
(80) Aku Sayang, Bang Candra! [S2]
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...
...Happy Reading~...
.
.
.
Seorang lelaki yang melukai adiknya Candra membawa dia ke tempat yang sepi dan tidak berpenghuni untuk adiknya Candra, Cantika menjadi bahan taruhan antara dirinya dengan Candra.
Setelah sampai ke tempat yang sepi dan tidak berpenghuni, lelaki misterius itu membawa masuk Cantika yang dalam kondisi di bius dan pingsan.
"Kalau diperhatikan adiknya Candra cantik juga, eh kenapa jadi kesitu? sudahlah, sekarang gua mau taruh dia di sebelah mana? di situ aja." Ucap lelaki misterius itu.
Lelaki misterius tersebut menaruh Cantika di sebuah kursi dengan badan yang sudah dirinya ikat ke tubuh Cantika supaya dia tidak kabur dari tempat yang tidak berpenghuni tersebut.
Setelah Cantika di taruh ke kursi tersebut, dirinya pun tersadar dari obat bius yang di beri oleh lelaki yang dirinya tidak kenal. Cantika pun membuka mata nya secara perlahan-lahan, setelah dirinya sudah membuka matanya tersebut, dirinya melihat yang ada di sekitarnya.
"Aku dimana?" tanya Cantika yang bingung dengan keberadaan dia di daerah yang dirinya tidak ketahui.
Lelaki itu pun menjawabnya "lu tidak perlu tahu, lu sedang ada dimana karena gua yang membawa lu kesini dan di tempat ini, gua akan membalas dendam kan keluarga lu yang sudah membunuh keluarga gua dengan adanya gua membunuh lu, Cantika."
Cantika yang terkejut akan ucapan lelaki misterius tersebut, dirinya mencoba berbicara secara baik-baik akan dendamnya itu ke keluarganya. Tetapi dirinya menyerah disebabkan lelaki itu sangat keras kepala untuk diajak bicara secara baik-baik akan masalah ini.
"Om, walaupun aku tidak tahu akan keluarga ku yang membunuh keluarga om tetapi aku kan tidak ikutan akan hal ini dan kenapa om malah ingin membunuh ku?."
__ADS_1
"Karena lu itu bagian dari keluarganya dan nama ayah lu... dan lu itu sekaligus adiknya Candra, orang yang gua benci setelah keluarga lu dan dirinya juga termasuk dalam keluarga itu." Jawab lelaki misterius tersebut dengan suara keras.
"Hah! om juga benci terhadap Abang ku?." Lagi dan lagi dirinya kaget akan ucapan lelaki misterius tersebut.
"Iya, gua membenci Abang lu" sambung lelaki misterius tersebut.
"Salah abang aku apa sama om sehingga membuat om membenci abangku?." Tanya Cantika kepada lelaki misterius tersebut.
"Lu tidak perlu tahu salah abang lu itu apa sehingga membuat gua membenci dirinya! tetapi...," ucap lelaki itu yang terpotong.
"Tetapi om apa? homo gitu?." Tanya Cantika yang sangat random sehingga membuat lelaki tersebut capek akan pertanyaannya itu.
"Astaghfirullah, bukan gitu Cantika dan lagipula gua bukan homo!" jawab lelaki itu dengan sedikit pasrah.
"Oh tetapi menurut aku, om itu homo" sambung Cantika.
"Iya, terserah lu, gua frustasi." Ucap lelaki misterius tersebut yang sudah frustasi akan ucapannya Cantika yang mengatakan dirinya homo.
"Puas lu buat gua frustasi akan ucapan lu itu?, yg bilang gua homo padahal tidak!." Lelaki tersebut marah kepada Cantika.
"Maaf om kalau aku sudah buat om frustasi," ucap Cantika sembari tersenyum tipis.
"Lu mau ngetawain gua lagi? silakan mumpung gua bolehin asalkan bayar dengan nyawa lu." Ucap lelaki misterius tersebut.
"Maksud om apa?." Cantika bingung akan ucapan yang di lontarkan lelaki misterius tersebut.
"Maksud gua adalah, gua akan membunuh lu untuk membalas dendam kan gua ke abang lu itu dan ke keluarga lu karena mereka sudah membuat hidup gua menderita dengan adanya gua kehilangan orang yang sangat gua cintai." Ucap lelaki tersebut dengan suara yang sedikit kasar dan keras.
"Jadi aku bakal di bunuh oleh om supaya balas dendam om ke abang aku maupun ke keluargaku terbayar dan itu harus di bayar pakai nyawa juga?." Cantika sangat terkejut oleh ucapan lelaki itu.
__ADS_1
"Iya karena keluarga lu itu sudah membunuh kedua orang tua gua dan adik-adik gua. Lu kira gua dengan gampangnya menerima mereka meninggal dengan cara dibunuh habis-habisan seperti itu, GUA TIDAK MENERIMA AKAN CARA MENINGGALNYA KEDUA ORANG TUA GUA MAUPUN ADIK GUA DENGAN CARA DIBUNUH!!!." Lelaki tersebut semakin marah dan kondisi jiwa dirinya dipenuhi dengan aura kedendaman.
"Oke, silakan om kalau mau membunuh aku supaya denda om itu terbayar kan dengan nyawa lagi dan aku tidak mau om membunuh anggota keluarga ku selain diriku, jangan sekali-sekali ada niatan buat mencelakai abang ku maupun kedua orang tua aku." Ucap Cantika.
"Oke, gua tidak akan mencelakai ataupun mengganggu kehidupan keluarga lu dan ada kata-kata terakhir tidak sebelum gua membunuh lu." Sambung lelaki tersebut.
"Tidak ada dan kalau boleh tahu nama om siapa?" tanya Cantika yang masih sempatkan untuk menanyai nama lelaki misterius tersebut.
"Nama gua Bintang." Jawab lelaki misterius tersebut yang ternyata bernama Bintang.
"Oh, nama yang bagus om" ucap Cantika.
"Iya dan gua akan membunuh lu sekarang juga." Ucap Bintang.
"Oke om dan aku sayang bang Candra." Kata-kata terakhir Cantika yang dirinya lontarkan sembari mengeluarkan air mata.
.
.
.
Bersambung~
...
Maaf banget aku baru up novel lagi karena akhir-akhir ini aku sibuk sama realita. Dan terima kasih banget bagi yang sudah setia menunggu novel ini up.
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.
Salam hangat Author.