
(28) Nico Menjadi Budak Haris.
Nico sama sekali tidak terima oleh kekalahannya dan Nico harus terpaksa menjadi budak Haris karena Nico kalah dalam perjanjian.
"Sial, kenapa gua harus kalah dalam perjanjian ini..? gua sama sekali tidak terima, gua kalah dan gua harus terpaksa menjadi budak Haris, anj*ng lu Haris..!" ucap Nico yang kesel dalam kekalahannya.
"Hahaha..! kasian sekali lu harus menjadi budak gua, Nico" ucap Haris yang sembari mendekati Nico.
"Berisik lu" ucap Nico.
"Apa lu tidak terima oleh kekalahan lu dalam perjanjian ini..?" tanya Haris.
"Gua sama sekali tidak terima oleh kekalahan ini" jawab Nico.
"Hahaha..!" Haris tertawa.
"Berisik lu, tidak ada yang lucu" ucap Nico.
"Gua tahu kalau kekalahan lu itu tidak lucu menurut lu tetapi menurut gua itu hal yang lucu, hahaha..!" ucap Haris yang sembari tertawa.
"Oke, sekarang lu harus menjadi budak gua, Nico, paham kan budak..?!!" ucap Haris.
"Sial" ucap Nico yang sembari memukul sel tahanan dengan cukup keras.
Dan secara tiba-tiba kepala Nico sakit akan mengingat kejadian sesuatu.
"Sial, kenapa kepala gua sakit seperti waktu itu..? ahh, semakin sakit kepala gua dan yang gua tidak ketahui alasan kepala gua sakit kenapa..? dan setiap kepala gua sakit, gua seperti mengingat kejadian yang gua tidak ketahui sebelumnya" ucap Nico yang kepalanya sedang sakit.
"Nico, lu kenapa..?" tanya Alfian.
"Gua tidak apa-apa" jawab Nico.
"Ahh, sumpah sakit banget kepala gua" ucap Nico dalam hatinya.
Flashback kejadian yang Nico amnesia.
Setelah Nico mengalami kecelakaan, Nico di bawa ke rumah sakit dan Nico saat itu mengalami amnesia karena kecelakaan yang Nico alami.
"Dokter bagaimana keadaan anak saya..?" ucap Ibu Maryam.
"Keadaan anak ibu baik-baik saja, dia hanya luka luar tetapi sayangnya anak ibu mengalami amnesia" ucap Dokter.
"Apa..? tetapi kenapa anak saya mengalami amnesia Dok..?" tanya Ibu Maryam.
"Karena saat dia kecelakaan itu yang kena benturannya itu di bagian kepala dan itu yang membuat anak ibu amnesia" jawab Dokter.
"Oh begitu" ucap Ibu Maryam.
"Baiklah kalau ibu paham sama ucapan saya kalau begitu saya pergi dahulu untuk memeriksa pasien yang lainnya" ucap Dokter.
__ADS_1
"Putra seperti ini gara-gara Tisana yang pacaran sama Putra, Putra kecelakaan seperti ini gara-gara orang tua Tisana menabrak anak saya, Putra" ucap Ibu Maryam yang menyebut nama Nico yang dahulu sebelum nama Nico diganti menjadi nama Nico yang sekarang.
Keadaan Nico yang terbaring di rumah sakit. Tio dan Fadri yang mengunjungi Nico yang mengetahui bahwa Nico mengalami amnesia.
"Apa Putra amnesia tan..?" tanya Tio yang terkejut bahwa Putra amnesia.
"Iya, Tio, Putra amnesia" jawab Ibu Maryam.
"Sekarang tante mau apakan Putra yang sedang amnesia ?" tanya Tio kepada Ibu Maryam.
"Tante akan mengubah nama Putra dan tante akan membawa Putra jauh dari sini" jawab Ibu Maryam.
"Tetapi kenapa tante mau mengubah nama Putra?" tanya Tio.
"Tante mempunyai alasan Tio" jawab Ibu Maryam.
"Apa alasan tante mengubah nama Putra..? dan nama apa yang tante mau pakai untuk nama Putra yang baru..?" tanya Tio.
"Kamu tidak perlu tahu alasan tante mengubah nama Putra dan nama Putra akan tante ubah menjadi Nico Prasaputra Nigono" jawab Ibu Maryam.
"Apa tante serius mau mengubah nama Putra menjadi Nico..?" tanya Tio.
"Tante serius Tio" jawab Ibu Maryam.
"Setelah tante bawa Putra pergi dari sini, apakah tante akan membawa Putra kembali ke sini..?" tanya Tio untuk memastikan keputusan Maryam.
"Tenang saja Tio, Putra akan tante bawa kembali tetapi tante akan membawa ke sini setelah kalian SMA" jawab Ibu Maryam.
"Iya" ucap Ibu Maryam.
"Tante aku mau nanya..!" ucap Tio.
"Kamu ingin nanya tentang apa..?" tanya Ibu Maryam.
"Siapa yang menabrak Putra sampai membuat Putra amnesia..?" tanya Tio kepada Maryam.
"Kamu tidak perlu tahu, Tio" jawab Maryam yang tidak memberitahu yang menabrak Putra yang alias Nico.
"Tapi kenapa aku tidak boleh tahu siapa yang menabrak Putra..?" tanya Tio yang kesel karena Maryam tidak memberitahu yang menabrak Putra.
"Tio, kamu tidak boleh tahu yang menabrak Putra" jawab Maryam yang capek oleh pertanyaan Tio.
"Kenapa tante..?" tanya Tio.
Maryam mencuekkan Tio dan dia membawa Putra yang alias Nico ke bandara yang akan menuju ke Singapura.
Setelah sampai ke Singapura, Maryam berusaha mencari nama untuk Putra supaya Tisana alias pacarnya Putra tidak mengetahui nama anak nya dan supaya Tisana tidak mengetahui keberadaan Putra yang habis kecelakaan.
Dan selain itu, Maryam membawa Putra untuk berobat ke rumah sakit yang ada di Singapura dan lagipula negara Singapura dikenal negara yang maju di Asia Tenggara.
__ADS_1
Sedangkan keadaan Tio dan Fadri yang masih tidak percaya kalau Putra amnesia dan mereka berdua berusaha untuk mencari pelaku yang menabrak Putra sampai amnesia tetapi sayangnya mereka tidak berhasil menemukan pelaku yang menabrak Putra.
"Tio, bagaimana ini kita belum berhasil menemukan pelaku yang menabrak Putra..? dan gua masih belum percaya kalau Putra amnesia" ucap Fadri yang masih tidak percaya kalau Putra amnesia.
"Gua juga tidak bisa melakukan apa-apa selain mencari pelaku yang menabrak Putra" ucap Tio.
"Tio, apa kita masih bisa bertemu Putra..?" tanya Fadri.
"Masih lah, lu kira Putra meninggal dengan adanya dia amnesia" jawab Tio yang kesel.
"Iya, tidak juga tetapi kan dengan adanya Putra amnesia, dia kemungkinan tidak mengingat kita di ingatannya" ucap Fadri.
"Gua juga tahu tetapi gua yakin Putra akan mengingat kita karena kita bertiga sahabat" ucap Tio yang yakin kalau Putra akan mengingat dirinya dan Fadri karena mereka bersahabat.
"Iya, mudah-mudahan saja Putra tidak lupa oleh kita berdua" ucap Fadri.
Keadaan Nico yang masih sakit kepalanya dan Nico ingat akan kejadian waktu dia di tabrak oleh orang tuanya Tisana.
"Jadi selama ini kepala gua sakit itu karena gua berusaha untuk mengingat kejadian yang gua lupa ingatan seperti halnya gua pernah mengalami kecelakaan sampai membuat gua amnesia" ucap Nico dalam hatinya.
"Nico, lu tidak apa-apa..?" tanya Alfian yang khawatir sama Nico.
"Gua tidak apa-apa, Alfian" jawab Nico.
"Syukurlah, gua kira lu kenapa-kenapa" ucap Alfian.
"Terima kasih sudah mengkhawatirkan gua" ucap Nico.
"Iya, sama-sama" ucap Alfian.
"Hey babu baru, pijatin badan gua sekarang, soalnya badan gua pegal, babu" ucap Haris yang menyuruh Nico.
"Maksudnya gua..?" tanya Nico.
"Iya lu lah babu, karena sekarang lu babu gua, jadi lu harus menuruti perkataan gua, paham babu..?!" gumam Haris.
"Bac*t, kan sudah gua bilang, gua tidak akan mau menuruti perkataan lu yang tidak bermanfaat itu" ucap Nico yang berhasil buat Haris marah.
"Anj*ng, lu sekarang sudah menjadi babu gua, maka lu harus menuruti perkataan gua" ucap Haris.
"Gua tidak akan pernah mau menuruti perkataan lu itu" ucap Nico.
Haris marah kepada Nico sampai Haris mendorong badan Nico dengan keras.
"Duk duk" terdengarnya suara dorongan yang dilakukan Haris kepada Nico.
Bersambung~
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~
__ADS_1
Salam hangat Author