
(40) Mencari Keberadaan Tisana 1.
...Sebelum kalian baca novel ini tolong di like terlebih dahulu dan kalau kalian suka tolong di favoritkan....
...Karena itu bisa membuat saya semakin semangat updatenya....
Saya ingatkan sekali lagi, tolong jangan menjadi silent reader ataupun pembaca gelap. Kalau begitu langsung kita masuk ke alur ceritanya.
...----------------...
"Tidak usah memeluk aku." ucap Tisana.
Georgi sangat ingin memeluk Tisana dan akan tetapi dirinya tidak diperbolehkan memeluk sahabat kecilnya tersebut sekaligus cinta pertamanya.
"Kenapa gua tidak boleh memeluk lu?."
"Bukan mahram, jadi kamu tidak boleh memelukku."
"Begitu ya, gua belum tahu soalnya gua beda agama sama lu."
"Tidak apa."
Georgi menanyakan kabar Tisana karena mereka sudah lama tidak bertemu sejak Georgi pindah ke luar negeri.
"Apa kabar sahabat kecil gua, Tisana?."
"Alhamdulillah, baik, kalau kamu bagaimana?."
"Gua baik juga, sekarang lu sekolah dimana, Tisana?."
"Aku sekolah di SMA Negeri Golden Mutiara."
"Sekolah terkenal itu ya?!!,"
"Hmm."
Mereka saling berbincang-bincang sampai membuat Georgi merasa sadar kalau Tisana membawa koper dan pergi malam-malam. Georgi bertanya langsung kepada Tisana tentang dirinya membawa koper dan pergi malam-malam.
"Tisana, kenapa lu membawa koper malam-malam begini dan juga lu kenapa keluar malam-malam?."
"Tidak apa."
Georgi merasa heran kepada Tisana bahwasanya ia berubah dan bukan Tisana sahabat kecil dirinya dan cinta pertamanya yang ia kenali.
Tisana sangat ingin mengakhiri pembicaraan dia dan Georgi karena dirinya harus melanjutkan mencari tempat penginapan sementara untuk ia tinggali.
Akan tetapi dirinya susah untuk mencari topik pembicaraan untuk menjadi penutup obrolan mereka.
"Aku harus bisa mencari topik pembicaraan untuk bisa menutup pembicaraan dengan Georgi."
Dan tanpa Tisana perlu berpikir untuk mengakhiri pembicaraan dan Georgi langsung menutup pembicaraan tersebut.
"Oh, jadi lu sudah mempunyai pacar, selamat ya." ucap Georgi yang cemburu kalau Tisana sudah punya pacar.
Didalam hati Georgi yang masih menyimpan rasa kepada Tisana "hahaha! ternyata Tisana sudah punya pacar, gua terlalu berharap lebih terhadap perasaan yang gua pendam dan sekarang tugas gua adalah harus menghapus perasaan suka ini tetapi gua tidak bisa menghapus perasaan suka gua terhadap Tisana, habisnya gua sudah suka sama Tisana dari dahulu dan makanya sangat sulit untuk menghapus perasaan ini, walaupun begitu gua harus bisa untuk menghapus perasaan suka ini."
Setelah Georgi selesai berucap dalam hatinya, ia langsung pergi ke tempat yang ia tinggali. Sedangkan Tisana yang merasa heran terhadap nada bicara Georgi seperti tidak menerima kalau dirinya berpacaran.
"Kenapa nada bicara Georgi sangat berbeda saat pembicaraan tentang aku sudah punya pacar atau belum? apa Georgi menyukaiku atau tidak? bodo amat, aku tidak mau terlalu kegeeran, yasudah aku akan melanjutkan jalan untuk mencari tempat tinggal sementara."
Keesokan harinya di keadaan Lia yang tidak bisa tidur karena terlalu memikirkan Tisana yang kabur dari rumah.
__ADS_1
"Tisana, kamu kemana? mama sangat mengkhawatirkan kamu, Jaya, suamiku bangun."
Jaya bangun dari tidurnya dalam keadaan yang masih setengah sadar.
"Apa istriku?."
"Cepat bangun."
"Aku sudah bangun, sayang."
"Salat Subuh dulu sana setelah kamu udah selesai salat, aku akan kasih tahu kamu sesuatu tentang Tisana."
"Ada apa dengan anak kita, Tisana?."
"Nanti aku akan bilang ke kamu setelah selesai salat subuh."
"Oke."
Jaya mengambil wudu untuk melaksanakan salat subuh. Setelah ia selesai berwudu, ia melaksanakan salat subuh.
...
Setelah dirinya sudah selesai salat subuh, Lia langsung bilang ke Jaya kalau anak kedua mereka kabur dari rumah.
"Apa? Tisana kabur dari rumah? kenapa bisa, sayang?."
"Aku tidak tahu tetapi selepas aku ke kamar anak kita, Tisana sudah tidak ada dan aku sudah cari Tisana di seluruh ruangan yang ada di rumah."
"Kita cari Tisana sekarang!!."
"Tapi sayang ini masih terlalu pagi untuk mencari anak kita, Tisana!."
"Aku juga khawatir sama Tisana, sayang, bukan kamu doang yang mengkhawatirkan Tisana."
"Fauzal dan Tiana sudah tahu kalau Tisana kabur dari rumah?!!."
"Mereka berdua sudah tahu dan aku sudah membuat rencana untuk mencari keberadaan Tisana."
"Rencana apa?."
"Jadi rencana aku untuk mencari Tisana mulai dari tempat yang ia sering kunjungi dan tempat yang paling dia suka."
"Apa kamu tahu tempat yang sering Tisana kunjungi?."
"Tidak tahu tapikan nanti bisa nanya ke Tio."
"Tio tahu kalau Tisana kabur dari rumah?!."
"Aku sudah kasih tahu ke Tio, sayang."
"Cari Tisana jam berapa?."
"Jam 6.00 pagi."
"Berarti satu jam lagi."
"Hmm."
Di keadaan Tio yang sudah bangun dan salat subuh.
"Sebelum ke rumah tante, gua harus olahraga terlebih dahulu setelah selesai berolahraga, gua akan langsung mandi."
__ADS_1
Tio berolahraga pagi sampai membuat dirinya sangat banyak bercucuran keringat.
"Huh! capek juga olahraga kayak begini dan juga gua udah lama tidak berolahraga sendiri, giliran gua punya waktu untuk olahraga sendiri, gua mengeluarkan banyak keringat, sudahlah gua pulang saja soalnya sudah banyak bercucuran keringat."
Setelah Tio selesai berolahraga, ia pulang dan langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi agar dia badannya tercium wangi oleh menantunya.
bercanda 🤣
......................
Setelah selesai mandi, ia memakai pakaian yang rapi dan sopan dengan menggunakan style yang cool.
Contoh gambar Tio yang berpakaian sopan tapi cool.
Setelah selesai memakai pakaian, Tio langsung menuju ke rumah Lia dan Jaya untuk mencari keberadaan Tisana.
...
Setelah sampai ke rumah Lia dan Jaya, mereka langsung mencari keberadaan Tisana karena waktu sudah menunjuk ke angka 6 pagi.
Mereka mencari Tisana sampai pukul 10.00 pagi, mereka belum menemui keberadaan Tisana ataupun jejak Tisana kabur dari rumah.
Sedangkan Fauzal yang sudah bertemu dengan Tio, pacarnya Tisana, ia langsung mengajak obrol Tio bahkan menanyai kedekatan Tio dan Tisana.
"Jadi lu yang namanya Tio?!!."
"Ada apa dengan nama saya, bang Fauzal?."
"Tidak apa, hubungan lu sama Tisana itu apa?."
"Apa itu penting gua harus kasih tahu hubungan gua dengan adik kedua lu, bang Fauzal?."
"Brengs*k sekali lu, lu dan Tisana sama-sama bodoh!."
"Maaf bang Fauzal tapi saya dan Tisana itu bukan orang yang bodoh mungkin sebaliknya kalau bang Fauzal itu orang yang bodoh."
"Brengs*k lu, Tio."
"Maaf bang Fauzal tapi saya tidak terima kalau pacar saya itu menderita hanya gara-gara takut sama bang Fauzal."
"Maksud lu apa?."
"Hahaha! masa bang Fauzal tidak tahu kalau bang Fauzal itu melakukan kekerasan terhadap adik sendiri dan yang saya heran kenapa Tisana doang yang diperlakukan tidak adil oleh bang Fauzal?!!."
"Brengs*k."
"Kalau begitu saya ingin melanjutkan mencari Tisana terlebih dahulu, bye."
Fauzal merasa sangat marah dan kesel terhadap Tio, karena Tio tahu kalau Tisana diperlakukan keras oleh dirinya. Dan Fauzal merasa heran, Tio tahu kalau dirinya melakukan kekerasan terhadap Tisana darimana?!!.
"Tio tahu gua melakukan kekerasan terhadap Tisana darimana? apa Tisana memberi tahu ke Tio kalau dirinya diperlakukan keras oleh gua? sungguh sangat brengs*k! mama, papa ataupun Tiana tidak boleh tahu kalau gua memperlakukan Tisana dengan kekerasan."
Bersambung~
Readers novelnya seru tidak? soalnya akhir-akhir ini saya merasa kalau novel ini semakin membosankan. Semoga kalian tidak merasa bosan dengan novel ini dan pastinya tetap dukung karya saya. Saya sangat berterima kasih kepada kalian karena mau membaca novel ini dan mendukung karya saya.
Dan juga saya belum sepenuhnya merevisi novel ini karena saya sibuk dengan kehidupan saya. Saya juga tidak jadi hiatus, alasannya saya tidak tahu kenapa tidak jadi hiatus? intinya tetap dukung karyaku dengan mengasih like, favorit kalau kalian suka, gift dan votenya, agar saya semangat updatenya. Terima kasih~
Salam hangat Author.
__ADS_1