Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(41) Mencari Keberadaan Tisana 2


__ADS_3

(41) Mencari Keberadaan Tisana 2.


Tio terus menerus mencari keberadaan Tisana sampai dirinya tidak sadar kalau ia sedang tersesat sangat jauh dari mereka berempat. "gua dimana? kayaknya gua sudah terlalu jauh untuk mencari Tisana sampai membuat gua tidak sadar kalau gua tersesat, sekarang apa yang harus gua lakukan untuk kembali ke tempat tante Lia dan om Jaya? sudahlah gua harus cari jalan untuk menuju ke tempat tante Lia dan om Jaya." ucap Tio yang lagi tersesat dan berusaha mencari jalan untuk kembali ke tempat Lia dan Jaya.


Tio berusaha mencari jalan untuk kembali tetapi di tengah perjalanan ia untuk kembali ke tempat Lia dan Jaya, dirinya bertemu dengan orang gila yang mengira Tio itu suaminya.


"Sayang, peluk aku." ucap orang gila tersebut.


Tio yang merasa heran terhadap orang gila tersebut, ia mencoba mendekati orang gila tersebut dengan mengatakan kalau dirinya bukan suami dari orang gila tersebut.


"Maaf, saya bukan suami anda dan anda siapa saya?!!."


Orang gila tersebut tidak menerima ucapan Tio kalau Tio itu bukan suami dia.


"Sayang, jangan begitu, aku itu istrimu dan aku sangat mencintaimu, sayangku."


Tio berusaha menjelaskan ke orang gila tersebut kalau dirinya bukan suaminya.


"Tapi maaf saya bukan suami anda dan saya belum mempunyai seorang istri." ucap Tio yang berusaha menjelaskan ke orang gila dan bodohnya ia tetap menjelaskan ke orang gila tersebut karena ia belum menyadari kalau orang gila tersebut sudah tidak waras.


Tetapi tetap saja orang gila tersebut tetap menganggap Tio itu suaminya.


"Sayang, masa kamu lupa kalau kita sudah sah menjadi pasangan suami, istri dan aku sangat mencintaimu, sayang." ucap orang gila tersebut yang tetap mengira Tio itu suaminya.


Tio yang sudah capek menjelaskan kalau dirinya bukan suami dari orang gila tersebut dan ia baru menyadari kalau orang tersebut adalah orang yang sudah tidak waras atau orang gila.


"Gua capek menjelaskan kalau gua bukan suaminya dan sebentar, sepertinya cewek itu orang yang sudah gak waras atau orang gila dan bodoh banget gua berarti dari tadi gua mengobrol sama orang gila." ucap Tio yang baru menyadari kalau cewek tersebut adalah orang gila.

__ADS_1


Setelah Tio menyadari kalau ia bertemu dengan orang gila, dirinya langsung lari menjauh dari orang gila tersebut.


"Lariii!!." sorak Tio.


"Sayang, jangan tinggalin aku, aku itu istrimu, sayang, i love you." ucap orang gila tersebut yang sedang mengejar Tio.


"Mama!, gua gak mau menjadi suami dari orang gila! tolong!." sorak Tio.


"My heart, jangan melupakan istrimu tercinta ini, aku sayang kamu." ucap orang gila tersebut.


"Gua tidak sayang sama lu." ucap Tio.


"Kenapa begitu sayangku? kitakan sudah menikah seharusnya kamu menyayangiku." ucap orang gila tersebut.


"Bapak kau! gua suami lu!, kenapa kali ini nasib gua sial banget? ahh! gua harus cepat lari biar tidak dikejar oleh orang gila itu!." sorak Tio.


Tio berlari sangat kencang sampai membuat orang gila tersebut kehilangan jejak Tio.


Keadaan Tio yang bahagia karena berhasil kabur dari kejaran orang gila tersebut.


"Alhamdulillah, akhirnya gua berhasil kabur dari kejaran orang gila, yaudah!, sekarang gua harus menjari jalan untuk ke tempatnya tante Lia dan om Jaya sekalian mencari Tisana."


Keberadaan Tisana yang sudah menemukan tempat tinggal sementaranya.


"Alhamdulillah, akhirnya aku berhasil menemukan tempat tinggal untuk sementara aku tinggalin. Walaupun aku tinggal di kost-kostan untuk sementara tetapi tidak masalah kalau aku tinggal di kost-kostan yang terpenting aku sudah mempunyai tempat tinggal."


Tio sangat berusaha untuk mencari jalan untuk ke tempat Lia dan Jaya sembari dirinya mengobrol dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kenapa Tisana mempunyai abang seperti bang Fauzal, si brengs*k itu? ahh! gua sangat tidak terima kalau Tisana tidak diperlakukan adil oleh abangnya ataupun keluarganya! pantesan saja Tisana tidak betah untuk tinggal di rumah tetapi walaupun begitu tante Lia dan om Jaya sangat menyayangi Tisana dari perilaku mereka yang sangat mengkhawatirkan Tisana saat dirinya hilang dan untungnya saja gua tahu tentang bang Fauzal yang tidak memperlakukan adiknya dengan adil! gua mengetahui hal tersebut karena gua mendengar dan melihat secara langsung sewaktu Tisana menelepon tante Lia tetapi yang mengangkat malah bang Fauzal, abang yang pernah melakukan kekerasan terhadap adik sendiri dan seharusnya tugas seorang abang itu menjaga seorang adiknya bukan malah diperlakukan dengan kekerasan, walaupun adiknya menyebalkan sekalipun dan tugas seorang abang itu tetap harus menjaga adiknya sendiri! ahh! gua jadi sangat kesel kalau membahas tentang hal tersebut! seperti bang Fauzal itu gagal menjadi seorang abang yang baik untuk Tisana! tetapi kenapa Tisana masih sanggup bertahan sampai sekarang? apa karena ucapan gua waktu itu? mungkin, dan kalau gua menjadi Tisana, gua pasti tidak akan kuat menjalani hidup yang seperti itu!, yaudah, sekarang gua harus mengambil jalan yang mana? yang disebelah kanan atau kiri? sumpah, sepertinya gua semakin tersesat tapi gua harus berhasil ke tempat tante Lia dan om Jaya." ucap Tio.


Keadaan Lia dan Jaya yang masih ditempat sebelumnya karena mereka masih beristirahat untuk mencari Tisana.


"Sayang." panggil Jaya kepada Lia.


"Apa, sayangku?." tanya Lia kepada suaminya.


"Tio sekarang dimana? dan tadi katanya ia mau melanjutkan untuk mencari Tisana tetapi sampai sekarang dia belum balik kesini!." ucap Jaya.


"Aku tidak tahu, sayang dan yuk kita lanjut untuk mencari anak kedua kita!." ajak Lia untuk melanjutkan mencari Tisana.


"Ayuk, sayangku." ucap Jaya.


Mereka berempat melanjutkan mencari Tisana yang kabur dari rumah tersebut tetapi sampai jam 7 malam, mereka belum menemukan jejak Tisana yang kabur dari rumah.


"Sayang, ini kita udah hampir seharian loh untuk mencari Tisana, apa sebaiknya kita meminta bantuan polisi untuk mencari Tisana?!!." ucap Lia yang semakin khawatir sama Tisana.


"Tapi sayang inikan belum 24 jam, kalau kita ingin meminta bantuan polisi untuk mencari Tisana itukan harus menunggu sampai 24 jam baru kita boleh memanggil polisi untuk meminta bantuannya!." sambung Jaya.


"Iya, aku tahu dan akan tetapi aku sangat mengkhawatirkan anak kita!." ucap Lia.


"Aku juga sangat khawatir sama Tisana, sayang, bukan kamu doang yang mengkhawatirkan anak kita!." sambung Jaya yang sangat mengkhawatirkan Tisana.


"Terus apa yang harus kita lakukan untuk bisa menemukan Tisana?." tanya Lia.


"Kita harus mencari Tisana." jawab Jaya.

__ADS_1


"Iya, aku tahu kalau kita harus mencari Tisana untuk bisa menemukan keberadaannya tapi masalahnya sampai sekarang kita belum menemukan keberadaan Tisana?!!!." ucap Lia.


Bersambung~


__ADS_2