
(26) Nico di perintah oleh Haris.
Setelah Nico mengetahui bahwa yang melaporkan dia ke polisi adalah Tio dan Tisana, maka dimulainya Nico tidak terima oleh semua itu.
"Jadi kalian yang melaporkan gua ke Polisi" pungkas Nico.
"Iya, kenapa tidak terima kalau gua dan Tisana melaporkan lu ke Polisi..?" tanya Tio.
"Gua tidak terima kalau gua di masukkan ke kantor polisi hanya untuk menjadi tahanan" jawab Nico.
"Makanya, jangan jadi orang jahat hanya demi satu wanita" ucap Tio dengan tegas.
"Sial, brengs*k lu Tio" ucap Nico dengan emosi.
"Hahaha..! jadi orang jangan jahat makanya lu kena akibat dari perbuatan lu itu" ucap Tio.
"Sial" ucap Nico sembari mengacak-acak barang yang ada di Kantor Polisi.
"Kamu.. siapa yang suruh kamu mengacak isi kantor polisi ini..? jangan sampai saya tembak kamu" ucap Kapolda dengan tegas.
"Berisik" ucap Nico.
"Kamu.. dor dor dor" suara tembakan dari pistol Kapolda yang marah kepada Nico.
"Ahhh..! sakit..!" teriak Nico yang kesakitan karena di tembak oleh Kapolda.
"Siapa yang menyuruh kamu untuk berontak disini..? " tanya Kapolda.
"T-tidak ada tetapi gua tidak menerima kalau gua menjadi tahanan" suara Nico yang sembari menahan sakit tembakan.
"Siapa yang suruh kamu untuk melakukan hal-hal kriminal seperti menculik dan menyekap orang..?" tanya Kapolda.
"Semua yang gua lakukan itu karena kemauan diri gua sendiri untuk mendapatkan... " ucapan Nico terpotong.
"Apa kamu melakukan ini untuk mendapatkan aku..?" tanya Tisana.
"Iya, aku melakukan ini semua untuk mendapatkan kamu, Tisana" jawab Nico.
"Tapi aku membenci orang seperti mu karena aku tidak menyukai seseorang yang suka melakukan hal-hal yang kriminal..!" ucap Tisana dengan lantang dan tegas.
"Kenapa..?" tanya Nico.
"Karena aku membenci orang seperti mu, Nico" jawab Tisana.
"Kenapa lu menerima Tio menjadi pacar lu..?" tanya Nico.
"Tidak tahu tetapi aku mempunyai insting yang mengatakan kalau Tio orang yang baik walaupun dia pemarah dan sebagainya" jawab Tisana.
"Tetapi kenapa bukan gua yang lu jadikan pacar..? " tanya Nico.
"Karena aku beranggapan kalau kamu suatu hari nanti akan menjadi orang yang jahat, makanya aku tidak memilih kamu, Nico dan terlebih lagi aku tidak menyukaimu" jawab Tisana.
"Lu senang kan, Tio..? " tanya Nico.
"Untuk apa gua senang..?" tanya Tio kembali.
"Karena lu udah berhasil merebut dia dari gua" jawab Nico.
__ADS_1
"Hah..? gua merebut Tisana dari lu..? mana mungkin dan dari awal Tisana itu tidak di miliki siapa pun, makanya gua menembak Tisana untuk menjadi pacar gua..!" pungkas Tio.
"Terus kenapa waktu dulu lu bilang kalau tidak akan suka oleh Tisana karena Tisana memiliki sifat yang menyebalkan dan sifat dinginnya tersebut..?" tanya Nico.
"Iya, karena gua belum terlalu dekat sama Tisana tetapi pandangan gua sekarang ke Tisana itu berbeda dari gua yang selalu memandang Tisana buruk" jawab Tio,
"Banyak alasan lu, Anj*n*" ucap Nico dengan kata-kata kasar.
"Gua bukan banyak alasan, Nico" pungkas Tio.
"Sekarang kamu ikut saya ke sel" ucap Kapolda.
"Gua tidak mau" ucap Nico.
Nico di bawa Kapolda ke sel tahanan. Dan setelah Nico masuk ke sel tahanan, Nico di bully oleh orang-orang yang masuk ke sel tahanan yang sama oleh Nico.
"Ada orang baru masuk ke sini..!" ucap salah satu orang yang satu sel oleh Nico.
Nico menatap tajam orang tersebut dan Nico merasa dirinya akan di bully oleh orang tersebut.
"Kenapa gua merasa dia bakal ngebully gua di sel ini..? Nico, jangan terlalu negatif thinking kepada orang lain" ucap Nico.
Keberadaan Kapolda yang memasukan Nico ke dalam sel tahanan.
"Terima kasih sudah membantu tugas kami untuk melaporkan Nico atas kasus penculikan dan penyekapan" ucap Kapolda.
"Iya Pak, sama-sama" ucap Tio.
"Tio" panggil Fadri.
"Apa Fadri..?" tanya Tio.
"Baik, yaudah kita pulang..!" ucap Tio.
Keberadaan Nico di sel tahanan. Orang yang membuat Nico curiga mulai mendekati Nico. Dan Nico tampak ketakutan oleh orang tersebut.
"Hai..!" sapa orang tersebut.
"Hai juga" ucap Nico.
"Tenang saja, gua tidak akan bully lu dan juga gua ingin temenan sama lu, btw nama lu siapa..?" tanya orang tersebut kepada Nico.
"Gua Nico" jawab Nico.
"Salam kenal" ucap orang tersebut.
"Nama lu siapa..?" tanya Nico.
"Nama gua Alfian" jawab orang tersebut yang bernama Alfian.
"Oh, salam kenal" ucap Nico.
"Iya" ucap Alfian.
"Kenapa wajah lu banyak luka..?" tanya Nico kepada Alfian.
"Tidak apa-apa" jawab Alfian.
__ADS_1
"Woy, orang baru yang di sana" ucap orang yang akan membully Nico.
"Maksudnya gua..?" ucap Nico.
"Iya, lu, urutin pundak gua, orang baru" ucap orang tersebut.
"Siapa lu menyuruh gua untuk mengurutin lu..?!" ucap Nico yang emosi.
"Anak baru masuk ke sini aja belagu lu" ucap orang tersebut.
"Terserah gua dan gua tanya, siapa lu beraninya menyuruh gua..?" ucap Nico.
Orang tersebut mendekati Nico dan orang tersebut menyirami air ke tubuh Nico dengan cukup banyak.
"Sialan, berani banget lu menyiram air ke tubuh gua..!" gumam Nico.
"Hahaha..! gua emang berani menyiram air ke tubuh lu sampai basah kuyup begitu" pungkas orang tersebut.
"Nico, jangan lawan dia nanti lu akan di buat oleh dia sekarat" ucap Alfian.
"Gua tanya, dia emangnya siapa..? dia Tuhan gitu yang bisa seenaknya saja merendahkan orang lain" ucap Nico.
"Nico, lu belum tahu saja kalau dia masuk penjara karena apa..?!" ucap Alfian.
"Emangnya apa alasan dia masuk ke penjara..?" tanya Nico.
"Dia masuk penjara karena membunuh sekeluarga dalam satu malam" jawab Alfian.
"Hah..! serius lu dia membunuh sekeluarga..?!" tanya Nico.
"Gua serius, Nico" jawab Alfian.
"Ahh..! akhirnya rahasia gua masuk penjara terbongkar juga" ucap orang tersebut.
"Sial, ternyata dia beneran membunuh sekeluarga" gumam Nico yang terlihat ketakutan terhadap orang tersebut.
"Nama lu Nico kan..?!" ucap orang tersebut.
"Iya, nama gua Nico" ucap Nico.
"Woy Alfian cepat beri tahu nama gua siapa ke Nico..!" perintah orang tersebut kepada Alfian.
"Nico, nama dia Haris" ucap Alfian yang mengasih tahu identitas orang yang akan membully Nico.
"Haris..? seperti tidak asing namanya di telinga gua" ucap Nico dalam hatinya.
"Nico, cepat urutin pundak gua" ucap orang tersebut yang bernama Haris.
"Gua tidak mau dan siapa lu menyuruh gua seenaknya saja..?" ucap Nico,
"Gua udah mengenali diri gua ke lu, jadi sekarang lu harus pijatin pundak gua yang pegal ini" ucap Haris.
"Hah..!, seenaknya saja lu perintah gua, gua sampai kapan pun gua tidak akan mau diperintah oleh siapa pun itu orangnya" ucap Nico yang tidak terima diperintah oleh Haris.
Bersambung~
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~
__ADS_1
Salam hangat Author