Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(53) Ini Adalah Kematian yang Gua Inginkan, Tisana


__ADS_3

(53) Ini Adalah Kematian yang Gua Inginkan, Tisana.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


Sebelum Membaca Sebaiknya menyiapkan Tisu terlebih dahulu karena episode kali ini mengandung bawang alias air mata.


...Happy Reading~...


.


.


.


"Sus, bagaimana dengan detak jantung pasien?!!." tanya Dokter yang mengoperasi Fauzal yang detak jantung dirinya melemah saat setelah selesai di operasi.


"Detak jantungnya semakin melemah, Dok." jawab suster.


"Kalau begitu, tolong kamu ambilkan alat defibrilator biphasic untuk menstabilkan detak jantung pasien." Perintah Dokter tersebut ke suster.


"Baik Dok."


Suster tersebut mengambil alat defibrilator biphasic untuk bisa menstabilkan detak jantung Fauzal yang sedang melemah.



Gambar alat defibrilator biphasic.


.


.


.


"Ini dok, saya udah mengambil alat defibrilator biphasic untuk menstabilkan detak jantung pasien."


"Ok, terima kasih sus."


Dokter yang bernama Intani tersebut langsung memakai alat defibrilator biphasic tersebut untuk menstabilkan detak jantung Fauzal yang sedang melemah.


Drrrt, dek.


Drrrt, dek.


Drrrt, dek.


"Bagaimana dengan detak jantung pasien? apakah masih melemah, Sus?."

__ADS_1


"Semakin melemah, dok."


"Yaudah, saya akan mencoba lagi untuk bisa menstabilkan detak jantung pasien, dan kamu pantau terus detak jantung pasien, sus."


"Baik, dok."


Dokter Intani terus mencoba lagi sampai detak jantung Fauzal bisa stabil atau normal seperti detak jantung orang pada umumnya.


Drrrt, dek.


Drrrt, dek.


Drrrt, dek.


"Kali ini bagaimana Sus dengan detak jantung pasien?."


"Detak jantung pasien semakin melemah dok."


.


.


.


Keadaan Tisana yang masih berada di kamarnya dan ia ingin ke tempat ruangan operasi untuk melihat kondisi Fauzal tetapi ia tidak bisa bangun dari hospital bednya disebabkan tubuhnya masih belum terlalu pulih dari kecelakaan yang ia alami.


( "Aku sangat ingin ke tempat bang Fauzal, tetapi aku sudah berusaha untuk bangun dari hospital bed ini, tapi kenapa aku tidak bisa bangun dari sini?!! aku kesel banget!!! kenapa aku harus mengalami kecelakaan?, padahal aku sama sekali tidak mau mengalami semua ini termasuk kecelakaan!!!." )


"You had the accident because it was fate, so there's no need to be upset about the incident and here I will help you to get up from your hospital bed." sambung Tio.


( "Kamu mengalami kecelakaan itu karena sudah takdir, jadi tidak perlu kesel dengan kejadian tersebut dan sini aku bantu kamu untuk bangun dari hospital bed kamu itu." sambung Tio. )


"Aku tahu tetapi aku tidak mengharapkan akan seperti ini dan yaudah, bantu aku sini buat bangun dari hospital bed ini!."


Tio menggendong Tisana sampai ke depan ruangan operasi untuk menunggu Fauzal selesai di operasi oleh Dokter dan perawat di rumah sakit ini.


***


Keadaan Dokter dan Perawat yang masih mencoba untuk membuat detak jantung Fauzal kembali normal dan operasi yang dijalankan oleh Fauzal berjalan dengan lancar, akan tetapi setelah selesai di operasi, detak jantungnya melemah dan semakin melemah dan Dokter ataupun perawat sudah berusaha sebaik mungkin untuk bisa menyelamatkan nyawa Fauzal dengan menstabilkan detak jantungnya tersebut.


.


.


.


Fauzal yang lagi ada di imajinasinya tersebut yang seolah-olah ia akan mati hari ini juga dan dirinya merasa sangat menyesal pernah membenci adiknya sendiri dan bahkan sampai ia mencelakai adiknya, Tisana.

__ADS_1


"Haah!!, sepertinya gua akan meninggal hari ini juga soalnya gua sudah tidak sanggup dan gua sudah tidak ada beban di dunia ini, gua sangat menyesal pernah membenci dan mencelakai Tisana, gua sangat menyesal, gua sangat ingin minta maaf sama dia dan untungnya gua sudah menulis permintaan maaf gua ke Tisana dan sebelum gua meninggalkan dunia ini, gua akan menyerahkan kertas permintaan maaf ini ke dokter yang mengoperasi gua dan semoga dokter tersebut amanah." ucap Fauzal didalam imajinasinya tersebut.


...


Fauzal membuka matanya walaupun dalam kondisi detak jantung yang sedang melemah dan dirinya langsung memberi pesan kepada dokter tersebut untuk menyampaikan permintaan maafnya dan surat yang ia tulis ke adiknya, Tisana.


Dokter yang kaget akan Fauzal membuka matanya dalam kondisi jantung melemah dan dirinya merasa bingung. "A-apa? kenapa bisa ada orang yang membuka matanya dalam keadaan jantung melemah alias sebentar lagi meninggal?!! atau mungkin ini emang kuasa dari tuhan bahwa ada orang yang seperti pasien ini."


"Dok." panggil Fauzal dengan suara yang sangat kecil.


"A-ada apa?." sahut Dokter tersebut.


"Apakah saya boleh minta tolong ke dokter?!."


"Tentu saja boleh, apa yang bisa saya bantu, pasien Fauzal?."


"Tolong ambil kertas yang ada di saku celana saya, disitu ada secarik kertas dan saya minta tolong untuk serahkan kertas itu ke adik saya yang bernama Tisana, Dok."


"Baik, kertasnya sudah saya ambil dan saya akan serahkan surat ini setelah jantung kamu kembali normal."


"Tidak usah bersusah payah untuk membuat jantung saya kembali normal soalnya saya sudah tidak sanggup lagi dan saya akan segera meninggalkan dunia ini, tolong serahkan kertas tersebut ke adik saya, dan ini adalah kematian yang gua inginkan, Tisana."


Fauzal langsung menghembuskan napasnya dan Dokter ataupun perawat yang gagal untuk menyelamatkan nyawa Fauzal, mereka sedih karena pasien, gagal mereka selamatkan dan mereka keluar dari ruangan operasi dan Dokter yang bernama Intani tersebut memberi tahu kalau Fauzal gagal mereka selamatkan dan akhirnya Fauzal menghembuskan napasnya. Intani juga mengasih secarik kertas ke Tisana dengan mengucapkan.


"Di sini ada yang namanya Tisana?!."


"Saya dok, saya namanya Tisana."


"Ini ada secarik kertas yang harus saya kasih ke kamu dari abang kamu, Fauzal dan isi kertas tersebut adalah permintaan maaf dia ke kamu dan kalau begitu saya permisi dahulu, saya sekali lagi minta maaf karena saya gagal menyelamatkan nyawa pasien yang bernama Fauzal."


Tisana yang menangis sembari mengambil kertas tersebut dari tangan Dokter Intani dan ia membuka surat tersebut yang berisikan permintaan maaf Fauzal ke dirinya tersebut.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.


Apa isi kertas yang Fauzal tulis? dan apakah Lia tahu kalau Fauzal membenci dan pernah mencelakai adiknya sendiri alias Tisana? dan kalau kalian penasaran akan alur cerita novel ini sebaiknya kalian baca novel ini sampai tamat dan author akan merevisi semua episode ini setelah novel ini tamat karena author malas merevisi semua episode selagi novel ini masih on going, itu alasan author yang belum sepenuhnya merevisi novel ini.


Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.

__ADS_1


__ADS_2