
(86) Menerima Rujukan Dengan Perasaan Saling Mencintai [S2]
...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...
...Happy Reading~...
.
.
.
Tisana yang baru menyadari bahwasanya mantan kekasihnya tersebut, Tio satu jurusan dan satu kelas dengan dirinya. "Lah, kenapa Tio di kelas ku? apa jangan-jangan dia emang satu kelas denganku? b-berarti selama ini Tio itu satu jurusan dengan ku sekaligus satu kelas denganku! tiidaak! kalau begini, aku tidak akan bisa move on dari dirinya... ahh!." Batin dirinya.
Keadaan Dosennya yang melihat Tisana seperti sedang bengong, dirinya pun memanggil dan menyuruh Tisana untuk maju ke depan. "Tisana, sekarang kamu maju ke depan dan jawab pertanyaan yang ada di papan tulis tersebut!," perintah Dosennya tersebut.
"B-baik pak" sahut dirinya sembari menuju ke papan tulis untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Dirinya pun menuju ke depan untuk menjawab pertanyaan yang ada di papan tulis itu. Setelah sampai ke tempat papan tulis berada, dirinya pun langsung menjawab pertanyaannya tersebut. "Pak, saya sudah menjawab pertanyaan yang ada di papan tulis tersebut dan juga, apakah jawaban saya benar?," tanya Tisana kepada Dosennya tentang jawaban yang dirinya tulis di papan tulis tersebut.
"Jawaban kamu itu kurang akurat dan hampir mendekati jawaban yang sebenarnya, Tisana. Seharusnya yang bagian itu di xxx dan bagian yang sebelah sini, di xxx," jawab Dosennya sembari kasih contoh jawaban yang benar kepada Tisana dan mahasiswa atau mahasiswi yang lainnya. "Apa kamu paham, Tisana? dan juga kalian paham tidak apa yang sudah saya jelaskan barusan untuk pertanyaan yang sudah dijawab oleh Tisana walaupun jawabannya belum akurat?." Tanya Dosennya tersebut kepada Tisana dan mahasiswa atau mahasiswi yang lainnya.
"Paham Pak." Jawab Tisana dan mahasiswa atau mahasiswi yang lainnya.
"Baguslah kalau kalian paham, sekarang kalian semua catat ya materi pembelajaran ini dan juga nanti akan bapak kasih tugas untuk kalian, dan untuk deadlinenya sampai hari sabtu, jam 12 malam. Kalian paham tidak apa yang bapak maksudkan?," ucap Dosennya.
"Paham Pak," ucap para mahasiswa atau mahasiswi yang lainnya.
Tisana pun kembali menuju ke tempat kursinya tersebut dan saat dirinya menuju ke tempat duduknya tersebut tiba-tiba mantan kekasihnya tersebut memanggil dirinya dengan sebutan sayang. "Tisana sayang" ucap Tio sembari tersenyum.
"Detak jantungku sangat cepat sekali dan gawat, semakin cepat detak jantungku ini dan cukup keras bahwasanya aku seperti sedang deg-degan, sial semakin tidak ke kontrol! a-aku harus cepat ke tempat kursi ku itu." Batin dirinya.
"Kamu kenapa, honey?." Goda Tio kepada Tisana.
"Diam kamu, Tio" ucap Tisana.
Secara tiba-tiba Tisana tersandung saat dirinya menuju ke tempat duduknya tersebut dan hampir saja, wajahnya itu kena bagian sudut kursinya tersebut dan akan tetapi Tio langsung melindungi wajahnya Tisana dengan cara dirinya tersebut membuat wajahnya Tisana ke wajahnya dirinya tersebut dan hampir saja bibirnya Tisana itu menyentuh bibirnya Tio.
Contoh kursi kuliah yang saya maksud.
__ADS_1
Mereka berdua saling tersipu dan saling deg-degan satu sama lain. "Sial! perasaan ini, detak jantungku semakin kencang dan keras. Dan sialnya, aku tersipu!," batin mereka berdua yang masih saling mencintai.
"Bibirnya Tisana sangat menggoda, gua ingin menciumnya tetapi... sudahlah! gua belum mahramnya, gua harus tahan" batin Tio yang tergoda oleh bibirnya Tisana hingga dirinya ingin mencium Tisana tetapi dirinya sadar bahwa dirinya belum menikahi Tisana alias belum halal.
"A-apa kamu lihat-lihat?," tanya Tisana dengan kondisi yang masih tersipu. "J-jangan kegeeran ya kamu, aku tadi tidak sengaja tersandung hingga akhirnya wajah ku hampir mengenai kamu, Tio!" tambahnya.
"Tidak apa-apa dan i-iya, gua tahu kok, tenang saja," ucapnya.
"B-baguslah kalau begitu" ucap Tisana yang sembari menuju ke tempat kursinya tersebut.
Dan setelah sampai ke tempat kursinya tersebut, dirinya fokus memperhatikan Dosennya yang sedang mengajar.
...----------------...
"Tiana sayang," panggil Yalia.
"Apa? dan jijay banget lu manggil gua sayang, mohon maaf ya gua bukan lesbi, Yalia" sahut Tiana.
"Idih, gua juga bukan lesbi, enak saja lu bilang diri gua lesbi, gelud yuk!." Ajak Yalia kepada Tiana untuk ribut sama dirinya.
"Yuk, mau gelud dimana?," Tiana menerima ajakan Yalia untuk ribut.
"Dimana saja yang penting kita gelud, Tiana!" sambung dirinya.
"Boleh dan lu mau nanya apa sama gua, my bestai?" tanya Yalia.
"Sebenarnya ini tidak terlalu penting...," jawab Tiana.
"Ya terus... apa yang mau lu tanyain ke gua? cepatlah kasih tahu dan jangan buat gua semakin penasaran!" ucap Yalia yang penasaran.
"Sebenarnya gua mau nanya ini sama lu dan pertanyaan yang gua mau nanya ke lu itu adalah apakah gua boleh menjadi mama tiri lu?" tanya Tiana yang membuat Yalia tertawa.
"Pufft, hahaha! ngadi-ngadi lu, Tiana dan emangnya lu mau apa dengan daddy gua, duda anak satu?" jawab Yalia yang sembari tertawa oleh perkataan yang dilontarkan oleh Tiana dan dirinya bertanya juga kepada Tiana.
"Tidak juga, diri gua cuma bercanda," jawab Tiana yang ternyata cuma bercanda. "Dan juga bukannya bokap lu itu duda anak dua, kenapa duda anak satu? masa lu jadi anaknya lupa kalau ayah lu itu duda anak dua dan bukan duda anak satu!!" tanya Tiana kepada Yalia.
"Oh iya, gua baru ingat kalau diri gua ini mempunyai abang yang jailnya minta ampun dan gua kira tadinya, diri gua ini anak tunggal loh bukan adik yang mempunyai sosok seorang abang!!!," jawab Yalia.
"Ya ampun lu bisa-bisanya lupa sama abang sendiri dan apalagi abang lu itu, Bang Tio" ucap Tiana.
"Hehe" Yalia hanya bisa cengengesan saja.
__ADS_1
......................
Farel yang menemui tempat Driana berada, tujuan dirinya ke situ untuk membujuk sang mantan istrinya tersebut untuk rujukan karena dirinya masih belum sepenuhnya bisa melupakan mantan istrinya tersebut dan dirinya emang masih mencintai Driana.
Setelah dirinya sampai ke tempat Driana dan Fadri berada, dia langsung membujuk sang mantan istrinya tersebut supaya mereka bisa rujuk dan bisa seperti dahulu lagi. "Assalamu'alaikum Driana sayang," ucapan salam Farel.
"Wa'alaikumussalam Farel dan kamu kesini untuk apa? apa ada yang mau kamu omongin ke diriku ini?" jawab salam dari Farel dan Driana langsung ke inti pertanyaan dan tanpa perlu basa-basi.
"Hm... jadi gini ada yang ingin aku omongin ke kamu, Driana" jawab Farel dari pertanyaan Driana.
"Pasti kamu mau omongin tentang masalah rujukan itu kan?," sambung dirinya.
"Iya, aku mau omongin tentang masalah rujukan tersebut dan apakah kamu terima untuk kita rujukan kembali? dan kali ini aku tidak akan sia-siakan kamu lagi, Driana. Aku masih mencintaimu dan aku bersumpah atau berjanji kepada diriku dan dirimu bahwasanya aku tidak akan membuatmu kecewa kembali terhadapku dan tidak akan selingkuh maupun sia-siakan kamu, Driana." Ucap Farel yang benar-benar ingin merubah hubungannya dengan Driana yang lebih sehat lagi dari hubungan yang sebelumnya.
"Bagaimana ini? aku terima atau tidak ya bujukan dirinya yang mengajak untuk rujukan? sumpah ini membuat diriku sedikit mumet karena antara aku yakin atau tidaknya, huh! yasudahlah aku terima saja ajakan Farel untuk rujukan dan memperbaiki hubungan kita yang lebih sehat dari sebelumnya." Batin dirinya. "A-anu Farel," ucapnya.
"A-anu apa? kamu tidak terima atas ajakan aku untuk bisa rujukan lagi sama kamu?" tanya Farel dengan raut wajah yang sedih.
Driana tersenyum dengan tatapan mata yang sangat lembut sekali sembari dirinya menatap mata Farel yang ucapannya itu sama sekali tidak terlihat berbohong. "Tidak, aku terima atas bujukan kamu itu untuk kita berdua rujuk dan untuk memperbaiki hubungan kita yang sempat hancur dan retak tetapi apa kamu akan menepati janji atas ucapan kamu yang tadi, Farel?" pungkas Driana.
"Aku janji, Driana sayang" sambung Farel.
"Baguslah kalau kamu ingin menepati janji mu itu, Farel" ucap Driana sembari tersenyum.
"Terima kasih Driana sayang, kamu sudah ingin menerima atas bujukan aku untuk kita rujuk" ucap Farel dengan wajah yang gembira.
"Iya, sama-sama Farel sayang" ucap Driana.
.
.
.
Bersambung~
...
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.
Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.
__ADS_1
Salam hangat Author.