Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(45) Kecelakaan


__ADS_3

(45) Kecelakaan.


Tisana sangat keras menampar Tio dan bahkan dirinya menampar Tio sebanyak 3 kali tamparan.


Plak!


Plak!


Plak!


Tio yang kesakitan karena tamparan kekasihnya dan dirinya bingung akan Tisana menampar dirinya tersebut.


"Tisana, kenapa kamu menamparku?." tanya Tio yang kebingungan atas tamparan Tisana tersebut.


"Tidak apa dan jangan asal memeluk anak orang yang bukan mahramnya termasuk aku karena aku bukan mahram kamu, Tio." jawab Tisana yang sekaligus menegur Tio untuk tidak asal memeluk yang bukan mahramnya.


"Maaf, habisnya aku sangat rindu sama kamu, Sana." ucap maaf Tio kepada Tisana yang asal memeluk dirinya tersebut.


"Rindu sih rindu! jangan meluk anak orang juga, aku itu tidak mau orang tuaku masuk ke neraka hanya karena bersentuhan dengan orang lain yang bukan mahram ku."


"Iya tetapi bukannya pacaran itu dosa? berarti selama ini kita melakukan dosa karena kita pacaran." ucap Tio yang baru sadar kalau pacaran itu dosa.


"Iya, kalau begitu sekarang kita hanya sebatas teman dan kita putus dari hubungan haram tersebut." sambung Tisana.


"Oke dan nanti saat kita sudah selesai sekolah sampai jenjang kuliah, aku akan melamar kamu menjadi istriku." ucap Tio yang sudah mempunyai rencana melamar Tisana saat sudah selesai kuliah.


"Terserah kamu, dan yang penting menurut aku itu kamu harus menjadi lelaki yang dewasa dan bertanggung jawab karena aku suka lelaki yang bisa bertanggung jawab, dewasa dan setia, itu yang aku butuhkan untuk mencari seorang lelaki yang akan menjadi imamku."


"Sudahlah tipe cowok kamu tinggi, sepertinya aku tidak akan bisa jadi imam kamu, Sana." ucap Tio yang sudah pasrah oleh tipe cowok Tisana.


"Kalau kamu beneran suka dan cinta kepadaku seharusnya itu tidak menjadi pertimbangan menurutmu dan asalkan kamu berusaha menjadi cowok yang apa adanya dengan memiliki sifat yang bisa bertanggung jawab, dewasa dan setia, itu saja tipe cowokku, tidak terlalu ribet dan tidak terlalu mudah karena zaman sekarang sangat susah mencari cowok yang bisa bertanggung jawab, dewasa dan tentunya setia." sambung Tisana.


"Aku itu beneran suka dan cinta padamu, Sana dan setelah aku dengar tipe cowok kamu itu sebenarnya terlalu susah karena aku belum bisa menjadi cowok yang dewasa dan kalau bertanggung jawab, aku bisa karena aku sudah diajarkan dari kecil untuk selalu bertanggung jawab terhadap sikap dan perilaku yang pernah aku perbuat." sambung Tio.


"Berarti sekarang kita itu putus atau lanjut menjalani hubungan pacaran?!!."


"Lanjut saja, Sana."


"Oke kalau begitu."


.



.


Wkwkwk🤣


.



.


Tisana sangat ingin pergi dan menjauhi orang terdekatnya, akan tetapi dirinya tidak bisa untuk pergi ataupun menjauhi orang terdekatnya tersebut.

__ADS_1


"Tio, maaf aku harus pergi."


"Kamu mau pergi ke mana? aku tidak mau, kamu menghilang lagi tanpa kabar dan kalau kamu mau tahu, orang tua kamu itu sangat mengkhawatirkanmu, Sana, jadi aku mohon ke kamu untuk ikut aku, pulang ke rumahmu."


"Maaf tetapi aku tidak mau pulang ke rumah dan sekarang aku harus pergi."


"Kamu mau pergi ke mana? aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi dan aku tidak mau melihat orang tuamu yang sangat mengkhawatirkan kamu, Sana."


Tio menggengam tangan Tisana dengan cukup keras sampai membuat Tisana kesakitan atas genggaman Tio tersebut yang tidak akan membiarkan Tisana pergi kembali.


"Aw! sakit Tio!, lepaskan tanganku!, aku muak oleh semua ini, aku hanya ingin hidup dengan tenang, Tio, kamu tidak mau aku hidup tenang seperti sekarang?! aku itu capek dan aku muak oleh hidupku dan aku berpikir lebih baik, aku pergi dari rumah untuk aku bisa melepas semua beban hidup yang selama ini aku jalani." ucap Tisana.


"Tapi Tisana...,"


"Cukup Tio! kamu paksa aku untuk pergi ke rumah, aku capek, aku muak oleh suasana rumahku, aku tidak akan bisa tenang kalau aku kembali ke rumah."


"Apa karena ada bang Fauzal? makanya kamu tidak betah untuk tinggal di rumah."


Tisana mendiamkan ucapan Tio tersebut sembari ia berjalan ke arah sesuatu dan akan tetapi dirinya mengalami kecelakaan karena ia tidak melihat kalau jalan tersebut ada mobil.


Brak.


Tio yang melihat akan hal tersebut, dirinya langsung menelepon ambulans untuk bisa membawa Tisana ke rumah sakit.


"Ini nomor ambulans, nomor berapa? Tio coba lu ingat kembali, nomor ambulans itu nomor berapa?!! ahah!, nomor ambulans itu kalau tidak salah nomor 118 dan 119, gua akan menelepon salah satu nomor tersebut."


Tio menelepon salah satu nomor ambulans yang ada di Indonesia yaitu nomor 118 dan telepon Tio diangkat oleh salah satu petugas ambulans tersebut.


"Halo dengan kami dari petugas ambulans, ada yang bisa kami bantu?!!."


"Halo dengan saya Tio, saya minta bantuan kalian untuk ke jalan Duren 0819, disini ada korban kecelakaan, tolong bantu korban tersebut karena korban tersebut pacar saya."


"Oke, saya tunggu."


Tio mematikan teleponnya dan petugas ambulans datang setelah telepon dimatikan oleh Tio.


Petugas ambulans tersebut mengangkat badan Tisana ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.


Tio ikut naik ke ambulans tersebut untuk menemani Tisana yang baru mengalami kecelakaan tersebut. Setelah sampai di rumah sakit, Tisana ditaruh ke hospital bed.



Gambar hospital bed 3 crank.


Tisana ditaruh ke hospital bed sampai ke ruangan ICU karena keadaan dirinya sangat kritis ketika dibawa ke rumah sakit.


Tio yang ingin masuk ke ruangan ICU untuk menemani Tisana sekaligus untuk menjaga Tisana. Akan tetapi dirinya ditahan oleh suster dan tidak diperbolehkan untuk masuk ke ruangan ICU tersebut.


"Maaf kamu tidak boleh masuk."


"Tapi suster, saya ingin melihat Tisana, dia cewek satu-satunya yang dapat merubah saya menjadi lebih baik." ucap Tio yang tidak sadar kalau dirinya meneteskan air mata.


"Walaupun begitu, peraturan rumah sakit harus tetap dijalankan dan kami sebagai suster untuk membantu dokter menyembuhkan pasien sekaligus untuk memantau kondisi pasien, dan sebelum kondisi pasien semakin parah, dokter harus memeriksa dan merawat pasien karena ruangan ICU itu adalah ruangan darurat seperti halnya pasien mengalami kecelakaan ataupun luka bakar yang serius dan karena itu kami harus cepat tangani pasien agar pasien bisa kami selamatkan." ucap suster tersebut.


"Tapi sus...,"

__ADS_1


"Saya sekali lagi minta maaf kalau begitu pintu ruangan ICU nya saya tutup." ucap suster itu.


Suster tersebut menutup pintu ruangan ICU dan Tio yang sangat mengkhawatirkan Tisana, dirinya mencoba menelepon Jaya untuk mengabarkan kalau anak keduanya kecelakaan.


...----------------...


Telepon Jaya berdering sangat keras sampai membuat dia merasa risih akan berderingnya handphone dia tersebut.


Dreet


Dreet


Dreet


Jaya semakin risih akan teleponnya berdering dan dia mengangkat telepon handphonenya tersebut yang terus menerus berdering.


...📞...


"Assalamu'alaikum om Jaya." ucap Tio yang panik.


"Wa'alaikumussalam Tio, ada apa? kamu sudah menemukan keberadaan Tisana? dan kenapa suara kamu seperti sedang panik akan sesuatu?."


"Aku sudah menemukan Tisana om dan tetapi...,"


"Tetapi kenapa? Tisana baik-baik saja kan?! Tio, cepat kasih tahu om keadaan Tisana!!."


"T-tisana....,"


"Tisana kenapa Tio? cepat kasih tahu om!!."


"Tisana kecelakaan om."


"Inalilahi, apa?? Tisana kecelakaan?? sekarang kamu ada di mana?."


"Di rumah sakit Medistra, om dan sekarang Tisana lagi dirawat di ruang ICU."


"Keadaan Tisana kritis, Tio?!!."


"Iya om dan makanya Tisana dibawa ke ruang ICU karena kondisi dia kritis."


"Kalau begitu, kami akan ke sana dan kamu tunggu kami di rumah sakit itu."


"Baik, om."


Jaya mematikan teleponnya dan ia mengabari keadaan Tisana ke istrinya tersebut kalau anak mereka mengalami kecelakaan.


"Hah? apa? Tisana kecelakaan, hiks, hiks!." ucap Lia yang sembari menangis akan dia tahu kondisi anaknya mengalami kecelakaan.


.



.


Bersambung~

__ADS_1


Bagaimana ya kondisi Tisana?, apa Tisana bisa diselamatkan? atau justru sebaliknya?!!.


Dan insyaallah author lagi mencoba untuk setiap hari up walaupun mungkin, nanti ada yang terlewat satu hari atau lebih, itu author minta maaf karena author masih mencoba untuk setiap hari up dan kalaupun author tidak bisa untuk setiap hari up, setidaknya author up setiap hari senin dan rabu.


__ADS_2