
(39) Tisana Melarikan Diri Dari Rumah 2.
Lia mencoba lagi untuk mencari keberadaan Tisana tetapi ia tidak berhasil menemukan keberadaan anak keduanya tersebut.
"Tisana, kamu kemana?."
Lia memberi tahu kepada Fauzal dan Tiana supaya mereka bisa mencari Tisana bersama-sama.
"Fauzal, Tiana, Tisana tidak ada di rumah." ucap Lia yang memanggil Fauzal dan Tiana.
"Kenapa bisa ma, kak Tisana tidak ada di rumah?." tanya Tiana.
"Mama tidak tahu, mama sudah cari Tisana ke seluruh ruangan yang ada di rumah." jawab Lia.
"Apa jangan-jangan kak Tisana kabur dari rumah? itu cuman firasat aku yang mengatakan kalau kak Tisana kabur dari rumah." ucap Tiana yang mempunyai firasat Tisana kabur dari rumah.
"Mama juga mempunyai firasat yang sama seperti kamu kalau Tisana kabur dari rumah, bagaimana ini Tiana, Fauzal?!!." ucap Lia yang mengkhawatirkan Tisana.
"Aku juga tidak tahu harus berbuat apa?!!." ucap Tiana yang bingung harus berbuat apa untuk mencari keberadaan Tisana.
"Kita tinggal mencari keberadaan Tisana saja." sambung Fauzal.
"Kita mulai mencari Tisana darimana terlebih dahulu?." tanya Lia yang bingung untuk mencari keberadaan Tisana.
"Aku tidak tahu, ma." jawab Fauzal.
"Apa mama nanya ke Tio saja tentang Tisana kabur dari rumah? sudahlah aku bilang saja." ucap Lia.
"Iya ma, coba tanya kak Tio, tahu saja kak Tisana ada di rumahnya." sambung Tiana.
"Yaudah, mama akan menelepon Tio terlebih dahulu." ucap Lia.
Fauzal penasaran tentang Tio yang dekat dengan Tisana tersebut. "Tio itu siapanya Tisana? apa Tio itu pacarnya Tisana? kalau benar adanya Tio itu pacar dia, gua akan menghasut pacarnya tersebut agar dia semakin tersiksa dalam hidupnya."
Keberadaan Tisana yang melarikan diri dari rumahnya tersebut.
"Huh! sekarang sudah jam 12 malam, apa aku salat Tahajud saja supaya aku diberi petunjuk hidup oleh Allah? yasudah aku akan salat Tahajud terlebih dahulu dan waktunya tepat sekali, sekarang didepan ku ada masjid, sebelum itu aku harus mengecek terlebih dahulu apakah pintu masjidnya dikunci oleh marbut masjid tersebut? alhamdulillah, tidak dikunci pintu masjidnya tetapi kalau aku ingin salat Tahajud, aku harus tidur terlebih dahulu dan kalau aku tidak tidur, itu cuman dianggap salat sunah seperti halnya salat Witir, ahh, bagaimana ini? apa aku harus tidur terlebih dahulu? tetapi kalau aku ingin salat Tahajud, aku harus tidur dan masalahnya aku mau tidur dimana? apa aku menginap di hotel? tapi nanti dikira aku disewa sama om-om, dan kalau masalah uang, uangnya cukup untuk menginap di hotel, ahh, aku pusing banget, kalau aku tidur di masjid itu sudah dilarang banget dan lagipula masjid itu tempat beribadah, sudahlah, aku tidur di masjid terlebih dahulu dan setelah aku selesai tidur, aku akan langsung salat Tahajud." ucap Tisana.
Tisana pergi ke masjid tersebut untuk istirahat sebentar saja supaya dirinya bisa salat Tahajud dan bisa untuk beristirahat sebelum ia mencari tempat tinggal sementara. Dirinya tertidur dengan lelap sembari mengeluarkan suara dengkuran yang sangat kecil.
Zzzz.
__ADS_1
Dan tiba-tiba datanglah seorang cowok yang melihat Tisana sedang tertidur di dalam masjid.
Cowok tersebut membiarkan Tisana tertidur lelap dengan sendirinya, dan sedangkan ia berwudu untuk melaksanakan salat sepertiga malam atau bisa dibilang salat Tahajud. Setelah cowok tersebut selesai salat Tahajud, ia berdoa kepada Allah.
"Ya Ghaffar hapuskan lah dosa-dosa yang pernah hamba buat, Ya Razzaq berikanlah hamba rezeki yang melimpah, dan Ya Allah kuatkan pundak hamba sebagai anak pertama dan hamba bertunduk kepada engkau dengan dipenuhi dosa sebanyak alam semesta ini, hamba bersembah hanya kepada engkau, Ya Allah." Doa cowok tersebut.
Tisana sedikit terbangun dari tidurnya tersebut dan dirinya tidak sengaja mendengar doa cowok itu, tiba-tiba air mata dirinya terjatuh dan membasahi pipi dirinya tersebut.
Setelah cowok tersebut ingin mengakhiri doanya tersebut, tiba-tiba cowok itu sudah tak bergerak lagi, Tisana yang melihat cowok tersebut tidak bergerak kembali, ia mencoba mendekati cowok tersebut untuk memeriksa cowok tersebut masih hidup atau tidak.
Setelah Tisana selesai mengecek nadi cowok tersebut lewat nadi tangan, cowok itu dinyatakan meninggal dunia atau sudah tidak hidup kembali.
"Innalillahi, aku baru saja lihat orang meninggal secara tiba-tiba didepan ku, Allah sungguh maha besar, yaudah yang jadi masalahnya aku ingin apakan cowok itu? dan yang aku takutkan nanti aku dikatain pembunuh, yaudah sekarang aku kesampingkan masalah tersebut dan aku ingin wudu terlebih dahulu untuk bisa salat Tahajud."
Setelah Tisana selesai berwudu, ia memakai mukena yang ada di masjid dan ia langsung melaksanakan salat Tahajud.
"Ushallii sunnatat-tahajudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'alla." Tisana mengucapkan niat salat Tahajud.
Setelah salat Tahajud, ia berdoa kepada Allah untuk dirinya diberi petunjuk hidup oleh Allah.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi, Ya Allah hapuskan lah dosa hamba dan berilah hamba petunjuk hidup, hamba capek ya Allah, hamba letih, setiap hari hamba berpikir untuk mengakhiri hidup ini saja karena hamba sudah tidak kuat untuk menjalani hidup ini walaupun hamba masih anak SMA tetapi kenapa hidup hamba harus begini, ya Allah? apa semua orang sama menjalani hidup seperti yang aku jalani? aku capek, aku harus pura-pura kuat didepan orang lain, aku ingin bahagia sekali saja, ya Allah, aku tidak mau menjalani hidup seperti ini, aku sungguh lelah menjalani hidup ini, hamba capek, ya Allah, dan terkadang hamba mu ini berpikir kapan engkau mencabut nyawa hamba mu ini yang dosanya sebanyak isi alam semesta ini? hamba sungguh lelah dan letih untuk menjalani hidup ini, tetapi hamba harus menjadi orang sukses supaya bisa membanggakan kedua orang tua hamba, hamba mu ini sungguh sangat capek." Doa Tisana yang sembari menetaskan air matanya.
Sedangkan keadaan Tio yang ditelepon oleh Lia bahwa Tisana tidak ada di rumah.
Dunia per teleponan.
...----------------...
Lia: Assalamu'alaikum Tio
Tio: Wa'alaikumussalam Tante
Lia: Apa Tisana bersama dengan kamu?
Tio: Aku tidak bersama dengan Tisana, Tante
Lia: Apa kamu serius? Tisana tidak bersamamu, Tio
Tio: Aku serius, Tante, kenapa Tante mencari Tisana bukannya dia ada di rumah?
Lia: Iya, tadi Tisana ada di rumah tetapi...
__ADS_1
Tio: Tetapi apa Tante?
Lia: Tetapi Tisana tidak ada di rumah
Tio: Apa? kenapa bisa Tisana tidak ada di rumah?
Lia: Tante tidak tahu dan sekarang tante sudah mencari Tisana kemana saja dan rencananya tante akan melanjutkan mencari Tisana keesokan harinya
Tio: Tante kalau aku ikut mencari Tisana apakah dibolehkan..?
Lia: Boleh dan besok kamu sekolah atau tidak?!!
Tio: Besok hari libur, Tante
Lia: Iyakah? kenapa Tante baru sadar kalau besok sudah hari libur saja?
Tio: Aku tidak tahu, Tante
Lia: Yasudah kalau begitu kamu ikut kita untuk mencari Tisana
Tio: Baik, Tante
Lia mematikan teleponnya tersebut dan sedangkan di keadaan Tio yang ikut untuk mencari Tisana di keesokan harinya.
"Tisana kamu dimana? jangan membuat aku khawatir! dan pokoknya gua harus bisa menemukan Tisana yang melarikan diri dari rumah dan alasan dirinya melarikan diri tersebut apa? apa Tisana sudah muak oleh lingkungan rumahnya tersebut? atau apa?, gua sebagai pacarnya saja bingung apalagi kalau orang tuanya yang bingung sama kondisi dirinya itu, sudahlah aku ingin tidur terlebih dahulu." ucap Tio.
......................
Keadaan Tisana yang sudah selesai berdoa, ia melipat mukena tersebut dan ia letakkan mukena tersebut ke tempat semula ia ambil. Setelah dirinya selesai menaruh mukena tersebut ke tempat semulanya, ia keluar dari masjid untuk mencari tempat untuk rehat ia sementara selagi ia mencari tempat untuk ia istirahat, ia bertemu dengan seorang lelaki yang sangat tampan di pinggir jalan dan seorang lelaki tersebut adalah sahabat kecil dirinya, dirinya mencoba memanggil sahabat kecil dirinya itu.
"Georgi." panggil Tisana terhadap sahabat kecilnya.
Seorang lelaki tersebut menoleh ke arah Tisana dan lelaki tersebut langsung mengenali wajah sahabat kecilnya dahulu.
"Tisana." panggil balik lelaki tersebut.
Georgi tersebut sangat kangen sama sahabat kecilnya, Tisana dan ia berlari ke arah Tisana untuk memeluk Tisana dan akan tetapi Tisana memindahkan tubuhnya untuk tidak dipeluk oleh Georgi.
Bersambung~
Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~
__ADS_1
Salam hangat Author