Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(50) Tiana Penasaran Akan Rencana Tisana


__ADS_3

(50) Tiana Penasaran Akan Rencana Tisana.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


Tiana yang sangat marah kepada abangnya, Fauzal, ia menghampiri Fauzal yang mempunyai rencana untuk mencelakai kakaknya, Tisana.


"Bang Fauzal, maksud abang apa?." tanya Tiana yang marah kepada Fauzal karena ia mempunyai rencana jahat sama Tisana.


Fauzal yang kaget akan kedatangan Tiana dan ia takut bahwasanya Tiana akan tahu rencana jahat dirinya ke adiknya, Tisana.


Ia yang kaget atas kedatangan Tiana, dirinya ngomong seperti orang yang ketakutan akan sesuatu.


"T-tiana, a-ada a-apa kamu ke sini?."


Tiana yang langsung ngomong ke Fauzal akan rencana dia untuk mencelakai Tisana. "Bang Fauzal, abang jahat banget!!, kenapa bang Fauzal punya rencana selicik itu hanya untuk mencelakai kak Tisana? kak Tisana punya salah apa sama bang Fauzal sampai abang mempunyai rencana untuk mencelakai kak Tisana?!!."


Fauzal tanpa berpikir yang sangat matang, ia langsung menjawab pertanyaan dari Tiana tentang ia sangat ingin mencelakai Tisana bahkan dirinya sangat ingin Tisana mati.


"Heeh!, salah Tisana ke abang apa sampai abang ingin mencelakainya? kamu belum tahu aja masalah abang sama Tisana karena kamu belum lahir ke dunia ini, jadi kamu tidak perlu ikut campur dalam urusan abang sama Tisana!!."


"Tapi bang.. aku sama sekali tidak mau kalian tidak akur sebagai saudara karena hanya satu masalah, jangan jadikan hubungan persaudaraan ini hancur hanya karena satu masalah yang belum kelar sampai sekarang!!."


"Hah? satu masalah menurut kamu, Tiana?!! menurut abang, walaupun itu masalah hanya satu tapi itu masalah yang bersangkutan sama nyawa teman abang yang Tisana perbuat, gara-gara dia teman abang mati karena bunuh diri dan menurut kamu, masih pantas Tisana untuk dibela? kamu itu sudah dewasa, kamu harus bisa berpikir orang yang mana akan kamu bela nantinya!!."


"Bang Fauzal, aku tidak membela siapapun karena aku tidak tahu yang mana yang benar dan mana yang salah, aku hanya memilih kebenaran atas kejadian kalian, walaupun aku belum tahu kebenarannya."


"Kamu benaran membela kebenaran atas kejadian abang sama Tisana? kamu jangan sok jadi orang pemberani yang seolah-olah kamu benar-benar membela kebenaran atas semua kejadian yang kamu lihat!."

__ADS_1


"Aku bukannya seolah-olah menjadi orang yang pemberani bang Fauzal, aku emang tidak membela siapapun kecuali kebenaran, aku tidak tahu kenapa aku lebih memilih membela kebenaran atas semua kejadian dibanding aku membela siapapun yang belum tentu benar?!!! atau mungkin aku orang yang adil dan pemberani?!, makanya aku lebih memilih membela kebenaran dibandingkan membela siapapun itu."


"Hahaha!! terserah kamu mau membela kebenaran atau orang, yang terpenting abang mau rencana abang untuk mencelakai Tisana berhasil!."


"Bang Fauzal jangan berharap rencana abang untuk mencelakai kak Tisana akan berhasil karena aku akan menggagalkan rencana licik abang tersebut!!!." ucap Tiana yang akan menggagalkan rencana Fauzal.


Fauzal mendiamkan ucapan Tiana dan ia mulai untuk membuat sesuatu agar rencana jahat sekaligus liciknya itu berhasil.


Sedangkan keadaan Tisana dan Tio yang sudah menyiapkan kostum badut untuk membalas perilaku Fauzal terhadap Tisana. Dan Tio sudah menghubungi asistennya untuk menyewa kostum badut untuk sementara ia gunakan untuk membalas perilaku Fauzal terhadap Tisana.


"Tisana, tada." ucap Tio yang sembari mengasih lihat kan kostum yang disewa untuk sementara.



Contoh kostum badut.


"Wahh! kostum badutnya lucu banget, Tio."


"Lucu dari mananya?."


"Lucu kalau kamu yang pakai, Tio, hahaha!!."


"Lah! kenapa kamu bilang aku nyebelin?."


"Titik gak pakai koma, kamu nyebelin!!."


"Idih." ucap Tisana yang seakan-akan tidak terima kalau dirinya dikatain nyebelin oleh Tio.


"Sudahlah, berarti sekarang kostum badut ini bakal ditaruh di sebelah mana?."


"Kostum badutnya taruh di bawah hospital bed aku aja, Tio."


"Oke dan juga aku bakal pakai ini kostum pada jam berapa?."


"Terserah kamu mau pakai jam berapa asalkan kita harus berhasil membalas perilaku bang Fauzal lewat fobianya itu."

__ADS_1


"Oke."


Selepas mereka selesai berbincang, Tiana masuk ke kamar pasien Tisana untuk melihat kondisi kakaknya yang sudah sadar atau belum.


Setelah dirinya melihat kakaknya sudah sadar, ia sangat bersyukur dikarenakan kakaknya bisa sadar dari kondisi ia sebelumnya.


"Alhamdulillah, kak Tisana sudah sadar." ucap Tiana yang sembari memeluk Tisana.


Tisana membalas pelukan dari Tiana yang sangat amat hangat akan rasa pelukan Tiana yang akan seperti pelukan seorang saudari yang sudah lama tidak berjumpa.


"Kak Tisana, aku kangen sama kakak."


"Kakak juga kangen sama kamu, Tiana."


"Huaa! kak Tio, kenapa tidak kasih tahu aku kalau kak Tisana sudah sadar?!."


"Lupa dan lagipula kak Tio belum mengasih tahu kalau Tisana sudah sadar ke tante Lia dan om Jaya."


"Kenapa bisa lupa?."


"Karena kak Tio itu manusia, jadi wajar kalau kak Tio lupa dan juga kak Tio dan kak Tisana sedang menyiapkan..," ucap Tio yang terhenti kalau ia baru ingat rencana Tisana untuk membalas perilaku Fauzal ke dirinya.


"Menyiapkan apa?." tanya Tiana yang penasaran terhadap ucapan Tio yang terhenti itu.


"Bukan apa-apa!!."


.


.


.


Bersambung~


...

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua buat aku semakin semangat updatenya.


Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.


__ADS_2