Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(55) Angelica dan Fadri Akan Segera Dipertemukan


__ADS_3

(55) Angelica dan Fadri Akan Segera Dipertemukan.


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin....


...Happy Reading~...


.


.


.


"Mama tahu permasalahan aku sama bang Fauzal sejak kapan?." tanya Tisana.


"Mama sudah tahu dari dulu, Tisana." jawab Lia.


"Oh, kalau begitu aku pergi dulu ma." Izin Tisana kepada Lia.


"Kamu mau kemana nak?."


Tisana mendiamkan ucapan Mamanya, Lia dan Lia melihat wajah Tisana yang seperti sedang marah sama dia.


"Kenapa wajah Tisana seperti sedang marah kepadaku?! aku sama sekali tidak tahu dan Tisana persis banget sama suami aku yang dalam kondisi marah, ia malah mendiamkan ucapan aku dan wajar saja Tisana itu anak aku sama suami aku, makanya sikapnya persis banget tapi kenapa Tisana lebih persis ke suami aku ya?! dari sikap dan wajah sedangkan kalau tinggi badannya sama kayak aku alias semua anak aku tingginya sama kayak aku, sudahlah! mungkin sudah takdir."


.


.


.


Tisana persis banget kayak author, alias dari keturunannya lebih spesifik ke bapak dibandingkan ke ibu terkecuali tinggi badannya sama kayak ibunya, sama juga kayak author lebih spesifik mirip ke bapak dibandingkan ke ibu, lah kok author malah curhat.


.

__ADS_1


.


.


Tisana berusaha untuk menahan emosinya tetapi malahan emosinya berubah menjadi tangisan yang sudah banget ia pendam bertahun-tahun atas kehidupannya itu.


"Tisana, kamu tidak boleh nangis!! kamu tidak boleh nangis, tidak boleh!!, tapi nyesek kalau tangisan ini aku tahan, kamu cengeng banget sih diri sendiri, kamu cengeng, Tisana!!, kamu tidak boleh cengeng! aku harus menjadi anak yang kuat dan tegar supaya orang tua aku tidak mengkhawatirkan ku, aku tidak boleh nangis!, tidak boleh!, kamu, diri sendiri harus menjadi wanita yang kuat dan tegar dalam apapun itu, harus! aku harus kuat!! aku mau curhat, sudahlah mendingan aku curhat sama pencipta aja, ya Allah kuatkan hati hambamu ini untuk bisa menerima semua kepahitan dalam hidup yang aku jalani, hamba hanya bisa berdoa kepada engkau ya Allah, tuhan seluruh alam semesta ini, tanpa engkau, hamba hanyalah manusia lemah, manusia rendah dan engkau yang maha tinggi, ya Allah, Aamiin."


...


Angelica yang menemui Fadri, setelah ia mengunjui Nico di penjara. Setelah dirinya sampai, ia langsung bilang kalau dirinya dijodohkan begitupun sebaliknya dan mereka berencana untuk membatalkan perjodohan mereka.


"Fadri, bagaimana dengan rencana aku yang tadi? menurut kamu bagus tidak untuk membatalkan perjodohan kita berdua dengan cara begitu?!!," ujar Angelica.


"Bolehlah rencana lu itu untuk kita bisa menggagalkan perjodohan dari orang tua kita." ujar balik Fadri sembari mengangkat alisnya.


"Oke, kita akan melaksanakan rencana itu dan kamu harus pura-pura menjadi pacarku supaya orang tua aku membatalkan perjodohan aku dengan orang yang tidak aku cintai." sambung Angelica.


"Yaudahlah, demi rencana kita berhasil, gua terima lu jadi pacar bohongan gua." ucap Fadri yang terpaksa demi perjodohannya bisa dibatalkan.


"Hmm dan lu juga mau jadi pacar bohongan gua kan untuk gua bisa membatalkan perjodohan dari bokap gua?!!,"


"Tenang aja, aku akan menjadi pacar bohonganmu demi perjodohan ini dibatalkan oleh orang tua kita."


"Oke."


Setelah mereka selesai merencanakan untuk membatalkan perjodohan mereka bedua, Angelica dan Fadri ditelepon oleh orang tua mereka secara berbarengan.


Drrrrt.


Drrrrt.


Drrrrt.

__ADS_1


Mereka berdua mengangkat telepon dari orang tua mereka dan orang tua mereka mengadakan pertemuan secara langsung oleh calon yang akan menjadi menantu orang tua mereka.


"A-apa?." ucap syok mereka secara barengan.


Setelah orang tua mereka mengabarkan hal itu, telepon langsung mereka matikan supaya anak mereka tidak protes akan perjodohannya.


Dan merekapun kesal karena telepon langsung di tutup oleh orang tua mereka.


"Ihh, kesal banget sama orang tua aku, kenapa telepon langsung dimatikan saat aku ingin protes oleh mereka?!!!!," ucap Angelica yang kesal karena dirinya tidak bisa protes ke orang tuanya.


"Sumpah, kalau bokap gua bukan orang tua gua, udah gua ajak ribut kali dan masa gua gak boleh protes?!, orang tua gua nyebelin banget!!!." ucap Fadri yang kesel juga karena dirinya tidak diperbolehkan protes terhadap perjodohannya.


***


Orang tua mereka memang sengaja mematikan teleponnya supaya anak mereka tidak protes terhadap perjodohan yang sudah mereka rencanakan dan Baric, bokapnya Angelica pun menelepon Farel, bokapnya Fadri.


"Bagaimana dengan rencana kita untuk mempertemukan anak kita, pak Farel?."


"Sip, sepertinya rencana kita untuk mempertemukan anak kita akan berhasil."


"Baguslah kalau begitu dan utang kamu akan segera lunas, jika kita berhasil menikahkan anak kita berdua." ucap Baric.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.

__ADS_1


Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.


__ADS_2