Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(112) I'm Jealous [S2]


__ADS_3

...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Di keadaan Tio yang mencoba memikirkan caranya untuk dia bisa dekat lagi dengan Tisana dan Lia bisa menyetujui kembali hubungan mereka berdua seperti semula.


"Bagaimana ya caranya untuk membuat tante Lia menyetujui hubungan gua dan Tisana seperti semula?, " batin Tio.


Tisana yang melihat Tio yang sedang melamun dan terlihat dari wajahnya Tio bahwasanya ia memikirkan sesuatu.


"Kenapa Tio tiba-tiba melamun seperti itu? sepertinya ia terlalu memikirkan cara supaya mama menyetujui hubungan ku dengan dirinya, aku harus menghentikan lamunannya tersebut. "


Tisana pun menghentikan lamunan Tio dengan melambaikan tangannya ke depan wajah Tio.



"Tio!! Tio!, " panggilnya sembari melambaikan tangan ke depan wajah Tio.


Dirinya belum berhasil membuat Tio tidak melamun lagi. Kali ini ia membuat Tio tidak melamun kembali dengan cara yang berbeda dari yang lainnya.


"Tio sayang, " ucap Tisana yang mengucap di telinganya Tio.


Ia pun mencium pipi Tio.


Muah


Tio pun langsung tersadar dari lamunannya dan wajahnya pun memerah sembari jantungnya sangat berdegup dengan kencang akan kelakuan Tisana.


Dak, dig, duk


"Kamu k-kenapa tiba-tiba mencium pipiku, Tisana?" tanya Tio yang berwajah memerah.


"Tidak apa-apa aku lagi kepengen aja dan terlebih lagi kamu sedang melamun seperti itu, " jawab Tisana.


"Oh gitu maaf ya kalau misalnya aku melamun terus, Tisana. "


"Iya tidak apa-apa dan juga makan lagi sana makanan mu, kasihan kalau tidak dimakan. "


"Iya. "


Setelah Tio sudah selesai makan makanannya, mereka berdua pun memutuskan untuk pulang bersama walaupun nantinya Tio akan segera pergi dari rumahnya Tisana dengan cepat supaya tidak ketahuan oleh Lia.


...----------------...


Aiden pun yang sedang di rumahnya sembari mengerjakan skripsinya yang akan menentukan kelulusannya, serta ia juga masih memikirkan perempuan yang pernah ia selamatkan dari pelecehan.


"Ahhh!! pusing banget gua sama skripsi sialan ini, eh kira-kira bagaimana kabar perempuan itu ya? semenjak kejadian yang tidak mengenakan itu terjadi, ia tidak pernah lagi kelihatan dan juga gua masih penasaran nama perempuan itu. Gua akan mencoba lagi untuk mencari perempuan itu untuk mengetahui kabar dirinya, " ucap Aiden.

__ADS_1


Dirinya pun keluar dari rumahnya untuk mencari keberadaan perempuan tersebut sembari ia mencari referensi untuk melanjutkan skripsinya.


"Gua mau cari dia dari mana ya? kok gua bingung, gua ke tempat kejadiannya aja dah, siapa tahu dia lewat situ buat pulang?!!, " ucap Aiden yang memutuskan untuk mencari perempuan itu ke tempat kejadian waktu itu.


Ia pun menuju ke tempat kejadian itu dan ternyata perempuan yang ia cari tidak ada.


"Gua harus cari dirinya di mana lagi?? bodo amat dah, mendingan gua cari referensi buat menyelesaikan skripsi gua. "


Dan ternyata tidak berselang lama, Aiden pun menyerah untuk mencari perempuan yang pernah ia selamatkan tersebut.


Tidak ada angin, tidak ada hujan perempuan yang ia cari pun berpapasan dengannya, perempuan yang ia cari ini ternyata adalah Tisana.


"Halo, " sapa Aiden.


"Halo juga, eh bukannya kamu cowok yang pernah selamatkan aku ya?!" ucap Tisana yang langsung to the point.


"Iya, ternyata kamu masih ingat ya."


"By the way terima kasih ya kamu udah nyelamatin aku dari cowok-cowok brengs*k itu, " ucap Tisana.


"Iya sama-sama dan kalau aku boleh tahu, siapa namamu?."


"Nama aku Tisana dan namamu siapa?."


"Nama aku Aiden, salam kenal yaa."


"Iya."


Tio yang sedang bersamanya pun merasa kebingungan yang dimaksud mereka berdua itu apa.


Aiden yang baru sadar ternyata perempuan yang ia pernah selamatkan sedang bersama laki-laki lain yang menurut dirinya laki-laki tersebut pacarnya.


"Tisana cowok yang disamping kamu siapa? pacar kamu ya?, " tanya Aiden yang sebenarnya cemburu.


"Oh dia namanya Tio dan dia...., " jawab Tisana yang terpotong oleh Tio.


"Gua pacarnya Tisana, sepertinya lu kelihatan cemburu ya akan gua, cowok yang ada disampingnya, " ucap Tio yang pura-pura menjadi pacarnya Tisana.


"Oh, gua emang cemburu kok tetapi gua tidak terlalu berharap untuk bisa bersama cewek lu, bro" ucap Aiden.


"Baguslah dan juga terima kasih lu pernah menyelamatkan cewek gua dari kejadian yang tidak mengenakan" ucap Tio.


"Iya sama-sama dan gua minta ke lu untuk menjaga dan melindungi cewek lu, bro dari kejadian yang tidak mengenakan seperti halnya pelecehan" ucap Aiden.


Setelah mengucap perkataan seperti itu, Aiden pun langsung pergi begitu saja dengan perasaan yang cemburu walaupun ia baru mengenal perempuan tersebut.


Dan Aiden pun balik ke rumahnya dengan memakai earphones yang terpasang lagu galau yang sangat cocok dengan yang baru dirinya alami yang berjudul Badut by Raavfy.


...Aku tak bahagia...


...Ku tutupi dengan indah, ooh...


...Saat ku sedang sendiri...

__ADS_1


...Ku menangis kencang tapi tak ada yang peduli...


...Ku buat cerita...


...Tentang wajahku yang kedua, ooh...


...Kini ku sudah biasa...


...Memakai topeng untuk tetap bahagia...


...Di depanmu...


...Aku tersenyum, ku di depanmu...


...Tapi tak berarti aku bahagia...


...Di sini aku hanyalah badutmu...


...Aku berharap kau melihatku...


...Dan mulai bicara pada diriku...


...Tetapi ku sadar siapa aku...


...Semua berfikir...


...Aku selalu bahagia, woo...


...Di luar aku bahagia...


...Tapi di dalam sungguh aku tersiksa...


...Itu kenyataannya...


Aiden pun menarik napas dalam-dalam lalu ia hembuskan, "kenapa dia sudah punya pacar aja? padahal gua baru bertemu lagi dengan dirinya, lalu setelah itu dijatuhkan yang faktanya ia sudah mempunyai pacar, cocok banget sumpah gua jadi badut."


Sedangkan di keberadaan Tio yang mengaku-ngaku pacarnya Tisana walaupun yang sebenarnya ia mantannya.


Tisana yang merasa kesal dengan ucapan Tio yang tadi, yang mengaku dirinya sebagai pacar Tisana.


"Maksud ucapan kamu tadi itu apa? ngaku-ngaku jadi pacar aku lagi padahalkan kita hanya sebatas mantan, " ucap Tisana yang kesal.


"Tidak apa-apa dan sebentar lagi aku akan membuat hubungan kita seperti sebelumnya, " ucap Tio.


"Mana mungkin secepat itu kamu bisa meyakinkan mama untuk bisa menyetujui kembali hubungan kita berdua, Tio, " ucap Tisana.


"Ya emang, makanya itu aku dan kamu harus bisa meyakinkan mama mu itu untuk menyetujui hubungan kita, Tisana" ucap Tio.


"Aku tidak mau."


.


.

__ADS_1


.


Bersambung~


__ADS_2