
(16) JAWABAN
Setelah Tisana Mendengar Omongan Tiana , Tisana Tidak Bisa Berkata-Kata Karena Tisana Bingung Ingin Menjawab Jujur Atau Tidak
"M-maksud..?" Tanya Tisana
"Maksud aku , Kakak pacaran sama Kak Tio..?" Tiana Menanyai Balik
"( Aku jawab jujur atau tidak..? kalau Tiana tahu aku pacaran sama Tio bagaimana reaksi Tiana..? tapi kalau aku berbohong berarti aku tidak percaya sama Tiana..?!! aku jujur atau tidak..? aku bingung mau jawab apa..? yaudah aku jujur saja kepada Tiana kalau aku pacaran sama Tio..!! , Di Dalam Hati Tisana ) Iya..!" Kata Tisana
"Maksud iya apa Kak..? Kakak pacaran sama Kak Tio..?" Tanya Tiana
"Iya , Kakak pacaran sama Tio..!" Jawab Tisana
"Yey , Kakak pacaran sama Kak Tio , Mama" Panggil Tiana
"Iya ada apa Tiana..?" Sahut Mama Lia
"Kakak pacaran sama Kak Tio" Kata Tiana
"Kamu serius Tiana..?" Tanya Mama Lia
"Aku serius Ma" Jawab Tiana
"Senang..?" Tanya Tisana
"Mama senang kamu sudah melupakan kejadian dahulu" Jawab Mama Lia
"Terserah Mama , aku mau ke kamar dahulu" Kata Tisana
"Tisana menjadi tidak dingin sama Mama" Kata Mama Lia
"Berarti Kakak sudah maafin Mama sama Papa" Kata Tiana
"Alhamdulillah kalau Tisana tidak dingin lagi sama Mama , Mama sangat bersyukur Tisana tidak dingin lagi" Kata Mama Lia Yang Bersyukur Kalau Tisana Tidak Dingin Seperti Dahulu
"Aku juga bersyukur Ma , Kakak tidak dingin sama kita" Kata Tiana
"Kak" Panggil Tiana
"Apa..?" Sahut Tisana
"Kakak sudah maafin Mama sama Papa..?" Tanya Tiana
"Sudah , Kakak sudah maafin Mama sama Papa dan juga aku bakal seperti Tisana yang dahulu" Jawab Tisana
"Serius..?" Tanya Tiana
"Kakak serius" Jawab Tisana
"Kamu serius Tisana..?" Tanya Mama Lia
"Aku serius Ma" Jawab Tisana
"Mama boleh peluk kamu..?" Tanya Mama Lia
"Boleh" Jawab Tisana
"Aku juga boleh peluk Kakak..?" Tanya Tiana
"Boleh Tiana" Jawab Tisana
Mama Lia Dan Tiana Memeluk Tisana Karena Mereka Bahagia Tisana Tidak Dingin Lagi Kepada Mereka
"Mama berterima kasih , Hiks..!! ( nangis bahagia )" Kata Mama Lia Yang Menangis Bahagia Karena Tisana Tidak Dingin
"Mama Kenapa menangis..?" Tanya Tisana
"Mama menangis bahagia Tisana" Jawab Mama Lia
__ADS_1
"Menangis bahagia..?" Tanya Tisana
"Iya , Mama senang kamu tidak dingin sama kita" Jawab Mama Lia
"Aku juga senang , Ma..!" Kata Tisana
"Aku juga senang , Kakak sudah seperti Kakak yang aku kenal" Kata Tiana
"Maaf kalau aku sudah dingin sama kalian" Kata Tisana
"Mama maafin kamu , Tisana..! Mama dan Papa juga minta maaf , Mama dan Papa sudah menabrak Putra ( nama pacar Tisana yang ditabrak oleh Mama Lia dan Papa Jaya )" Kata Mama Lia
"Aku sudah maafin Mama sama Papa dan lagipula itu sudah lama kejadiannya" Kata Tisana
"Terima Kasih , Tisana" Kata Mama Lia
"Sama-sama Ma" Kata Tisana
Keadaan Papa Jaya Yang Sudah Pulang Dari Bogor Dan Papa Jaya Mendengarkan Obrolan Mereka
"Terima Kasih Tisana , kamu sudah maafin Papa , Apa aku masuk ke dalam rumah..? aku masuk saja , Assalamu'alaikum" Kata Papa Jaya
"Wa'alaikumsalam" Kata Tisana , Mama Lia Dan Tiana
"Papa pulang" Kata Papa Jaya
"Papa" Panggil Tiana
"Tiana , Kalian kangen papa tidak..?" Tanya Papa Jaya
"Tidak" Jawab Mama Lia
"Jahat banget kamu sayang" Kata Papa Jaya
"Bodo amat" Kata Mama Lia
"Kamu sebenarnya kangen aku-kan..?" Tanya Papa Jaya
"Tidak" Jawab Mama Lia
"Iya juga , aku tidak kangen sama kamu" Jawab Mama Lia
"Yaudah kalau begitu aku balik ke Bogor lagi..?!!" Kata Papa Jaya
"Jangan" Kata Mama Lia
"Kenapa jangan..? berarti kamu kangen sama aku- kan , Lia Sayang..?!!" Tanya Papa Jaya
"( Tersipu ) A-aku kangen sama kamu , Papa Sayang" Jawab Mama Lia
"Aku udah tahu kalau kamu kangen sama aku" Pungkas Papa Jaya
"Terus kenapa kamu nanya lagi sama aku..?" Tanya Mama Lia
"Biar aku bisa melihat wajah kamu yang sedang malu" Jawab Papa Jaya
"Ih , kamu nyebelin" Kata Mama Lia
"Walaupun aku nyebelin tapi aku juga ngangenin-kan..?!!" Tanya Papa Jaya
"( Tersipu ) I-iya si" Jawab Mama Lia
"Peluk aku dong sayang" Kata Papa Jaya
"Tidak" Jawab Mama Lia
"Kenapa..?" Tanya Papa Jaya
"Ada anak-anak" Jawab Mama Lia
__ADS_1
"Oh iya aku baru ingat kalau ada Tisana dan Tiana" Kata Papa Jaya
"Bagaimana si..?" Kata Mama Lia
"Maaf aku lupa , Sayang" Kata Papa Jaya
"Yaudah aku maafin" Kata Mama Lia
"Makasih , Lia Sayang 💕" Kata Papa Jaya
"Sama-sama" Kata Mama Lia
"Tisana..!" Panggil Papa Jaya
"Ada apa..?" Sahut Tisana
"Papa minta maaf sama kamu , Tisana" Kata Papa Jaya
"Aku sudah maafin Papa" Kata Tisana
"Kamu serius..?" Tanya Papa Jaya
"Aku serius Papa" Jawab Tisana
"Syukurlah kalau begitu..!!" Kata Papa Jaya Yang Sangat Bersyukur Karena Tisana Memaafkan Kesalahan-nya
"Aku juga minta maaf sama Papa , aku sudah dingin sama Papa" Pungkas Tisana
"Papa sudah maafin kamu" Kata Papa Jaya
"Terima kasih Pa" Kata Tisana
"Sama-sama , Anak Papa" Kata Papa Jaya
"Kak Tisana doang yang anak Papa..?" Tanya Tiana
"Bukan Tisana doang yang anak Papa tapi kamu juga anak Papa , Tiana" Jawab Papa Jaya
"( Tiana Tersenyum )"
"Papa dengar Tisana pacaran sama Tio..?!" Tanya Papa Jaya
"Iya Pa , Kakak pacaran sama Kak Tio..!!" Jawab Tiana
"Ciee anak Papa sudah punya pacar sedikit lagi Papa punya mantu" Kata Papa Jaya Yang Membercandakan Tisana
"( Tersipu ) A-apa si Pa..?" Kata Tisana Yang Sedang Tersipu Karena Omongan Papa Jaya
"Tisana mmk ( malu-malu kucing ) nih" Kata Papa Jaya
"( Tisana pura-pura tidak mendengar omongan Papa Jaya dan mengalihkan topik pembicaraan ) sudahlah aku masuk ke kamar saja" Kata Tisana
"Yaudah kalau begitu" Kata Papa Jaya
"Tisana , kamu tidak mau makan terlebih dahulu..?" Tanya Mama Lia
"Aku tidak lapar Ma" Kata Tisana
"Yaudah tapi kalau kamu lapar , kamu makan saja makanan yang ada di dapur" Pungkas Mama Lia
"Baik Ma" Kata Tisana
Keadaan Nico Yang Berada Di Dalam Kamarnya
"Gua harus memikirkan rencana gua selanjutnya dan juga gua tidak boleh lupa oleh pembalasan dendam kepada Fadri karena Fadri sudah berani melaporkan rencana gua kepada Kepala Sekolah tapi cara gua untuk membalas dendam nya bagaimana..? apa gua harus menculik Fadri atau tidak..? gua sudah memutuskan kalau gua akan menculik Fadri dahulu agar rencana yang gua rancang itu berhasil tapi gua bakal melakukannya kapan..? apa malam hari saja gua menculik Fadri..? ok , gua akan menculik Fadri pada malam hari , maka dari itu gua harus menyiapkan semua yang diperlukan supaya rencana gua untuk menculik Fadri berhasil..! lihat saja Fadri , gua akan membuktikan bahwa hubungan Tio dan Tisana itu tidak pantas untuk dipertahankan..! Hahaha..! ( ketawa jahat )" Kata Nico Yang Berencana Jahat Untuk Menculik Fadri
BERSAMBUNG~
Terima Kasih Sudah Mampir Dan Membaca Novel Saya Yang Berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin"Tolong Dukung Author Agar Author Semangat Uploadnya , Like Dan Votenya , Terima Kasih~
__ADS_1
Salam Hangat Author