
(61) Puisi Untuk Istriku Tersayang.
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....
...Happy Reading~...
.
.
.
Tisana langsung keluar dari tempat ia bersekolah, karena ia baru menyadari kalau dirinya masuk ke sekolah saat hari libur. Ia keluar dari sekolahnya sembari lari dan malu sendiri karena ia salah jadwal untuk masuk ke sekolah.
"Ihh, Tisana, kamu bodoh banget, kenapa kamu pakai salah jadwal masuk?!! jadi malu sendiri kan aku! apalagi tadi pak satpam lihat ke arah aku! sudahlah aku mau cepat pulang dari tingkah aku ini! hahaha! tapi lucu juga, aku bisa salah jadwal begini."
...
Fadri yang masih merasa kecewa oleh ayahnya, dirinya sudah tiga hari mendiamkan ucapan dari ayahnya alias dirinya tidak perduli oleh ucapan ayahnya tersebut.
Farel pun merasa bersalah akan dirinya berutang yang berakhir anaknya harus menerima perjodohan yang sudah direncanakan oleh dirinya dan temannya itu.
"Sial! semua gara-gara gua, Fadri jadi mendiamkan ucapan gua selama tiga hari setelah kejadian itu. Menyesal gua berutang dan berjudi! dan sekarang gua mau meminjam uang ke istri tapi gua malu, masa cowok meminjam uang ke istri, kan memalukan banget! ayo, diri sendiri, lu tidak boleh malu untuk meminjam uang ke istri lu! tetapi gua masih malu. Gua takut nanti malam, gua tidak dapat jatah sama istri hanya gara-gara gua meminjam uang ke dia." ucap Farel yang malu untuk meminjam uang ke Driana, istrinya dan ia takut dengan adanya ia meminjam uang ke istrinya tersebut, ia tidak mendapatkan jatah untuk malam ini.
Farel akhirnya memutuskan untuk tetap meminjam uang ke istrinya tersebut walaupun awalnya sempat dicurigai oleh istrinya yang seperti ingin menikah kembali dengan perempuan cantik.
"Sayang." panggil Farel terhadap Driana, istrinya.
"Apa sayangku?." sahut Driana sekaligus bertanya kepada suaminya, Farel.
"Hmm, anu." Farel yang bingung untuk mengobrol dengan istrinya supaya ia bisa meminjam uang ke istrinya tersebut.
__ADS_1
"Anu apa? jangan bilang kamu ingin menikah lagi, sayang dan aku dijadikan istri paling tua diantara istri kamu yang muda nanti!!." Driana yang sudah salah paham maksud suaminya itu.
"Bukan itu maksud aku, sayang."
"Terus apa kalau kamu tidak meminta izin untuk menikah lagi?!!." tanya Driana yang sudah marah dan kesel sama Farel.
"Jangan marah dulu, sayang, aku jadi susah untuk menjelaskan ke kamu."
"Baik, aku tidak akan marah dan cepat kamu jelasin maksud kamu apa, sayang?!!."
Farel secara spontan, ia membuat puisi yang sangat manis untuk Driana supaya dirinya bisa meminjam uang milik istrinya itu.
Telah datang Pemberi Kabar,
Dari balik dinginnya fajar,
Bahtera cinta mulai berkibar,
Akan datangnya anugerah yang besar…
Berseri indah menyapu haru,
Kujabat salam tangan ayahmu,
Kuutarakan sumpah dan janji suci itu…
Hari itu, tak ada kata berpaling,
Kau bukan lagi wanita asing,
Kini hidup baru telah riba,
__ADS_1
Satu atap bersamamu hingga menua…
Kaulah kekasih halalku,
Kekasih hidup dan matiku,
Dari siang hingga malam berlalu,
Temanilah aku wujudkan rindu…
Dan Driana sayang,
Kau tetaplah istriku sampai kapanpun,
Maka dari itu...,
Pinjamkan aku uang untuk melunasi utangku.
Driana yang awalnya meleleh dan tersentuh di dalam hatinya tetapi setelah Farel berpuisi sampai habis, ia jadi sedikit kecewa karena suaminya ada maunya saja dia romantis sampai membuat puisi segala hanya untuk bisa meminjam uang ke dirinya supaya utang Farel bisa lunas.
.
.
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
__ADS_1
Setelah Farel membuat puisi untuk Driana hanya untuk bisa meminjam uang ke Driana, apakah ada kejadian terjadi seperti Driana marah ke suaminya itu atau bagaimana?!! kalau kalian penasaran akan alur cerita novel ini, maka ikuti terus alur novel ini sampai happy ending.
Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.