
(27) Nico Kalah dalam Perjanjian.
Nico tidak terima kalau dirinya di perintah oleh Haris dan Haris mulai melakukan bullying terhadap Nico karena Nico menolak perintah Haris.
"Lu tidak terima kalau gua perintah lu..?!" ucap Haris.
"Iya, gua tidak terima kalau lu perintah gua" ucap Nico.
Haris menendang tubuh Nico dengan cukup keras dan terjadilah mereka saling berantem sampai mereka babak belur. Dan Alfian memisahkan mereka berdua supaya mereka tidak tambah babak belur di tubuh mereka dan supaya suasana di dalam sel tenang.
"Sudah cukup, jangan berantem..!" ucap Alfian yang memisahkan Nico dan Haris yang sedang berantem.
Dan datang lah salah satu anggota kepolisian untuk mengecek keadaan mereka.
"Kenapa kalian membuat kegaduhan di dalam sel..?" tanya Polisi.
"Kami tidak membuat kegaduhan di dalam sel, pak" ucap Alfian.
"Saudara Nico, silakan anda keluar" ucap Polisi.
"Saya bebas pak dari penjara..?" tanya Nico.
"Kamu belum bisa kami bebaskan, saya suruh kamu keluar karena ibu kamu ingin bertemu dengan kamu, Nico" ucap Polisi.
"Pak, mohon maaf, bapak belum buka sel tahanannya, bagaimana saya mau keluar dari sini..?!" ucap Nico.
"Maaf, saya kelupaan, yaudah saya bukakan sel tahanannya" ucap Polisi.
Polisi membukakan sel tahanan untuk Nico keluar dari sel supaya Nico bisa bertemu dengan ibu nya.
"Nico" panggil Ibu Maryam.
"Ibu" sahut Nico.
Nico dan Ibu Maryam saling berpelukan dan Ibu Maryam menanyai perbuatan yang Nico lakukan karena sudah menculik dan menyekap orang lain.
"Nico, Ibu kangen sama kamu" pungkas Ibu Maryam yang kangen sama Nico.
"Nico juga kangen sama Ibu" ucap Nico yang juga kangen sama Ibunya.
"Nico" ucap Ibu Maryam.
"Iya Bu, ada apa..?" tanya Nico.
"Kenapa kamu melakukan hal kriminal seperti menculik dan menyekap orang..?" tanya Ibu Maryam kembali.
Nico terdiam oleh pertanyaan Ibu Maryam karena Nico mengetahui sifat Ibu Maryam yang pemarah dan Nico merasa ketakutan.
"Bagaimana gua harus menjawab pertanyaan Ibu..? Apa gua diam saja atau menjawab pertanyaan Ibu..? tapi kalau gua menjawab pertanyaan Ibu, yang gua takutkan itu Ibu akan marah oleh perbuatan gua tetapi kalau misalnya gua diam saja, Ibu juga akan marah karena gua hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan Ibu, haah, gua jadi bingung" ucap Nico dalam hatinya.
"Nico, kamu jangan diam saja dan sekarang kamu jawab pertanyaan dari Ibu" ucap Ibu Maryam.
"Ibu harus janji sama Nico" ucap Nico.
"Janji apa..?" tanya Ibu Maryam.
"Ibu harus janji supaya Ibu tidak marah kalau aku menjawab pertanyaan Ibu dengan jujur" ucap Nico.
"Baik, Ibu tidak akan marah" ucap Ibu Maryam.
__ADS_1
"Ibu serius kan..?" tanya Nico.
"Iya, Ibu serius, Nico" jawab Ibu Maryam.
"Jadi Bu, a-aku melakukan perbuatan tersebut karena aku menyukai seseorang tetapi sayangnya dia tidak menyukai aku dan akhirnya aku berniat untuk balas dendam sama pacarnya melalui menculik dan menyekap temannya" ucap Nico.
"Nico..!" panggil Ibu Maryam kepada Nico dengan raut wajah marah terhadap perbuatan Nico.
Nico ketakutan dengan hanya melihat raut wajah Ibu Maryam yang marah.
"Sial, sepertinya Ibu gua marah, gua harus bagaimana..? sumpah, gua takut sama Ibu karena raut wajah Ibu seperti marah sama gua" ucap Nico dalam hatinya.
Ibu Maryam mendekati Nico dan Ibu Maryam mengelus kepala Nico dengan lembut dan kasih sayang sembari Ibu Maryam mengucap sesuatu terhadap Nico.
"Nico, lain kali kalau kamu suka dengan seseorang jangan melakukan hal seperti itu karena Ibu tidak mau kamu menjadi sesat karena hanya 1 perempuan dan Ibu ingatkan kepada kamu Nico bahwa di dunia ini perempuan itu banyak dan tidak hanya perempuan yang kamu suka saja yang ada di dunia ini" ucap Ibu Maryam dengan suara lembut yang sembari mengelus kepala Nico.
"Ibu" ucap Nico yang sembari menangis.
"Nico, jangan menangis nanti Ibu jadi ikutan menangis hanya karena kamu menangis" gumam Ibu Maryam.
"Nico, tidak menangis Bu" ucap Nico yang sembari menyeka air matanya supaya tidak menangis.
Nico tidak bisa menyeka air matanya dan akhirnya Nico menangis di pelukan Ibu Maryam.
"Hiks Hiks..!" terdengarnya suara tangisan Nico.
"Saya jadi terharu sama mereka berdua" ucap Polisi yang ikutan menangis karena terharu dengan pembicaraan Nico dan Ibu Maryam.
Keadaan Tio dan Tisana.
"Tisana" panggil Tio.
"Iya, ada apa..?" tanya Tisana.
"Boleh" jawab Tisana.
"Sejak pertama bertemu ku tahu ada yang berbeda dari dirimu ku suka pada wajahmu dan aku tak mau berlama-lama menunggu ku ingin nikahi kamu jadikan kau istriku ku ingin kau jadi Ibu dari anak-anakku sebut namamu binti ayahmu dan semua wali 'kan berkata sah ini gila tapi ku mau halalkan mu ( lagu halalkanmu)" nyanyian Tio sembari memainkan gitar.
"Kenapa aku tersipu dengan nyanyian Tio..?" tanya Tisana dalam hatinya yang sembari tersipu.
"Tisana" panggil Tio.
"Iya, Tio" ucap Tisana.
Tio secara tiba-tiba melamar Tisana untuk menjadi tunangannya tetapi Tisana menolak lamaran Tio tersebut.
"Tisana, apakah kamu mau menjadi tunangan aku..?" tanya Tio sembari menunjukkan cincin.
"Maaf, Tio, aku tolak lamaran kamu karena aku mempunyai alasan" jawab Tisana yang menolak lamaran Tio.
"Apa karena kita masih anak SMA..?" tanya Tio.
"Iya, itu termasuk alasan kedua aku" jawab Tisana.
"Apa alasan pertama kamu..?" tanya Tio.
"Karena aku ingin fokus belajar dan aku ingin membuat orang tua aku bangga dan bahagia atas kesuksesan aku dan alasan kedua aku karena kita masih anak SMA dan itu belum waktunya kamu melamar aku" jawab Tisana.
"Kapan aku harus lamar kamu kalau lamaran aku hari ini di tolak kamu..?" tanya Tio.
__ADS_1
"Setelah aku dan kamu menjadi orang yang sukses atau bisa dibilang saat nanti kita sudah dewasa, baru kamu boleh lamar aku" jawab Tisana.
"Begitu ya, Tisana" pungkas Tio.
"Iya, Tio" ucap Tisana.
"Sudahlah mendingan kita pulang saja, Tio" ucap Tisana.
"Baik, Sana ku" ucap Tio.
Keadaan Nico dan Ibu Maryam yang lagi saling berpelukan dan saling kangen seperti Ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu.
"Ibu sayang kamu, Nico" ucap Ibu Maryam yang sembari menangis.
"Aku juga sayang Ibu" ucap Nico yang sayang sama Ibunya.
"Kenapa gua jadi nangis begini lihat ibu dan anak yang sudah lama tidak bertemu..? hah, gua sama sekali tidak bisa menahan tangisan ini dan juga gua jadi kangen sama Ibu" ucap Polisi.
"Nico" panggil Ibu Maryam.
"Iya, Ibu" sahut Nico.
"Kamu tidak boleh jadi buronan, Nico dan walaupun kamu sudah bikin Ibu kecewa tetapi Ibu mohon kamu jangan jadi buronan polisi" ucap Ibu Maryam.
"Tenang saja, Bu, aku tidak akan jadi buronan polisi" ucap Nico.
"Baguslah, Ibu jadi tenang mendengarnya" ucap Ibu Maryam.
"Sebentar, sepertinya mereka sudah melewati batas waktu untuk mengobrol" ucap Polisi.
"Yasudah Bu kalau begitu Nico kembali ke sel dulu" ucap Nico.
"Iya, Nico dan besok Ibu akan ke sini lagi" ucap Ibu Maryam.
"Oke bu" ucap Nico.
Nico menuju ke sel dan Nico berjanji terhadap dirinya sendiri.
"Baik, gua berjanji, gua tidak akan mengecewakan Ibu lagi" ucap Nico terhadap dirinya sendiri.
Dan setelah sampai ke sel. Nico dan Haris berantem kembali di dalam sel dan Nico kalah berantem dan sesuai perjanjian sebelumnya Nico harus jadi budak kalau Nico kalah.
Flashback.
Di dalam sel, Nico dan Haris saling beradu dan terbuat lah perjanjian.
"Nico, bagaimana kalau lu kalah lu harus jadi budak gua tetapi kalau gua kalah, gua tidak akan menyuruh atau membudak kan mereka..? bagaimana sama perjanjian ini..? lu setuju atau tidak sama perjanjian ini..?" ucap Haris.
"Gua setuju tetapi kalau lu kalah, lu harus berhenti membudak kan mereka yang ada di dalam sel..!" gumam Nico.
"Oke, gua akan berhenti membudak kan mereka kalau gua kalah" ucap Haris.
Dan Nico tidak terima dia kalah dari Haris dan harus menjadi budak nya Haris.
"Iya, sayang sekali lu harus kalah dari gua dan sekarang lu harus menjadi budak gua, paham budak gua..!" ucap Haris.
"Sial" ucap Nico yang tidak terima.
Bersambung~
__ADS_1
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~
Salam hangat Author