Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(51) Rencana Tisana Berhasil dan Rencana Fauzal Gagal Untuk Mencelakai Tisana


__ADS_3

(51) Rencana Tisana Berhasil dan Rencana Fauzal Gagal Untuk Mencelakai Tisana.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


"Kak Tio dan Kak Tisana sedang menyiapkan apa? jawab pertanyaan Tiana dan kalian harus jujur jawab pertanyaan aku!!."


"Kita sedang menyiapkan...,"


Tisana menginjak kaki Tio dengan sangat keras, dia menginjak kaki itu adalah sebagai kode kalau ia tidak boleh mengasih tahu rencananya ke Tiana.


Tio sangat kesakitan atas kakinya diinjak oleh Tisana dengan sengaja supaya dirinya tidak mengasih tahu rencana Tisana.


"Aadduuh, ssaakit." teriak Tio yang kesakitan karena kakinya diinjak oleh Tisana.


"Ups! sengaja." ucap Tisana.


"Kenapa kamu menginjak kaki aku, Tisana?." tanya Tio dengan emosi kesel.


"ええと、それは大丈夫です、と また 私 わざと 踏む足 あなた." 答え ティサナ.


( "Um, tidak apa-apa dan juga aku sengaja menginjak kaki kamu." jawab Tisana. )


"Kamu benar-benar menyebalkan, Tisana."


"Bodoamat."


Tiana yang sudah kesel sama Tio dan Tisana yang tidak menjawab pertanyaan darinya. "Kak Tisana, kak Tio, jawab pertanyaan aku dan sepertinya kalian sedang merahasiakan sesuatu sama aku, dan maksud omongannya kak Tio barusan itu apa tentang menyiapkan hal apa? dan jangan mencuek kan pertanyaan dari aku!!!."


"Jadi begini...,"


Tisana lagi-lagi menginjak kaki Tio dan tetapi setelah dirinya menginjak kaki Tio, ia berbisik ke Tio dengan kalimat. "Kalau kamu mengasih tahu ke Tiana tentang rencana aku untuk membalas perbuatan bang Fauzal ke aku selama ini, kita gak usah temenan sampai kapanpun dan kita beneran resmi putus!!!."


Tio terdiam setelah ia mendengar ucapan Tisana ke telinganya itu, Tio memutuskan untuk tidak berbicara apapun terhadap rencana Tisana yang ingin membalas perbuatan Fauzal ke Tisana.


Tiana yang semakin kesel sama mereka berdua, ia semakin penasaran sama maksud ucapan Tio tadi dan juga ia kesel karena belum dikasih tahu oleh mereka berdua yang membuat dirinya semakin penasaran akan maksud Tio.

__ADS_1


"Ayolah kak!!, aku semakin penasaran maksud ucapan kak Tio itu apa? dan juga kalau pertanyaan aku gak dijawab lagi, siap-siap kalian, aku smackdown!!."


Tisana dan Tio saling berbisik-bisik, mereka tidak mau kena smackdown dari Tiana tetapi mereka tetap harus merahasiakan rencana mereka untuk membalas Fauzal.


"Bagaimana ini Tisana? aku sama sekali tidak mau di smackdown adik kamu, Tiana." Bisik Tio ke Tisana.


"Pufft!, kamu harus tetap merahasiakan rencana ini walaupun nanti kamu di smackdown sama Tiana dan ingat Tio, hati-hati sama Tiana karena dia bisa beladiri alias dia bisa silat dan Tiana bisa silat pun, dia ikut ekskul silat di sekolahnya dan dia udah sabuk kuning strip biru, jadi hati-hati ya kalau berurusan sama adik aku, Tiana."


"Tisana, kamu jangan takut-takuti aku dengan kamu bilang Tiana bisa silat dan sudah sabuk kuning strip biru."


"Aku tidak menakuti kamu tetapi emang benar adanya, Tiana itu bisa silat dan dia udah sabuk kuning strip biru, kalau kamu tidak percaya, tanya aja sama Tiana."


"Oke, aku bakal nanya ke Tiana."


"Iya, silahkan!."


Tio menanyakan ke Tiana tentang ia bisa beladiri atau tidak dan tentang ia sudah sabuk kuning strip biru.


"Tiana, apa kamu benar bisa silat dan udah sabuk kuning strip biru?." tanya Tio.


"Iya, aku emang bisa silat dan aku bisa silat pun karena aku ikut ekskul silat dan kalau masalah sabuk, aku emang udah sabuk kuning strip biru, kak Tio." jawab Tiana.


"Kamu pernah ikut lomba silat?!."


Tio seketika diam membeku atas jawaban Tiana dan Tisana sedikit mengolok-olok Tio.


"Bagaimana Tio? aku benarkan kalau Tiana itu bisa silat. Ululu, sepertinya kamu kalah jauh sama adik aku, Tiana."


Tio hanya diam dengan olokan Tisana, ia berpikir kalau dirinya kalah jauh sama adiknya Tisana, Tiana.


"Kenapa bisa Tiana udah sabuk kuning strip biru? padahal umurnya masih anak SMP sedangkan gua cuma baru sampai sabuk kuning, gua sebagai pacar kakaknya insecure nj*r karena gua baru sampai sabuk kuning dan gua baru 3 kali ikut lomba dan itupun gua juara ke dua. Bagaimana bisa Tiana udah sabuk kuning strip biru sedangkan gua baru sampai sabuk kuning? sudahlah! emang udah nasib."


Tiana merasa heran atas ucapan Tio yang secara tiba-tiba nanya tentang ia bisa beladiri atau tidak.


"Kak Tio, kenapa bertanya aku bisa beladiri atau tidak ya?!! ah, sudahlah! aku tidak mau terlalu memikirkan hal itu dan sekarang aku harus mengetahui maksud ucapan kak Tio tadi." Batin Tiana.


Tiana semakin keras kepala dan semakin penasaran akan maksud ucapan Tio, ia memaksa Tisana dan Tio supaya mereka jujur menjawab pertanyaan dari dirinya tersebut.


"Ayolah, kak, kasih tahu aku maksud ucapan kak Tio tadi!!!," Paksa Tiana kepada Tisana dan Tio.


Akhirnya mereka menyerah dan mereka mengasih tahu Tiana tentang rahasia mereka yang mempunyai rencana untuk membalas perilaku Fauzal.


Tiana sangat syok akan ia mengetahui kalau bahwasanya Tio dan Tisana mempunyai rencana untuk membalas perilaku Fauzal. Walaupun ia syok tetapi di hatinya sangat senang karena ia juga kesel sama abangnya, Fauzal yang ingin mencelakai kakak tercinta dirinya, Tisana. Dan karena dirinya sangat senang akan rencana Tisana dan Tio, ia sangat ingin membantu rencana kakaknya berhasil untuk membalas perilaku abangnya tersebut, walaupun ia tidak mempunyai rasa benci ataupun dendam terhadap abangnya itu.

__ADS_1


"Kak, aku boleh ikut bantu rencana kakak?!!,"


Tisana langsung menyetujui kalau adiknya, Tiana, boleh ikut membantu dirinya untuk membalas Fauzal dengan fobia nya tersebut.


"Boleh, asalkan kamu harus buat rencana kakak benar-benar berhasil."


"Tenang saja kak Tisana."


"Oke."


.


.


.


Di keadaan Fauzal yang sudah selesai menyiapkan rencananya dengan bantuan di samping rumah sakit yang sudah tidak di tempati sebagai tali penghubung kamar rumah sakit yang sudah tidak terpakai dan ruangan Tisana. Ia sudah memasang tali di kamar Tisana untuk disambungkan ke rumah sakit yang sudah tidak terpakai dan dirinya sudah menaruh pisau di lubang tali yang diikat bersamaan dengan pisau yang sudah terikat tadi. Dirinya juga akan memencet tombol untuk mengaktifkan tali yang terikat pisau tersebut pada malam harinya.



Contoh gambar tentang rencana Fauzal sekaligus penjelasan dari rencana dirinya, maaf kalau gambarannya tidak bagus karena author tidak ahli dalam menggambar.


.


.


.


Pada malam harinya pukul 12.30 Am atau jam setengah satu malam, Fauzal melaksanakan aksinya untuk mencelakai Tisana kembali. Akan tetapi dirinya dikejutkan oleh Tio yang sudah berkostum badut dan ia merasa ketakutan bahkan dirinya berteriak meminta tolong disebabkan fobia yang ia miliki.


"Aaahhhhh!, tolong!!." Teriak Fauzal dengan sangat keras.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua buat aku semakin semangat update novel ini.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.


__ADS_2