Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(42) Meminta Bantuan Polisi Untuk Mencari Tisana


__ADS_3

(42) Meminta Bantuan Polisi Untuk Mencari Tisana.


Tio berhasil kembali ke tempat semula tetapi setelah ia sampai ke tempat tersebut, Lia, Jaya, Tiana dan Fauzal sudah tidak ada dan dirinya pun kaget kalau mereka sudah tidak ada di tempat tersebut.


"Lah! tante Lia dan om Jaya sudah tidak ada, bagus banget! gua ditinggalin apalagi sekarang udah malam, yaudah gua mau pulang terlebih dahulu setelah itu keesokan harinya gua akan mencari Tisana lagi." ucap Tio.


Keesokan harinya yang sudah 24 jam, Lia dan Jaya langsung menelepon polisi untuk meminta bantuan mencari Tisana yang kabur dari rumah.


Kriingg.


Kriingg.


Kriingg.


"Halo dengan kami dari kantor kepolisian, ada yang bisa kami bantu?!!."


"Halo juga, saya Jaya orang tuanya Tisana ingin mengabarkan kalau anak saya, Tisana kabur, apakah bapak bisa bantu mencarikan anak saya, Tisana?."


"Bisa, anak bapak kabur dari rumah pada jam berapa? soalnya kami hanya melayani orang hilang yang sudah dicari selama 24 jam tetapi tidak ketemu."


"Pada jam 10 malam dan pada hari Jumat kemarin, anak saya kabur dan itupun saya sudah mencari anak saya selama 24 jam."


"Oh ok, kami akan membantu bapak untuk mencari anak bapak yang kabur dari rumah, dan juga bapak sertakan foto anak bapak untuk bisa kami bantu cari."


"Tenang saja, saya akan mengasih foto anak saya untuk kalian cari."


Jaya mematikan teleponnya dan pada pagi hari pukul 07.30 atau setengah delapan pagi, datanglah 6 anggota polisi yang ditugaskan untuk mencari keberadaan Tisana.


Tok.


Tok.


Tok.


"Pah, itu siapa yang mengetuk pintu rumah?." tanya Lia kepada Jaya.


"Aku tidak tahu, sayang." jawab Jaya.


"Gih! coba kamu lihat, sayang, siapa yang mengetuk pintu rumah?!!." suruh Lia kepada Jaya untuk melihat orang yang mengetuk pintu rumah mereka.


"Hmm! ok." ucap Jaya yang sembari memasang wajah cemberut.


Jaya membuka pintu untuk melihat orang yang mengetuk pintu rumahnya.

__ADS_1


Kreeek.


"Apa benar ini alamat rumah Pak Jaya?." tanya salah satu anggota polisi.


"Iya." jawab Jaya.


"Kami anggota kepolisian yang ditugaskan untuk mencari anak bapak." ucap salah satu anggota kepolisian.


"Oh ok, silakan kalian masuk." ajak Jaya kepada anggota kepolisian untuk masuk ke rumahnya.


"Terima kasih pak." ucap anggota kepolisian.


"Iya, sama-sama." ucap Jaya.


Mereka berenam masuk ke rumah Jaya untuk membantu Jaya dan Lia mencari Tisana.


"Ini foto anak saya yang kabur dari rumah!."


Mereka berenam melihat foto Tisana yang dikasih oleh Jaya untuk memudahkan mereka mencari Tisana lewat foto yang dikasih.


"Anak bapak cantik juga." puji anggota kepolisian.


"Terima kasih sudah memuji anak saya tapi dia sudah punya pacar." ucap Jaya.


"15 tahun, Senin besok anak saya ulang tahun yang ke 16 tahun." jawab Jaya.


"Anak bapak masih sekolah?!!." ucap salah satu anggota polisi.


"Anak saya masih sekolah dan sekarang dia udah SMA." ucap Jaya.


"Oh ok, kami akan langsung mencari anak bapak yang bernama Tisana." ucap anggota kepolisian.


"Ok, kami juga akan mencari Tisana kembali." ucap Jaya.


Mereka mencari Tisana sampai hari ulang tahun Tisana, mereka juga belum menemukan keberadaan Tisana.


Keberadaan Tisana yang di kost-kostannya, dirinya merayakan ulang tahun secara mandiri karena ia berpikir kalau bahwasanya keluarganya lupa akan ulang tahun dirinya dan hanya berfokus untuk mencari keberadaannya.


"Happy sixteenth birthday for me, ah! tidak kerasa aku udah berumur enam belas tahun dan kali ini aku merayakan ulang tahun secara sendiri dan aku sangat bahagia akan ulang tahunku yang keenam belas." ucap Tisana yang merayakan ulang tahun dirinya sembari matanya bergelinang air mata.


( "Selamat ulang tahun yang keenam belas untukku, ah! tidak kerasa aku udah berumur enam belas tahun dan kali ini aku merayakan ulang tahun secara sendiri dan aku sangat bahagia akan ulang tahunku yang keenam belas.")


Keadaan Jaya yang merayakan ulang tahun Tisana bersama dengan keluarganya walaupun mereka masih mencari Tisana dan mereka memutuskan untuk beristirahat untuk mencari Tisana.

__ADS_1


"Happy birthday anak Papa, maaf, Papa belum bisa menjadi Ayah yang baik buat kamu, Tisana." ucap Jaya yang merayakan ulang tahun anaknya sembari beristirahat mencari Tisana.


Mereka merayakan ulang tahun Tisana dengan menerbangkan lampion yang bertuliskan happy sixteenth birthday Tisana, we love you.


Keadaan Tio yang melihat lampion yang diterbangkan oleh Jaya, Lia, Fauzal dan Tiana.


"Sekarang Tisana ulang tahun?! gua baru sadar kalau sekarang Tisana ulang tahun, dan juga kan gua ingin memberi hadiah ke Tisana sebagai kado ulang tahunnya."


Keadaan Tisana yang masih merayakan ulang tahunnya sembari menyanyi lagu Jamrud yang berjudul Selamat Ulang Tahun tetapi lagunya, dia sedikit ubah liriknya.


"Hari ini hari yang ku tunggu bertambah satu tahun usiaku, bahagialah aku." Tisana bernyanyi lagu ulang tahun untuk dirinya sendiri.


Setelah mereka selesai merayakan ulang tahun Tisana dengan menerbangkan lampion, mereka melanjutkan untuk mencari Tisana dan akan tetapi mereka belum menemukan keberadaan Tisana tersebut.


Hari demi hari, mereka belum menemukan keberadaan Tisana, ataupun Tio yang belum menemukan Tisana berada. Walaupun begitu mereka perlahan demi perlahan sudah menemukan petunjuk Tisana yang kabur dari rumah.


"Kita sudah menemukan petunjuk Tisana kabur ke arah mana dengan adanya kita menemukan gelang yang biasa Tisana pakai, ini bisa sangat membantu untuk mencari Tisana." ucap Tio yang menemukan gelang yang biasa dipakai oleh Tisana.


"Kamu menemukan gelang Tisana di mana?." tanya Lia.


"Aku menemukan gelang Tisana di jalan Palima Bunga 16." jawab Tio.


"Lokasinya di mana? asing sekali dari nama jalannya." ucap Lia.


"Itu daerah emang asing didengar, tante dan aku aja baru menemukan daerah tersebut." ucap Tio.


"Oh begitu, kalau begitu kita cepat cari Tisana di jalan tersebut, tahu saja kalau Tisana tinggal di daerah sekitar jalan tersebut." ucap Lia.


"Baik ma." ucap Tiana dan Fauzal.


Mereka mencari Tisana ke jalan Palima Bunga 16, mereka mencari Tisana sampai ke tempat terpencil yang ada di jalan tersebut.


"Disini sempit sekali dan bikin nyesek di dada karena sedikitnya oksigen ditambah ada bau yang sangat busuk sekali." ucap Lia yang merasa tempatnya kurang adanya oksigen.


Secara mendadak Tio melihat cewek yang sekilas mirip Tisana yang sedang berjalan menuju sesuatu.


"Itu bukannya Tisana? kelihatannya seperti Tisana, apa mungkin cewek tersebut emang beneran Tisana? dan sekarang cewek tadi yang sekilas mirip Tisana di mana? ahh, Tio, lu bodoh banget pakai kelamaan berpikir, jadinya cewek yang sekilas mirip Tisana tersebut pergi entah kemana?!!."


Bersambung~


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~


Salam hangat Author.

__ADS_1


__ADS_2