
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...
...Happy Reading~...
.
.
.
Tio yang mendengar ucapan Tisana langsung tercengang dikarenakan ia mengatakan tidak mau untuk bisa meyakinkan Lia menyetujui hubungan mereka berdua.
"Kenapa kamu tidak mau? parah banget si. "
"Tidak apa-apa dan lagipula aku emangnya aja yang tidak mau. "
"Parah banget kamu Sana sama aku. "
"Hahaha!! maaf, aku cuma bercanda. "
Tio pun mendiamkan Tisana seolah-olah dirinya ngambek kepada Tisana. Tisana pun yang berpikir juga demikian, ia berusaha membuat Tio tidak ngambek lagi kepadanya.
"Kamu ngambek ya? maaf aku tidak bermaksud seperti itu, Tio. "
Tio masih mendiamkan ucapan Tisana dan setelahnya, Tisana perhatikan lebih diri Tio dengan seksama, ternyata Tio tertidur dalam keadaan berdiri atau disebut sleep walking.
"Astaghfirullah ternyata dia tidur dan bisa-bisanya tidur sambil berdiri dan berjalan seperti itu, sudahlah aku antar dia aja ke rumahnya tapi masa aku memapah tubuh dia seperti ia sedang mabuk?! mana mungkin aku memapah tubuhnya seperti itu, " ucap Tisana.
Tisana pun merasa kebingungan cara untuk memapah tubuhnya Tio dan dirinya baru kepikiran bahwasanya ada cara memapah tubuh terhadap seseorang pada saat ia pernah menjadi anggota PMR.
"Ahah!! aku pakai aja cara memapah tubuh seseorang yang pernah aku pelajari selama ikut ekskul PMR pada saat SMP. " Tisana pun memakai cara tersebut untuk bisa memapah tubuh Tio.
Tisana pun meletakkan kaki sebelah kiri nya Tio ke atas punggung kaki sebelah kanannya Tisana, lalu tangan kiri nya Tio ditaruh pada pundak sebelah kiri nya Tisana, dan tangan kanan Tisana memegang pinggang Tio.
Tisana pun memapah Tio hingga ke rumahnya walaupun dirinya saat memapah tubuh Tio merasa tubuhnya Tio berat.
"Berat banget tubuhnya Tio, dia makan apa sampai tubuhnya bisa seberat ini?!, " dumel Tisana.
__ADS_1
Selama menuju ke rumahnya Tio, ia terus mendumel sembari memapah tubuh Tio yang berat tersebut. Sesampainya di rumah Tio, ia memencet bel yang ada di pagar rumahnya.
Ding dong
Ding dong
Ding dong
Setelah Tisana memencet bel tersebut sebanyak tiga kali, baru pagar rumahnya Tio tersebut terbuka secara otomatis dan saat pagarnya terbuka, ia melihat Ibunya Tio yang sudah berada di depannya.
"Assalamu'alaikum tante, " salam Tisana.
"Wa'alaikumussalam Tisana, itu Tio kenapa?, " tanya Mama nya Tio.
"Itu Tio ketiduran tante saat di perjalanan pulang dan terlebih lagi ia tertidur dalam keadaan berdiri, " jawab Tisana dengan jujur.
Mama nya Tio pun tertawa akan tingkah anaknya tersebut yang tertidur dalam keadaan berdiri, "maafin anak tante ya, Tisana, dia emang sering tidur dalam keadaan berdiri gitu kok kalau lagi kecapean. "
"Iya tante, tidak apa-apa dan juga saya izin pamit untuk pulang ya, tante, kalau begitu saya permisi dahulu tante, assalamu'alaikum" ucap Tisana yang izin pamit untuk pulang ke rumahnya.
"Wa'alaikumussalam, hati-hati ya Tisana atau kamu mau tante antar saja ke rumah?. "
"Tapi tante takut kamu kenapa-kenapa, tante antar aja ya, " ucap Mama nya Tio yang khawatir kalau Tisana pulang sendirian.
"Tidak usah tante, saya bisa pulang sendiri" ucap Tisana.
Tisana pun langsung pergi menuju ke rumahnya dan setelah sampai ke rumahnya, ternyata dari tadi Lia sudah menunggu Tisana untuk pulang dalam keadaan yang gelisah.
"Assalamu'alaikum, eh ada mama, mama kenapa ada disini?, "
"Wa'alaikumussalam, mama khawatir tahu sama kamu Tisana yang pulangnya kemalaman, mama takut kalau terjadi sesuatu ke kamu, Nak. "
"Kalau begitu maafin Tisana ya mama sudah membuat mama khawatir seperti ini, " ucap Tisana yang meminta maaf ke Lia karena sudah membuat Lia khawatir kepadanya.
"Iya mama maafin dan lain kali pulang jangan kelamaan seperti ini, mama jadi khawatir sama kamu Tisana" ucap Lia.
"Iya mama, kalau begitu Tisana ke kamar ya, "
"Iya."
__ADS_1
...----------------...
Yalia yang dalam keadaan mengurung dirinya di dalam kamar, ia sudah seharian berada di kamarnya dan dirinya merasa bosan, ia pun ke dapur untuk mencari makan untuk dirinya karena ia belum makan dari pagi.
"Hmm, ada makanan apa ya? aku coba cari ah di dalam kulkas" ucap Yalia.
Yalia pun tidak menemukan apapun di dalam kulkas karena isi kulkasnya kosong, ia berusaha mencari di semua bagian dapur tetapi ia tidak menemukan makanan apapun untuk ia makan.
"Parah banget masa semua makanan tidak ada, terus aku harus makan apa kalau begini, terlebih lagi aku lapar banget habis mengurung diri di dalam kamar, apa aku cari aja mie ya buat aku rebus? yasudahlah aku cari aja" ucap Yalia.
Dirinya pun menemukan sebungkus mie instant untuk ia rebus dan santap. Di saat ia sedang merebus mienya, tiba-tiba gelas bergerak dengan sendirinya.
"Hah? kok gelasnya tiba-tiba bergerak ya?!, " ucap Yalia yang mulai merasa ketakutan.
Dan juga setelah ia berucap seperti itu, meja makan yang ada di ruang makannya tersebut pun terjatuh, Yalia pun semakin merasa ketakutan.
"Sumpah gak lucu banget si ini dan kenapa tiba-tiba aku merinding ya? ya allah, ya rabb aku takut banget" ucap Yalia.
Yalia dalam kondisi ketakutan itu pun, tanpa sadar ia membaca doa makan dan bukan membaca surah yasin atau ayat kursi.
"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar, ya allah lindungilah hambamu ini, " ucap Yalia.
Dan setelah mienya sudah selesai direbus dan ditaruh di piring, ia langsung lari ke kamarnya.
"Terima kasih ya allah sudah lindungi hambamu ini, aku langsung makan aja mienya takut keburu lembek mienya. "
Yalia pun memakan mienya yang masih dalam keadaan hangat. Setelah dirinya sudah selesai makan, ia kembali lagi ke dapur untuk mencuci piring berkasnya makan dengan terburu-buru.
"Aku harus cepat-cepat mencuci piring dan sendok ini dan setelah itu aku akan langsung ke kamar, " ucapnya.
Setelah dirinya sudah selesai mencuci piring bekasnya, ia kembali lagi menuju ke kamarnya sembari ia menonton sebuah film yang akan membuat ia begadang.
.
.
.
Bersambung~
__ADS_1