
(63) Bermimpi.
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....
...Happy Reading~...
.
.
.
Tisana yang sudah sampai di rumah, ia langsung masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian. Setelah dia sudah selesai mengganti pakaian, ia langsung berbaring di tempat tidurnya.
"Enak banget, habis selesai mandi, berbaring di tempat ternyaman yang pernah ada yaitu kasur, yaudahlah aku mulai mengantuk, pengen tidur." ucap Tisana yang sudah nyaman sama kasurnya hingga membuat ia tertidur.
...
Tio yang sudah cari kekasihnya tersebut, ia belum menemukan Tisana walaupun sebenarnya Tisana ada di rumahnya.
__ADS_1
"Tisana, kamu dimana? apa dia ada di rumahnya? coba gua ke sana, tahu saja dia ada di sana." ucap Tio yang berpikir kalau kekasihnya ada di rumah dirinya tersebut.
Tio pergi ke rumah Tisana dengan naik mobil miliknya dan setelah sampai ke rumah kekasihnya itu, ia langsung masuk begitu saja tanpa mengucap salam.
Tio memeriksa di setiap ruangan yang ada di rumah Tisana tersebut sampai ia tiba di depan pintu kamar Tisana.
"Ini kamar Tisana kah? gua mau coba masuk tapi takutnya dia ada di kamarnya, kan bisa jadi dia tidak ada di setiap ruangan karena Tisana ada di dalam kamarnya tapi kalau dia tidak ada di kamarnya, bagaimana?!! ahh! kenapa gua jadi pusing sendiri?!! bodoh banget lu, diri sendiri! gua harus tetap masuk untuk memastikannya, oke, gua bakal coba masuk."
Tio mencoba masuk ke kamar Tisana dan ternyata bener kalau Tisana ada di kamarnya yang dalam kondisi sedang tertidur.
Kreeek.
"Masya Allah cantiknya calon istri gua! bismillah aja dulu, tahu saja nanti beneran berjodoh! cantik banget kamu, Tisana, sumpah, pengen gua cium Tisana tapi belum mahram, jadi Tio, lu harus tahan hawa ***** lu!." ucap Tio yang terpesona oleh kecantikan Tisana yang sedang tertidur.
Tisana yang sedang tertidur, ia bermimpi bertemu dengan abangnya yaitu Fauzal.
"Abang, jangan tinggalkan aku! aku sayang abang, aku tidak mau ini semua terjadi, aku ingin abang mengetahui semua kejadiannya! hiks! jangan tinggalin aku, bang!." Mimpi Tisana yang bertemu dengan Fauzal dan di dunia nyata ia menangis dalam kondisi tertidur.
Tio yang merasa heran terhadap Tisana yang tiba-tiba meneteskan air matanya padahal dirinya sedang tertidur.
__ADS_1
"Apa Tisana sedang mengigau? tapi kenapa dia menangis disaat dirinya tertidur?!! ahh, gua tidak tahu!! kira-kira Tisana sedang mimpi apaan sehingga membuat dirinya menangis?!! apa dia bermimpi bertemu dengan almarhum bang Fauzal?!! atau siapa?! sial, gua jadi pusing sendiri!."
Tisana yang sedang memimpikan Fauzal, abangnya tersebut yang sudah menjadi almarhum dan ia sangat merasa kehilangan abangnya itu, makanya di dalam mimpinya itu, ia tidak ingin melepaskan tangan Fauzal yang sedang ingin pergi ke arah suatu tempat yang dirinya tidak ketahui.
"Bang Fauzal! aku mohon jangan tinggalkan aku, aku sayang sama abang, aku sudah memaafkan kesalahan abang yang sudah menuduh aku dan aku ingin abang tidak pergi dari sini! mama, papa, aku ataupun Tiana tidak ingin kehilangan bang Fauzal, hiks!."
.
.
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift atau votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
Kenapa tiba-tiba Tisana bisa memimpikan Fauzal, abangnya?!! kalau kalian penasaran akan kelanjutan ceritanya, maka ikuti terus alur ceritanya sampai tamat.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.