Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(97) Aku Sayang Padamu, Sahabatku [S2]


__ADS_3

(97) Aku Sayang Padamu, Sahabatku [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


"A-aku tidak tahu"


Tio menghela napasnya. "Huh! kenapa kamu tidak tahu, Tisana?. Bukannya tadi kamu ucap kalau kamu akan menerima diriku kembali sebagai kekasihmu?" ucap Tio.


"I-iya tetapi...,"


"Tetapi apa?."


"Tidak apa-apa!."


"Apa kamu takut kalau kita balikan, Ibu mu akan tahu? kalau kamu takut, kita bisa pacaran lagi secara diam-diam tanpa diketahui Ibu mu itu, Tisana" Tio mengusulkan ke Tisana untuk pacaran backstreet.


"Pacaran backstreet ya? untuk apa kita pacaran backstreet, Tio? dan juga aku tidak takut ketahuan oleh Ibuku tetapi sayangnya aku cuma ingin memperbaiki diriku dahulu. Aku cuma ingatkan saja bahwasanya lelaki yang baik dan tulus menyanyangi atau mencintai seorang wanitanya tidak akan pernah mengajak pacaran!" ucap Tisana yang ingin memperbaiki dirinya dahulu.


"Hmm kalau begitu... apa kamu mau aku ajak menikah?" tanya Tio kepada Tisana.


"Hah? a-apa yang kamu bilang barusan? menikah?." Tisana merasa tercengang ketika mendengarkan yang diucap oleh Tio.


"Iya... menikah dan bukannya tadi kamu bilang kepadaku bahwasanya lelaki yang baik dan tulus menyanyangi atau mencintai seorang wanitanya tidak akan pernah mengajak pacaran dan kalau begitu dengan adanya kita menikah bukannya itu menjadi hubungan yang halal" ucap Tio yang membalikkan keadaan lewat ucapan Tisana yang tadi dengan adanya mengajak Tisana menikah.


"I-iya, tadi aku ucap seperti itu tetapi aku ingin fokus untuk belajar terlebih dahulu dan bisa mendapatkan gelar sarjana. Dan kalau misalnya kamu ingin mengajak aku menikah, apakah kamu serius mengucapkan hal tersebut dan bisa bertanggung jawab sebagai seorang kekasih halal ku?" tanya Tisana kepada Tio.


"Iya, aku serius mengajak kamu menikah dan insyaallah aku akan bertanggung jawab apabila diriku menjadi kekasih halal mu, Tisana" jawab Tio yang serius mengajak Tisana untuk menikah.


"Hahaha! Tio... Tio lebih mendingan kita fokus kuliah dan belajar terlebih dahulu sampai kita berdua bisa mendapatkan gelar sarjana dan kalau urusan menikah itu bisa nanti apabila kita berjodoh, Tio" ucapnya.

__ADS_1


"Ahh... iya juga dan apabila kita berdua sudah mendapatkan gelar sarjana, apakah kamu akan menerima aku menjadi suamimu?."


"InsyaAllah Tio, aku akan menerima kamu menjadi suamiku dan juga semoga kamu bisa mendapatkan hati kedua orang tuaku supaya hubungan kita berdua menjadi langgeng."


"Itu pasti aku akan berusaha untuk memperbaiki hubungan Mamamu dengan Ayahku, Tisana supaya Mamamu bisa menerima diriku ini menjadi menantunya."


"Kamu tenang saja, Tio. Aku juga akan berusaha membantumu untuk bisa memperbaiki hubungan Mamaku dengan Ayahmu menjadi lebih baik dan tidak bermusuhan."


"Hahaha! bermusuhan dong dan baiklah kalau begitu."


"Yaudah kalau begitu kita masuk ke kelas yuk sebelum dimarahin oleh Dosen." Ajak Tisana untuk masuk ke kelas.


"Oke."


...----------------...


Kesepian adalah suatu hal yang biasa dirasakan oleh banyak khalayak umum tetapi belum banyak orang lain yang mengetahui bahwasanya kesepian itu mempunyai efek yaitu berupa seseorang yang sering merasa kesepian akan mengalami depresi dan fobia terhadap sosial serta meningkatkan kecenderungan untuk bunuh diri.


Seperti halnya aku yang sering merasakan kesepian tetapi aku berusaha menutupi rasa kesepian itu dengan bersikap ramah dan sering tersenyum dan aku tidak ingin sahabatku mengetahui bahwasanya sahabatnya itu merasakan kesepian.


.


.


.


Tok


Tok


Tok


Yalia pun membukakan pintu rumahnya dan mempersilahkan sahabatnya untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Tumben banget lu datang ke rumah gua dan biasanya malah gua yang datang ke rumah lu" ucap Yalia dengan tatapan mata yang sinis.


"Idih emang iya? bukannya gua juga sering datang ke rumah lu buat main, my bestai dan tolong untuk tatapan mata lu itu jangan sinis, Mak Ijah."

__ADS_1


"Iya, lu itu jarang datang ke rumah gua dan malah gua yang sering datang ke rumah lu buat ngajak lu main. Idih, terserah gua lah mau tatapan gua sinis atau tidaknya, nenek lampir."


"Idih, gua bukan nenek lampir ya, Mak Ijah pakai baju rombeng."


"Gua juga bukan Mak Ijah ya, Tiana dan terlebih lagi itu kenapa Mak Ijah pakai baju rombeng?."


"Karena lu seperti Mak Ijah, hahaha!."


"Idih. Nyebelin banget lu, Tiana."


"Hahaha! gua gitu dong."


"Hahaha! iya juga, bukan lu kalau tidak menyebalkan."


Mereka berdua pun tertawa lepas sehingga Tiana pun baru menyadari bahwasanya suasana rumah sahabatnya itu terlalu sepi dan seperti rumah yang tidak ada penghuninya. "Yalia, kenapa rumah lu sepi banget dan apakah lu tidak merasakan kesepian di rumah ini?" tanya Tiana yang khawatir terhadap Yalia bahwasanya Yalia akan merasakan kesepian.


"Tidak juga dan gua sudah terbiasa dengan suasana rumah ini, Tiana" jawab Yalia yang tidak ingin membuat Tiana cemas ataupun khawatir terhadapnya.


"Apakah lu serius, Yalia? lu sama sekali tidak merasakan kesepian tinggal di rumah yang suasananya sepi banget seperti rumah yang sudah tidak berpenghuni? sumpah, gua khawatir banget sama lu, Yalia dan juga kalau lu merasakan kesepian, lu bilang aja ke gua. Gua akan berusaha menghibur lu dan gua akan membuat lu tidak lagi merasakan yang namanya kesepian" ucapnya.


"Iya, gua serius. Gua sama sekali tidak merasakan kesepian dan terima kasih sudah mengkhawatirkan gua, Tiana" sambung Yalia.


"Iya sama-sama dan lagipula lu itu sahabat terbaik gua, Yalia. Jadi gua tidak akan membiarkan seseorang berani menyakiti lu, dan gua akan berusaha menghibur lu ketika lu lagi sedih dan gua akan berusaha membuat diri lu tidak lagi merasakan kesepian" ucap Tiana dengan tulus mengatakan bahwasanya Yalia adalah sahabat terbaiknya.


Yalia pun tersenyum ketika mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Tiana tersebut. "Aku sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu, Tiana. Kamu adalah sahabat yang bisa menghilangkan rasa kesepianku. Kamu selalu ada buatku dan selalu siap melindungi diriku ini apabila terjadi sesuatu terhadap diriku. Aku sayang padamu, sahabatku." Batin Yalia yang merasa beruntung memiliki sahabat seperti Tiana.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.


__ADS_2