Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(65) Aku Sangat Mencintaimu


__ADS_3

(65) Aku Sangat Mencintaimu.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


"Tisana." panggil Tio.


"Ada apa Tio?." sahut Tisana.


"Kamu kenapa melamun?."


"Tidak apa-apa, Tio."


"Tetapi kenapa aku rasa kamu seperti memikirkan hal sesuatu?!!." tanya Tio yang khawatir sama Tisana yang seperti memikirkan sesuatu padahal Tisana melamun karena dirinya sudah nyaman sama Tio seorang.


"Aku tidak memikirkan apapun, Tio." jawab Tisana dengan nada bicara yang sedang ngambek.


"Serius kah? kamu tidak memikirkan apapun tetapi kenapa kamu malah melamun?!!."

__ADS_1


"Iya, aku serius Tio."


"Baik kalau begitu dan kamu jangan sedih lagi, Tisana, ingat bang Fauzal sudah tidak ada, Sana dan kamu harus merelakan kepergian abang kamu, dia sudah tenang di sisi tuhan."


"Aku tahu, kamu pikir merelakan seseorang di dalam hidup itu mudah?!! tidak, Tio apalagi aku berusaha untuk merelakan kepergian abang aku sendiri!! hiks!. " ucap Tisana yang kesel sama Tio yang tidak mengerti perasaan dirinya yang sangat susah untuk merelakan kepergian Fauzal sembari menangis.


"Aku tahu, itu susah untuk merelakan seseorang pergi dari hidup kita tetapi mau sampai kapan kamu susah untuk merelakan seseorang?!! dunia itu kejam, Sana, dunia itu tidak sepenuhnya orang baik, ada orang yang munafik, dengki dan jahat. Kamu hidup itu untuk bertahan hidup di dunia walaupun kamu masih susah untuk merelakan atau melepaskan seseorang tapi kamu harus bisa untuk merelakan seseorang yang pergi di hidup kamu daripada nanti kamu malah yang tersakiti!."


Tisana hanya bisa diam, dia tidak bisa berbicara lagi untuk membalas ucapan Tio karena yang diucap oleh Tio itu benar adanya.


Tio yang merasa sedikit marah akan ucapan Tisana tadi dan malah ia ungkapkan sedikit kisah kehidupan dirinya yang sangat susah untuk merelakan seseorang di dalam hidup dirinya sendiri.


.


.


.


"Bagaimana ini? aku kepikiran mulu oleh ucapan Nico yang tiba-tiba menembak aku, apa aku terima aja untuk jadi pacar dia?!! tetapi kalau sudah tidak berlaku bagaimana?!! Angelica, kamu bodoh banget, seperti apa aja yang masih berlaku atau tidaknya?!! hahaha!."


...


Di satu sisi keadaan Nico yang masih mengingat jelas disaat dirinya menembak Angelica, dia juga mengingat jawaban Angelica tetapi dirinya masih penasaran akan maksud Angelica.


"Haah! maksud jawaban Angelica waktu itu apa?!! gua penasaran banget maksud dirinya, tiba-tiba dirinya langsung pamit pergi begitu saja, sial gua semakin penasaran! sumpah, kenapa cewek suka banget main kode-kodean seperti itu?!! bagaimana kita para cowok mengerti?!! namanya juga cewek susah untuk dimengerti, untungnya gua sayang lu, Angelica walaupun di diri gua susah untuk menahan menci*m lu!!, gua sangat mencintai lu, Angelica."

__ADS_1


...


Di keadaan Angelica yang juga berucap. "Aku sangat mencintaimu, Nico." Angelica berucap seperti itu sembari senyum-senyum sendiri.


.


.


.


Tio ataupun Tisana saling menggengam tangan sembari berucap kata-kata yang romantis dan janji yang manis.


"Kita akan menjadi pasangan selamanya hingga akhir hayat dan sampai maut memisahkan cinta kita berdua. Aku sangat mencintaimu."


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift atau votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Maaf episode kali ini kurang seru atau gimana, sekali lagi aku minta maaf dan terus membaca novel ini sampai tamat.


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


__ADS_2