? ya, Bunda tahu kamu tidak akan izinkan untuk Bunda rujukan sama Ayah kamu tetapi... s-sepertinya Ayah kamu akan berubah, tidak akan seperti dahulu, yang selingkuh dari Bunda!" ucap Driana yang meminta izin kepada anak tunggalnya untuk bisa rujukan atau memperbaiki hubungannya dengan Farel, sang mantan suami.
Fadri yang mendengar ucapan dari Driana, dirinya jelas-jelas sangat menolak atau tidak beri izin untuk Bundanya rujukan sama Ayahnya tersebut. "Tidak, aku sangat tidak izinkan Bunda untuk rujukan sama Ayah, Ayah sudah membuat Bunda kecewa waktu itu dan aku sama sekali tidak menerima saat lihat Bunda sedih akan perilaku Ayah waktu itu dan maka dari itu, aku sangat tidak mengizinkan Bunda untuk rujukan sama Ayah!!!" ucapnya dan dirinya menambahkan suatu kalimatnya tersebut. "Apa Bunda tidak ingat waktu Ayah sakiti Bunda berkali-kali hingga Ayah selingkuh dari Bunda? Bunda tidak ingat atau pura-pura tidak ingat akan kejadian tersebut? hah? dan emangnya Bunda yakin akan ucapan Ayah yang akan berubah, yang tidak akan seperti dahulu? aku cuma ingatkan saja, Bunda, kebanyakan laki-laki itu tidak bisa dipercaya omongannya dan mereka akan terus mengulang suatu kejadian yang pernah terjadi terkecuali diri mereka sendiri yang ingin berubah!!." Tambahnya.
"Benar juga yang diucapkan sama Fadri dan aku juga tidak terlalu percaya akan ucapannya Farel, yang ingin berubah tetapi... ahhh! ini membuat aku semakin ragu untuk rujukan sama Farel!." Batin Driana yang semakin ragu akan dirinya ingin rujukan sama Farel. "Bunda ingat semua itu, Fadri dan juga sebenarnya Bunda belum terlalu yakin terhadap Ayahmu tersebut yang ingin berubah menjadi lebih baik lagi!," ucapnya kepada Fadri.
"Terus kalau Bunda belum terlalu yakin sama Ayah, kenapa Bunda ingin rujukan sama Ayah dan jalin hubungan yang lebih baik lagi? dan belum tentu hubungan itu akan berjalan baik dan mulus!." Tutur Fadri.
"Bunda tidak tahu dan ingin saja rujukan sama Ayah kamu dan Bunda masih sangat mencintai Ayah kamu, Nak! mungkin saja, dirinya akan berubah dengan sendirinya!" ucap Driana.
"Huh! terserah Bunda saja yang terpenting aku tidak mengizinkan dan aku memberi alasan yang jelas, aku tidak izinkan Bunda untuk rujukan sama Ayah!" sambung dirinya.
"Yaudah nanti Bunda pikirkan kembali akan hal ini!" ucap Driana.
_____________________________________________
Perempuan selingkuhannya Farel merencanakan sesuatu untuk mencelakai Driana karena dirinya mengetahui bahwa Farel lagi berusaha membujuk Driana untuk bisa rujuk sama Farel dan Farel itu masih sangat mencintai sang mantan istri.
__ADS_1
"Sial*n lu Driana! gua tidak akan membiarkan lu merebut Mas Farel dari diri gua! lihat saja lu, gua akan mencelakai lu hingga diri lu itu tidak ada lagi di dunia ini!" pungkasnya. "Woy sini kalian! apa kalian mau duit? kalau kalian ingin duit, kalian harus kerja sama gua!" ucap dirinya kepada sekelompok preman.
"Mau dan kami harus mengerjakan apa untuk bisa mendapatkan uang dari lu?" tanya sekelompok preman tersebut kepada sang pelakor.
"Kalian harus mencelakai dia" ucap dirinya sembari mengasih sebuah foto ke sekelompok preman tersebut dan foto tersebut adalah fotonya Driana. "Dan kalau bisa, kalian bunuh saja dia!" tambahnya.
"Oke, kami akan melaksanakannya" ucap sekelompok preman tersebut.
"Oke" ucap sang pelakor.
......................
Tepatnya pada hari ini, diriku mengalami sebuah ketraumaan dan yang membuat diriku trauma yaitu kedua orang tua ku sendiri.
Mereka membuat diriku trauma akan kekerasan dalam berumah tangga, aku sungguh sangat trauma sejak melihat kejadian tersebut dengan mata kepala ku sendiri.
Tidak disangka kejadian tersebut harus terjadi di saat diriku baru pulang dari sekolah. Disitu aku melihat kedua orang tua ku berantem atau bertengkar dan akan tetapi pertengkaran mereka hingga membawa kekerasan fisik.
Flashback On
Pada hari selasa tanggal 8 Maret, kedua orang tuaku bertengkar di depan mata ku sendiri, bahkan diriku sempat menangis akan pertengkaran mereka berdua.
.
.
.
"Lia, aku ingin ngomong sesuatu sama kamu!" ucapnya.
"Kamu ingin ngomong apa sama aku, sayang?" tanya Lia yang penasaran.
"Disini aku akan mulai bicara serius dengan kamu, aku ingin tanya ke kamu, kenapa kamu cuekin aku dan diamin aku? apa kamu balas dendam sama aku karena aku pernah cuekin kamu? atau apa? hah?." Ucap Jaya yang mulai bicara serius dengan sang istri.
"Iya, aku balas dendam sama kamu! aku sakit hati dicuekin sama kamu, Jaya! dan apakah kamu tidak senang akan perbuatan aku tersebut? sepertinya kamu tidak senang terhadap perbuatan aku yang ikut cuekin kamu! dan siapa suruh kamu cuekin aku duluan?." Tanya dirinya dalam kondisi emosi kepada suaminya, Jaya. "Siapa suruh dia memulai duluan akan pertengkaran ini dan cuekin aku? dan apalagi di status WhatsApp-nya, dia seperti mengejek diriku ini! dasar suami as*!." Batin dirinya.
"Iya, jelas aku tidak senang akan perbuatan kamu yang cuekin aku dan apalagi sebagai bentuk balas dendam!" jawab Jaya yang tidak senang akan perbuatan istrinya tersebut dan apalagi dirinya tidak bisa mengatur emosinya sehingga dirinya menampar sang istri.
Plak!
"Apa-apaan kamu ini menampar aku? dan juga apa maksud dari status WhatsApp kamu itu? kamu seperti sedang mengejek aku, Jaya!." Lia semakin emosi terhadap suaminya tersebut.
__ADS_1
"Biar kamu sadar akan perbuatan kamu itu, Lia dan juga, aku bikin status WhatsApp tersebut bukan sedang mengejek kamu! kamu, jangan salah paham dahulu!" ucap Jaya yang juga ikutan emosi dan bahkan daritadi dirinya sudah emosi.
"Apa aku hanya salah paham doang? itu tidak mungkin, Jaya kalau aku hanya salah paham saja!" sambung dirinya.
Jaya lagi dan lagi menampar sang istri karena sudah membuat dirinya kehilangan kendali dan kemakan oleh emosi dan egoisnya sendiri.
Plak!
Plak!
Plak!
"Hahaha! tampar aku lagi, Jaya sampai kamu puas! dan aku ingin cerai sama kamu!" ucap Lia yang ingin memutuskan hubungan dengan Jaya melalui perceraian.
"Oke kalau itu mau kamu dan akan tetapi kamu harus ingat bahwa kamu yang ingin cerai sama aku dan bukan aku yang ingin cerai sama kamu bahkan aku tidak ada niatan sama sekali untuk menceraikan kamu, Lia!!" sambung dirinya.
"Oke" ucap Lia.
Flashback Off
Trauma tersebut terus muncul di dalam pikiran ku dan pasti saat aku ingat trauma itu, secara tiba-tiba aku menangis dan ada rasa sesak di dada bahwa kejadian tersebut membuat diriku terluka secara batin.
Aku sungguh trauma akan kejadian tersebut. Aku tidak ingin kedua orang tuaku cerai. Aku tidak ingin semua itu dan bahkan diriku berharap bahwa semua kejadian itu tidak harus ada di dalam hidupku sehingga membuat diriku terluka dan trauma seperti ini.
Aku trauma. Aku lelah tetapi lelah ini bukan berasal dari fisik dan akan tetapi berasal dari hati yang sedang kacau dan kecewa.
.
.
.
Bersambung~
...
Note: trauma adalah hal yang sering dikaitkan dengan tekanan emosional dan psikologis yang besar, biasanya karena kejadian yang sangat disayangkan atau pengalaman yang berkaitan dengan kekerasan. Trauma psikologis adalah kondisi yang terjadi sebagai akibat dari peristiwa buruk yang menimpa diri seseorang. Kejadian yang tidak menyenangkan ini membuat orang yang mengalaminya merasa tidak aman dan tidak berdaya menghadapi dunia yang penuh bahaya. Saat mengalami trauma, kamu mungkin juga akan tersiksa dengan emosi, ingatan, dan kecemasan yang mengingatkan kepada peristiwa tersebut, sehingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Dan Bahkan, kamu mungkin juga akan menjadi tidak bisa percaya lagi kepada orang lain.
Dan juga apakah Driana menerima untuk rujukan sama sang mantan suaminya tersebut atau tidak? dan apakah rencana pelakor tersebut akan berhasil untuk mencelakai Driana? dan apakah hubungan Jaya dan Lia akan beneran hancur dan memutuskan untuk beneran cerai atau tidak? dan terus bagaimana kelanjutan akan alur cerita ini? maka dari itu baca terus kelanjutan alur cerita ini sampai tamat.
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.
Salam hangat Author.