Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(30) Tisana Mempunyai Mimpi


__ADS_3

(30) Tisana Mempunyai Mimpi.


Nico dan Haris beradu kembali sampai membuat mereka semakin babak belur oleh peraduan mereka tersebut.


"Mau lu apa, Haris..?" tanya Nico.


"Gua mau lu jadi budak gua dan lagipula lu sudah kalah dalam perjanjian yang sudah dibuat!" jawab Haris.


"Sudah! kalian bisa tidak jangan berantem, kalau kalian masih berantem, ayo, kita bertiga ribut, jangan mentang-mentang gua orangnya pendiam, ayo kita berantem!" ucap Alfian yang marah sembari mengajak berantem ke Nico dan Haris.


"Anj*r, lu bisa juga mengamuk, babu!" ucap Haris.


"Gua bisa mengamuk kalau gua sudah muak oleh dunia ini!" ucap Alfian.


"Aduuh! seram banget, kirain gua,lu tidak bisa marah" ucap Haris.


"Ayo kita bertiga berantem, kalian berdua pada takut sama gua, makanya kalian diam saja, pengecut kalian, ayo, gua menantang lu Nico dan Haris" ucap Alfian.


"Alfian, bukan berarti gua takut sama lu" ucap Nico.


"Terus apa?" tanya Alfian.


"Lu seram nj*r kalau marah" ucap Nico.


"Lu baru tahu kalau gua marah, seram!" gumam Alfian.


"Gua baru tahu, Alfian" ucap Nico.


"Ayolah, daripada kalian berdua berantem mendingan kita bertiga berantem biar kita lihat yang jago berantem siapa?!! gua, Nico, atau Haris" ucap Alfian.


"Ayo" sorak Nico dan Haris.


Dan mereka bertiga berantem tetapi yang menang dalam berantem adalah Alfian.


"Aduuh, kalian lemah banget dan terlebih lagi lu, Haris, lu sebagai orang yang suka menindas orang lain dan lu kalah dari gua" ucap Alfian.


"Sialan lu Alfian" ucap Haris.


"Hahaha..! kasian banget, lu tidak terima kalau lu kalah dari gua dalam peraduan kita bertiga..?!!" ucap Alfian.


"Gua tidak terima" ucap Haris.


"Sudah terbuktikan kalau lu itu lemah, Haris" ucap Alfian.


"Sial" ucap Haris.


"Sudah, jangan seperti itu, Haris, lu harus terima kekalahan lu dalam berantem kita yang tadi" ucap Nico.


"Kayak lu tidak seperti itu, Nico" ucap Haris.


"Bodo amat" ucap Nico.


"Introspeksi diri, Nico, sebelum lu bilang seperti itu ke gua" ucap Haris.


"Iya, gua tahu tetapi walaupun begitu gua masih terima kekalahan gua" ucap Nico.


"Gua tidak percaya kalau lu terima kekalahan lu" ucap Haris.


"Jangan membuat gua kesel oleh ucapan lu itu" ucap Nico.


"Tidak peduli gua kalau lu kesel sama ucapan gua" ucap Haris yang semakin membuat Nico merasa kesel.


"Sudah gua bilang jangan membuat gua semakin kesal sama lu" ucap Nico.


"Sudah, kalian jangan ribut lagi kalau tidak gua akan membuat kalian berdua semakin babak belur" ucap Alfian.


"Jangan seperti itu, Neng Alfian" ucap Nico.


"Apa-apaan itu lu panggil gua pakai neng segala, lu kira gua cewek apa..?!!" ucap Alfian yang kesel sama ucapan Nico.


"Gua cuman bercanda, Alfian" ucap Nico.


"Jangan seperti itu juga bercandaan lu, Nico" ucap Alfian.


"Yaudah, gua minta maaf" ucap Nico.

__ADS_1


"Kali ini gua maafin lu, Nico" ucap Alfian.


"Yaudah, Arigatou gozaimasu ( terima kasih )" ucap Nico.


"Bahasa apaan itu?" tanya Alfian.


"Bahasa Jepang" jawab Nico.


"Artinya apa?" tanya Alfian.


"Artinya terima kasih" jawab Nico.


"Nico, apa gua boleh cerita sama lu..?" tanya Alfian.


"Boleh, lu mau cerita apa ke gua?" tanya Nico kembali.


"Gua yang dahulu hidupnya sangat menderita" ucap Alfian.


"Kenapa hidup menderita..?" tanya Nico.


"Karena gua terlahir sebagai anak yang tidak diinginkan oleh orang tua gua" jawab Alfian.


"Bukannya anak kalau lahir di dunia itu sangat diinginkan orang tua..?!!" gumam Nico.


"Iya tetapi kalau gua berbeda, gua dilahirkan sama sekali tidak diinginkan orang tua dan bisa dibilang gua anak broken home" ucap Alfian.


"Serius lu, lu anak broken home..?!!" ucap Nico.


"Gua serius, gua hidup tanpa adanya kasih sayang orang tua dan setiap hari orang tua gua selalu ribut bahkan sampai ayah gua membunuh ibu gua sampai ibu gua meninggal" ucap Alfian.


"Apa yang lu lakukan setelah ibu lu dibunuh oleh ayah lu..?" tanya Nico.


"Gua bunuh ayah gua setelah ayah gua membunuh ibu dan itu sebelum gua membunuh ayah gua, ayah gua mencoba membunuh gua tetapi karena gua, ibu dan ayah sedang berada di dapur, gua mencoba mengambil pisau untuk membunuh ayah gua dan setelah itu polisi datang ke rumah" jawab Alfian.


"Apa yang polisi lakukan di rumah lu..?" tanya Nico.


"Polisi memeriksa keadaan orang tua gua dan setelah polisi memeriksa mereka setelah mereka dinyatakan meninggal dunia, gua diinterogasi oleh salah satu anggota kepolisian" jawab Alfian.


"Apa lu menjawab jujur pertanyaan dari salah satu anggota kepolisian..?" tanya Nico.


Flashback kehidupan Alfian sebelum di penjara.


Keberadaan Alfian setelah pulang dari sekolah dan Alfian melewati orang tuanya yang sedang bertengkar karena Alfian sudah biasa oleh keadaan tersebut.


"Kapan orang tua gua berhenti bertengkar?" tanya Alfian dalam hatinya.


Keadaan orang tuanya Alfian yang sedang bertengkar di dapur dan Ayahnya Alfian melakukan kekerasan terhadap Ibunya Alfian.


"Kamu tidak berguna menjadi seorang istri" ucap Ayahnya Alfian.


"Kamu juga tidak berguna menjadi suami aku, Mas" ucap kembali ibunya Alfian.


"Siapa yang menyuruh kamu berbicara..? tidak adakan yang menyuruh kamu berbicara, aku sungguh menyesal menikahi kamu" ucap Ayahnya Alfian.


"Kalau kamu menyesal menikahi aku, kenapa kamu menikahi aku sebagai istrimu?" tanya Ibunya Alfian.


"Karena aku mengincar kekayaan kamu, makanya aku menikahi kamu supaya aku bisa menguasai harta kekayaan kamu yang kamu peroleh dari orang tua kamu" jawab Ayahnya Alfian.


"Kamu sungguh suami yang sangat brengs*k" ucap Ibunya Alfian yang menyesal memilih ayahnya Alfian.


"Apa kamu bilang aku brengs*k?" ucap Ayahnya Alfian yang tidak terima dikatakan brengs*k oleh ibunya Alfian.


"Iya, kamu sungguh sangat brengs*k dan aku menyesal menikah dengan kamu" ucap Ibunya Alfian.


"Sialan kamu" ucap Ayahnya Alfian.


Ayahnya Alfian semakin marah sama Ibunya Alfian sampai membuat ayahnya Alfian melukai ibunya Alfian dengan menggunakan pisau yang ada di dapur.


Dan Ibunya Alfian merasakan kesakitan atas suaminya yang melukai dirinya dengan menggunakan pisau.


"Sakit..?!" ucap Ayahnya Alfian.


"Kamu memang lelaki pengecut yang hanya bisa melakukan kekerasan terhadap wanita" ucap Ibunya Alfian yang mengatakan Ayahnya Alfian seorang yang pengecut.


"Aku bukan seorang lelaki pengecut yang hanya berani terhadap perempuan" ucap Ayahnya Alfian.

__ADS_1


"Kamu benar-benar seorang lelaki yang pengecut" ucap Ibunya Alfian.


Ayahnya Alfian sama sekali tidak menerima kalau dia dikatakan seorang lelaki yang pengecut dan sedangkan keberadaan Alfian yang sedang berada di kamar.


"Sangat berisik tetapi keadaan Ibu bagaimana..? apa aku melihat kondisi Ibu tetapi aku takut kalau Ayah memukuli aku..?!!! tetapi walaupun begitu aku harus membela Ibu dan harus menjaga Ibu dari Ayah dan yang aku takutkan dengan adanya aku ikut campur, aku malah yang kena pukul Ayah tetapi disisi lain, aku khawatir sama kondisi Ibu dan sekarang aku harus melakukan apa ? aku benar-benar khawatir sama kondisi Ibu, ahh, aku harus memberanikan diri untuk melihat kondisi Ibu!!" ucap Alfian yang khawatir sama keadaan Ibunya.


Alfian menuju ke dapur dan Alfian melihat kalau Ayahnya sedang membunuh Ibunya. Alfian sangat ketakutan sampai membuat ia keringat dingin.


Sedangkan Ayahnya yang sudah selesai membunuh istrinya dan sekarang Ayahnya Alfian sedang mencari Alfian untuk dibunuh oleh dirinya.


"Gua harus kabur dari sini" ucap Alfian.


"Alfian, kamu dimana?" tanya Ayahnya Alfian yang mencari Alfian untuk dibunuh olehnya.


Dan Alfian gagal untuk kabur dari rumah. Ayahnya Alfian mendekati Alfian sembari menggenggam pisau ditangannya untuk membunuh Alfian tetapi Alfian berusaha untuk ke dapur dan untuk mengecek kondisi Ibunya yang sudah meninggal.


"Innalillahi, Ibu" ucap Alfian yang sembari menangis.


Ayahnya Alfian ke dapur dan menemukan Alfian yang sedang berada di dapur, dimulailah Ayahnya Alfian menyerang Alfian tetapi Alfian mengelak semua serangan Ayahnya dan sembari Alfian mencari sebuah senjata untuk melindungi dirinya.


Dan Alfian mengambil pisau yang ada di rak penyimpanan khusus untuk meletakkan alat-alat dapur. Alfian mengambil sebuah pisau dan sembari mengelak serangan dari Ayahnya. Pisau yang dipegang oleh Ayahnya terjatuh karena mengenai serangan elakkan dari Alfian. Dan Alfian mulai terlintas dipikirannya untuk membunuh Ayahnya. Alfian dengan rasa penuh kebencian terhadap Ayahnya, Alfian langsung membunuh Ayahnya sampai meninggal dunia.




"Sadis banget lu, apa lu tidak merasa menyesal dengan adanya lu membunuh ayah lu?" tanya Nico.


"Gua tidak menyesal oleh perbuatan gua, karena saat itu, aura gua dipenuhi dengan rasa kebencian terhadap ayah gua karena dia membunuh Ibu gua dan itu gua sangat tidak menerima kalau ayah gua membunuh Ibu gua, maka dari itu pikiran gua terlintas untuk membunuh ayah gua" jawab Alfian.


"Apa lu langsung masuk ke lapas remaja saat itu juga atau lu sementara diamankan oleh polisi..?" tanya Nico.


"Gua diamankan sementara oleh anggota kepolisian dan setelah gua mengaku kalau gua membunuh ayah gua, gua langsung dibawa ke pengadilan dan disitulah gua ditentukan masuk ke penjara yang biasa atau ke lapas remaja.. ! ternyata pengadilan memutuskan gua untuk memasukkan gua ke lapas remaja dan itu gua di lapas remaja sudah 3 tahun" jawab Alfian.


"Berarti sampai sekarang..?!" ucap Nico.


"Iya, gua ingatkan saja besok lu harus ke tempat pengadilan untuk menentukan lu masuk ke penjara yang buat orang yang sudah dewasa atau penjara khusus untuk anak remaja atau bisa dibilang lapas remaja.. !" ucap Alfian.


"Gua juga tidak tahu kalau gua akan dimasukkan kemana..? ke lapas dewasa atau ke lapas remaja?!" ucap Nico yang sudah pasrah.


"Iya gua cuman mengingatkan lu saja kalau lu besok ke tempat pengadilan" ucap Alfian.


"Lu tahu darimana..?" tanya Nico.


"Gua hanya menebak saja, soalnya setelah gua mengaku kalau gua yang membunuh ayah gua dan keesokan harinya gua langsung dibawa ke pengadilan" jawab Alfian.


"Oh begitu" ucap Nico.


"Iya" ucap Alfian.



Keesokan harinya di keberadaan Tisana yang sedang sarapan bersama keluarganya.



"Kak, lu masih pacaran sama Kak Tio..?" tanya Tiana.


"Masih dan bahkan gua dilamar oleh dia walaupun akhirnya gua tolak lamarannya karena gua masih harus fokus terhadap sekolah" jawab Tisana.


"Kasihan banget Kak Tio ditolak lamarannya oleh Kakak" ucap Tiana.


"Siapa suruh dia asal lamar kakak? dan apalagi kakak masih harus fokus terhadap sekolah" ucap Tisana.


"Hahaha..! lucu saja dan terlebih lagi kak sepertinya Kak Tio sudah mencintai Kakak dan kemungkinan Kak Tio mau menikahi Kakak walaupun masih remaja" ucap Tiana.


"Maaf Tiana, Kakak sama sekali tidak mau nikah muda dan ada yang harus kakak perjuangkan yaitu mimpi kakak dan harapan pertama dari orang tua kita karena kakak itu anak pertama" ucap Tisana.


Bersambung~



Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~


__ADS_1


Salam hangat Author


__ADS_2