Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(87) Dua Manusia Yang Saling Jatuh Hati [S2]


__ADS_3

(87) Dua Manusia Yang Saling Jatuh Hati [S2]


...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Fadri yang baru selesai dari aktivitasnya tersebut yaitu berkuliah, dirinya pun tidak langsung pulang ke rumah untuk menjaga Bundanya dari Ayahnya tersebut. Akan tetapi, dirinya pergi ke tempat diskotek karena dirinya menerima ajakan dari seorang temannya itu.


Di dalam tempat diskotek tersebut, Fadri sedikit mencoba minuman yang mengandung alk*hol dan dirinya langsung m*buk dengan satu atau dua tegukan yang dia minum.


"Ahh," taruh tempat minuman beralk*hol di meja dengan suara yang cukup keras. "Hari ini sangat menyenangkan dan mengasyikkan, gua sangat senang sekali. Di sini banyak cewek-cewek cantik yang bisa gua pacarin, di tempat ini gua bisa melupakan yang namanya kehidupan tetapi bagaimana keadaan Bunda di rumah? gua harus cepat pulang untuk melihat kondisi Bunda!" ucapnya yang lagi dalam kondisi m*buk tetapi dirinya masih bisa untuk mengendalikan dirinya sendiri dan dia tersebut mengingat Bundanya, dirinya bergegas langsung pulang ke rumahnya tersebut.


Fadri pun langsung bergegas pulang dalam kondisi m*buk walaupun m*buk nya tersebut sudah sedikit reda karena dirinya meminum air mineral atau air putih untuk meredakan m*buk nya itu.


Setelah sampai ke rumahnya tersebut, dia langsung mencari Bundanya itu. "Bunda... Bunda, Bunda ada dimana?" ucap Fadri yang cukup kencang dalam kondisi khawatir terhadap Bundanya.


"Bunda ada di sini, Fadri dan kenapa kamu segitunya untuk mencari Bunda?" ucapnya.


"Fadri sangat mengkhawatirkan Bunda dan aku mempunyai sebuah firasat bahwasanya Ayah ada di sini" tuturnya. "Ayah... Ayah ada di sini kan? jangan bersembunyi dari aku, yah dan kalau firasat aku benar, pasti ayah ke sini untuk membujuk Bunda supaya bisa rujukan sama Ayah kan? Bunda... Ayah dimana? jangan sembunyikan keberadaan Ayah dari aku, Bunda!" lanjutnya.


"Huh!, untungnya si Farel aku suruh pulang lebih dulu sebelum Fadri pulang ke rumah dan untungnya tadi Farel membawa 2 saksi untuk kita bisa rujukan tapi apakah keputusan aku ini tepat? sudahlah, aku jalanin aja dulu." Batin dirinya. "Ayahmu tidak ada di sini, Fadri" ucapnya yang sembari berjalan ke tempat Fadri berada.


Setelah sampai ke tempat Fadri berada, dirinya mencium ada bau-bau bekas alk*hol yang tadi Fadri konsumsi. Driana pun mencium bau alk*hol tersebut lepas Fadri berbicara dengan dirinya. "Ini bukannya bau alk*hol ya? apa jangan-jangan Fadri minum minuman yang mengandung alk*hol? aku akan coba tanya ke Fadri!" batinnya.


"Bunda tidak bohong kan sama aku bahwasanya Ayah tidak ada disini?" Fadri tidak percaya akan ucapannya Driana.


"Bunda tidak bohong dan Bunda mau nanya sama kamu, jawab dengan jujur pertanyaan Bunda ini!" sambungnya.


"Ok, Bunda mau nanya apa sama aku?" Fadri penasaran yang akan Driana tanyakan ke dirinya itu.


"Hmm... Bunda mau nanya sama kamu, tadi sebelum kamu pulang ke rumah, kamu kemana dulu?" tanya Driana ke Fadri.


"Fadri ke rumah teman dulu, Bun" jawab Fadri yang bohong sama Driana.


"Apa kamu yakin ke rumah teman? bukan ke tempat semacam diskotek, bar, club dan lain-lain?" tanya Driana yang masih curiga ke anaknya tersebut.

__ADS_1


"Mamp*s gua! gua harus jawab apa? dan Bunda kenapa bisa tahu kalau gua abis ke tempat semacam itu? sial! kalau misalnya gua lanjutin bohong gua ini, pasti Bunda akan marah banget sama gua! dan kalau gua jujur... ini sama aja gua cari mati dengan Bunda!." Batin Fadri. "B-bunda kenapa bisa mencurigai aku ke tempat semacam diskotek?" tanya Fadri ke Driana yang belum menjawab pertanyaan dari Driana sebelumnya.


"Kamu tidak perlu tahu, Fadri dan kamu jawab dulu pertanyaan dari Bunda!!" jawab Driana yang mulai emosi dengan anaknya tersebut.


"Ok, Fadri akan jawab pertanyaan dari Bunda dan apakah Bunda akan marah kalau misalnya aku jujur dengan Bunda, kalau misalnya emang iya aku ke tempat semacam itu?" tanya Fadri dengan mimik wajah yang serius.


"Bunda tidak akan marah kalau misalnya kamu jujur, Fadri dan Bunda tidak pernah mengajari kamu untuk berbohong! jadi jujur aja sama Bunda!" jawab Driana.


"Oke kalau Bunda ucap seperti itu, aku akan jujur sama Bunda. Yang Bunda ucapkan tadi emang benar, sebelum aku pulang ke rumah, aku ke tempat diskotek bareng teman-temanku dan maafkan aku, Bunda kalau aku ke tempat seperti itu. Aku melanggar janji ke Bunda, a-aku minta maaf... kalau sudah melanggar janji sama Bunda!" ucap Fadri.


"Kamu ya, Fadri!" ucap Driana yang ingin memukul Fadri.


Fadri yang sudah ketakutan terlebih dahulu karena dirinya mempunyai sebuah trauma akan hal seperti ini, dirinya pun menunduk dengan wajah yang ketakutan. Driana pun tidak jadi untuk memukul anaknya tersebut karena dirinya cuma bercandain anaknya tersebut kalau dirinya marah padahal aslinya tidak. "Hahaha!" Driana tertawa.


"Bunda kenapa tertawa dan kenapa tidak jadi untuk memukul ku? bukannya tadi Bunda ingin memukul ku" tanya Fadri.


"Tidak apa-apa dan tidak mungkin, Bunda akan memukul kamu, Fadri" jawab Driana dengan tersenyum.


"Kenapa tidak jadi? bukannya aku pantes untuk di pukul sama Bunda?" tanya Fadri.


"Karena kamu anak satu-satunya yang Bunda punya dan mana mungkin, Bunda memukul kamu Fadri. Bunda bukan tipikal orang tua yang mudah turun tangan ke anak alias mudah memukul atau menampar anak begitu saja" jawab Driana dengan tatapan mata yang lembut.


"Iya" sambung Driana.


...----------------...


Bintang yang diam-diam melihat kondisi Cantika yang berhasil hidup kembali. "Baguslah, Cantika berhasil hidup kembali, gua tidak perlu merasa bersalah dan apa sekarang saja, gua pergi ke luar negeri sesuai dengan ucapan gua yang sebelumnya? yasudahlah, kalau gitu gua akan pergi ke bandara dan sebelum itu, gua akan menulis sesuatu buat Cantika, perempuan yang berhasil buat gua jatuh hati walaupun kita beda umur dan pastinya untuk Candra juga" ucapnya.


Bintang pun menulis sebuah surat untuk Cantika dan Candra. Setelah dirinya selesai membuat surat tersebut, dirinya pun langsung pergi menuju ke bandara. Sebelum Bintang pergi ke bandara, dirinya bilang ke sopir Cantika untuk memberi surat ini ke Cantika dan Candra.


Sopirnya pun memberi surat itu ke Cantika dan Candra yang di sampaikan oleh Bintang sebelum dia pergi ke bandara. Mereka berdua pun membuka surat itu.



Setelah mereka berdua sudah membuka surat tersebut, Cantika terkejut bahwasanya Bintang mulai jatuh hati pada dirinya. "Apa kak Bintang jatuh hati ke aku? aku sangat tidak sangka bahwasanya kak Bintang jatuh hati kepada diriku ini tetapi... sepertinya aku juga mulai jatuh hati ke kak Bintang dan Pak Wahid, bapak tahu kemana kak Bintang berada?" tuturnya.


"Tuan Bintang bilang, dirinya akan pergi ke bandara" sambung Pak Wahid.


"Untuk apa Pak?" tanya Cantika.


"Kalau itu bapak tidak tahu alasan dirinya pergi ke bandara" jawab Pak Wahid.

__ADS_1


"Oh begitu ya Pak, terima kasih" ucapnya dengan perasaan yang kecewa.


"Iya, sama-sama Nona Cantika" sambungnya.


......................


Alberic, Ayah dari Tio sekaligus mantannya Lia, Ibunya Tisana. Dia berada di perusahaannya untuk bekerja dan saat dirinya bekerja, dia tidak fokus karena memikirkan sang istrinya yang sudah meninggal karena hal sesuatu. "Sayang, kenapa kamu meninggalkan aku lebih dulu? aku rindu kamu yang selalu ada di sisi ku saat ku bekerja ataupun melakukan aktivitas yang lainnya, aku rindu akan kenangan itu" ucapnya yang menatapi foto sang istri yang sudah tiada.


Saat dirinya sedang menatapi foto sang istri tersebut, ada yang mengetuk pintu ruangan kerjanya itu alias tempat yang ia berada sekarang dan yang mengetuk pintu itu adalah karyawannya yang diam-diam jatuh cinta ke bos nya tersebut alias Alberic.


Alberic pun mengatakan "silakan masuk saja!".


"Baik Pak" sahut sang karyawannya tersebut.


"Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya Alberic.


"Ada Pak dan ini, saya diminta oleh Pak Herman untuk bapak mentandatangani berkas ini" jawab karyawannya itu.


"Oke, akan saya tanda tangan berkas ini" sambungnya.


Dan secara tiba-tiba karyawannya tersebut menggoda dirinya itu. "A-apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Alberic.


"Saya tidak sedang melakukan apapun dan kalau bapak ingin tahu, saya sangat mencintai bapak walaupun kita beda kasta" bisik karyawannya tersebut.


Alberic yang mendengar hal itu, dia sangat terkejut akan pernyataan karyawannya itu. "A-apa?" ucap Alberic yang terkejut.


.


.


.


Bersambung~


...


Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena itu semua membuat aku semakin semangat updatenya.


Terima kasih bagi yang sudah mampir dan dukung Author.


Salam hangat Author.

__ADS_1


__ADS_2