
(46) Masa Lalu Tio.
Jaya dan keluarganya menuju ke rumah sakit Medistra dan setelah sampai ke rumah sakit tersebut, mereka mencari keberadaan Tio.
Setelah mereka sudah menemukan keberadaan Tio, Jaya langsung bertanya kepada Tio tentang kondisi Tisana yang sedang kritis di ruangan ICU.
"Tio, bagaimana kondisi Tisana?." tanya Jaya yang sangat mengkhawatirkan Tisana sampai membuat dirinya meneteskan air mata tanpa ia sadari.
"Aku belum mengetahui kondisi Tisana soalnya dari tadi dokter belum keluar dari ruangan ICU, om." jawab Tio.
"Kenapa kamu pakai kecelakaan nak? papa sangat khawatir sama kondisi kamu yang kritis, papa khawatir sama kamu, Tisana." ucap Jaya yang meneteskan air matanya.
Tio yang duduk di kursi rumah sakit, ia berdoa dan mengingat kenangan dirinya waktu dulu yang ditinggalkan oleh orang yang dia cintai yaitu ibunya yang sudah meninggal selepas umur Tio menginjak 5 tahun.
"Ya Allah, saya mohon jangan engkau mengambil nyawa orang yang saya cintai kembali, cukup engkau mengambil nyawa ibu saya, ya Allah, saya mohon selamatkan nyawa Tisana." Doa Tio yang memohon kepada Allah untuk tidak mengambil nyawa orang yang ia cintai kembali seperti dirinya kehilangan sosok seorang ibu yang sudah tidur untuk selamanya.
.
•
.
Flashback On.
Saat aku berumur 5 tahun, aku sudah tidak mempunyai sosok seorang ibu dikarenakan ia sudah tidur untuk selamanya atau bisa dibilang meninggal dunia, setelah 3 tahun ibu meninggalkan kita, ayah menikah kembali dengan perempuan yang sangat cantik dan akan tetapi dia terus berbuat kekerasan terhadap diriku sebagai anak sulung di keluarga atau anak pertama.
"Woy, kesini lu." teriak ibu tirinya Tio.
Tio menghampiri ibu tirinya tersebut dan tetapi dirinya ditampar oleh ibu tirinya dengan membuat alasan kalau dirinya lama menghampiri keberadaan ibu tirinya itu.
Plak!
Tio menangis karena tamparan ibu tirinya yang sangat sakit dikarenakan ia masih berumur 8 tahun yang tidak tahu apa-apa alasan ibu tirinya itu menampar dirinya.
"Huaa! hiks! hiks!." Tangis Tio yang masih berumur 8 tahun.
"Berisik lu, anj*ng, begitu aja nangis lu anak beg*." ucap kasar ibu tirinya.
Tio menangis semakin menjadi-jadi alias tangisan dirinya semakin kencang dan ibu tirinya tersebut menendang tubuh Tio sampai tubuhnya terpental.
Bruk.
"Cukup bu, tubuh Tio sakit! ouch! sakit bu!." ucap Tio yang kesakitan atas perilaku ibu tirinya yang menendang tubuh dirinya tersebut.
"Hahaha! sakit? tapi gua belum puas untuk menganiaya lu, Tio dan asal lu ingat, gua menikah dengan ayah lu untuk menguasai harta kekayaan ayah lu tersebut, jadi terserah gua mau menganiaya lu atau tidak?!!."
__ADS_1
"Ibu jahat, ibu menikah dengan ayah hanya untuk menguasai harta ayah doang, dan aku akan mengadu ke ayah kalau ibu melakukan kekerasan terhadap aku dan aku akan mengasih tahu ke ayah kalau ibu menikah dengan ayah hanya untuk menguasai harta kekayaan ayah aja."
"Hah? lu mau bilang ke ayah lu kalau gua melakukan kekerasan terhadap lu dan lu ingin mengasih tahu kalau gua menikahi ayah lu hanya untuk hartanya?!! lu tidak akan bisa dan mana mungkin ayah lu percaya dengan omong kosong lu itu!!."
"Tidak mungkin, ayah tidak percaya dengan ucapan ku, aku itu anak sulungnya dan mana mungkin ayah lebih percaya dengan ucapan mu, ibu."
"Kita lihat saja nanti saat ayah lu pulang, dia lebih percaya ucapan lu atau gua!!."
"Oke."
Setelah mereka berucap begitu, pada pukul 08.30 PM atau jam setengah sembilan malam, ayah Tio pulang ke rumah seusai bekerja sebagai owner perusahaan atau pemilik perusahaan ternama.
"Assalamu'alaikum." Salam Alberic, ayah dari Tio.
"Wa'alaikumussalam, ayah." Salam balik Tio kepada Alberic.
"Bagaimana keadaan kamu, Tio? ibu baru kamu baik kan sama kamu?!! kalau ibu baru kamu berbuat sesuatu ke kamu bilang aja ke ayah, ok Tio?!!." ucap Alberic.
"Ok ayah, ayah."
"Ada apa Tio?." tanya Alberic.
"Ayah, aku mohon untuk ceraikan ibu tiri itu, aku tidak suka!." Minta Tio kepada Alberic untuk menceraikan ibu barunya tersebut.
"Alasannya karena ibu tiri itu selalu berbuat kasar terhadap aku, ayah dan aku sama sekali tidak mau mempunyai ibu tiri, aku mohon yah untuk ceraikan ibu tiri itu."
"Kamu yakin kalau ibu baru kamu itu berbuat kasar terhadap kamu, Tio?!!."
"Ayah lihat saja di CCTV, di setiap sudut rumah, ayah sudah memasang CCTV dan alasan ayah untuk memasang CCTV itu untuk apa? kalau bukan digunakan dengan baik dan bukti secara kuat akan hal terjadi di rumah ini." ucap Tio yang cerdas.
"Baik Tio, ayah akan melihat CCTV akan perbuatan ibu baru kamu itu terhadap kamu."
"Terima kasih ayah."
"Iya sama-sama, anak papa yang ganteng."
Alberic ke ruangan CCTV untuk memeriksa perlakuan dan perbuatan istri barunya terhadap anak sulungnya tersebut.
Setelah Alberic melihat semua perbuatan istri barunya yang melakukan kekerasan terhadap anak sulungnya itu, dia memanggil istri barunya itu.
"Bulan, lu cepat ke sini!!." teriak Alberic kepada istri barunya.
"Ada apa sayangku? dan kenapa kamu berteriak saat memanggil namaku?." tanya Bulan, istri barunya Alberic sekaligus ibu tirinya Tio.
"Tidak usah manggil gua pakai kata sayang." jawab Alberic yang marah kepada perilaku Bulan yang melakukan kekerasan terhadap anak sulungnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?." tanya Bulan yang semakin bingung akan maksud Alberic.
"Pergi lu dari sini!!." Usir Alberic kepada Bulan.
"Salah aku apa, sayang?." tanya Bulan yang bingung.
"Salah lu apa? salah lu itu adalah lu melakukan kekerasan terhadap anak sulung gua dan lu jadi istri baru jangan belagu lu, anj*ng, lu tidak berhak melakukan kekerasan terhadap Tio dan gua minta sekarang ke lu, pergi dari sini dan gua akan menceraikan lu!!." jawab Alberic.
"Itu bohong sayang, aku tidak pernah melakukan kekerasan terhadap Tio." ucap Bulan yang berbohong kepada Alberic.
"Hah? berbohong? tapi maaf gua udah lihat CCTV yang sudah terpasang di sudut rumah ini dan karena itu gua tahu perbuatan lu ke anak gua, Tio." sambung Alberic.
"Sial, dia udah tahu perbuatan gua terhadap anaknya, bagaimana ini? gua belum mengambil harta kekayaannya?!!, sial, gara-gara anak brengs*k itu, gua jadi kena imbasnya." Batin Bulan.
"Cepat, keluar lu dari sini!!." perintah Alberic yang mengusir Bulan dari rumahnya.
Bulan tersebut pergi dengan membawa koper yang sudah berisikan pakaian dirinya. Alberic yang merasa syukur kalau dirinya berhasil mengeluarkan istri barunya tersebut yang sudah melakukan kekerasan terhadap anak sulungnya, Tio.
"Alhamdulillah! gua berhasil melindungi anak sulung gua." Batin Alberic yang merasa bersyukur akan dirinya berhasil menghentikan perbuatan istri barunya yang melakukan kekerasan terhadap anaknya sekaligus mengusir istri barunya tersebut.
.
•
.
Flashback Off.
Dokter yang memeriksa dan merawat Tisana di ruangan ICU tersebut keluar dari ruangan tersebut untuk mengabarkan kondisi Tisana terhadap keluarganya.
"Permisi, apakah disini ada keluarga pasien dari Tisana?." tanya dokter tersebut.
.
•
.
Bersambung~
....
Jangan lupa untuk like, favorit, gift dan votenya karena dukungan kalian buat aku semakin semangat updatenya.
Terima kasih yang sudah mampir dan dukung Author.
__ADS_1