Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(36) Tisana Diperlakukan Kasar Sama Fauzal


__ADS_3

(36) Tisana Diperlakukan Kasar Sama Fauzal.


Tisana tidak menjawab ucapan Fauzal, ia langsung pergi ke kamar setelah dicegat Fauzal tetapi dirinya tidak berhasil karena terus menerus dicegat Fauzal.


"Aku harus bisa lepas dari cegatan ia, sudahlah, bodo amat terobos saja ke kamar, lagipula tidak penting ngobrol dengan Bang Fauzal." ucap Tisana yang tidak peduli ucapan Fauzal.


Dan akan tetapi Fauzal terus mencegat Tisana dan dirinya berucap sesuatu ke Tisana.


"Kamu ingin kemana? apa kamu tidak kangen sama Abang?!!." tanya Fauzal yang sengaja mencegat Tisana untuk pergi ke kamarnya.


Tisana hanya mendiamkan ucapan Fauzal sampai diri Fauzal mulai bertindak kasar ke Tisana.


"Orang tanya itu dijawab!! bukan cuman diam aja, apa kamu takut Abang buat kamu semakin trauma seperti waktu itu?." pungkas Fauzal.


"Berisik, sudahlah jangan halangin aku buat jalan ke kamar." ucap Tisana yang merasa kesel sama Fauzal.


"Lu nantangin banget, Tisana!! lihat saja gua akan membuat lu semakin menderita, paham lu Tisana?!!. " ucap Fauzal.


"Apa kamu tidak puas pernah membuat aku menderita bahkan sampai membuat aku trauma? aku capek Bang, dari aku SMP, kamu selalu bertindak kasar sama aku, apa salah aku sama kamu sampai membuat kamu bertindak kasar sama aku?." tanya Tisana yang merasa capek kalau Fauzal tidak pernah puas untuk bertindak kasar padanya.


"Lu tanya? salah lu apa? lu itu pernah membuat teman gua bunuh diri sampai meninggal dan dari itu semuanya, gua membenci dan muak sama lu, Tisana." jawab Fauzal yang membenci Tisana.


"Itu bukan salah aku, Bang, aku tidak pernah membuat teman kamu meninggal sampai membuat teman kamu bunuh diri." ucap Tisana.


"Mana buktinya kalau lu itu tidak membuat ia melakukan bunuh diri?!!." ucap Fauzal.


"Aku tidak mempunyai buktinya tetapi itu bukan aku yang membuat dirinya bunuh diri." ucap Tisana.


"Bohong." ucap Fauzal.


"Aku tidak bohong, Bang." ucap Tisana.


"Lu bohong, Tisana." ucap Fauzal yang sembari memukul Tisana.


Fauzal sangat keras memukul Tisana sampai membuat suara pukulannya sangat terdengar.


Blam!


Dan setelah Fauzal memukul Tisana dengan sangat keras, Lia datang yang baru selesai masak untuk makan siang nanti.


"Anak Mama yang cantik udah pulang, bagaimana sekolah kamu, Tisana?." tanya Lia kepada Tisana.


Tisana mendiamkan ucapan Lia dan dirinya berjalan ke kamar untuk mengganti baju dan menenangkan dirinya tersebut. Lia merasa heran sama sikap Tisana yang mendiamkan ucapannya.


"Fauzal, kamu tahu Tisana kenapa mendiamkan Mama?." tanya Lia kepada Fauzal.


"Fauzal tidak tahu, Ma." jawab Fauzal.


"Mama jadi khawatir sama Tisana yang tiba-tiba mendiamkan Mama." ucap Lia yang merasa khawatir sama Tisana.

__ADS_1


"Fauzal juga khawatir sama Tisana, Ma." ucap Fauzal.


Keberadaan Tiana yang sedang berada di sekolah.


"Ku mencintaimu tetapi kamu nya tidak mencintaiku perasaan yang aku rasa hanya mencintaimu secara diam." Tiana sedang bernyanyi, tetapi Yalia bilang suara Tiana sangat cempreng dan fals ketika bernyanyi.


"Lu bisa jangan nyanyi, Tiana?!!!."


"Hoooh, tentu saja tidak bisa, bujang," ujar Tiana.


"Suara lu itu fals, jadi gua mohon lu jangan nyanyi," cibir Yalia.


"Seperti suara lu tidak fals saat nyanyi." sambung Tiana.


"Hooh tentu saja iya." ucap Yalia.


"Anj*m, lu sama aja kayak gua," sambung Tiana.


"Gua sama lu beda, kalau lu udah tahu suara lu itu fals tetapi tetap saja nyanyi dan kalau gua tidak karena gua mengetahui kalau suara nyanyian gua itu fals," sambung Yalia.


"Kalau begitu coba lu nyanyi, gua ingin mendengar suara nyanyian lu itu fals atau tidak!!!," pungkas Tiana yang penasaran suara nyanyian Yalia.


"Gua tidak mau," sambung Yalia.


"Ayolah, gua ingin dengar suara nyanyian lu!," paksa Tiana kepada Yalia.


"Yaudahlah, lihat saja kalau lu menertawakan suara nyanyian gua yang fals," ancam Yalia.


"Yaudah." ucap Yalia.


Yalia mulai menyanyi dan Tiana sangat kagum terhadap suara nyanyiannya Yalia yang sangat bagus.


"Selalu percaya dan yakinkan semua, kau menghapuskan setiap luka, mengingatkanku tentang mimpi terpendam, agar semua kan menjadi nyata ( Aw Aw Aw, Super Girlies).


"Bagus banget suara nyanyian, Yalia, gua jadi insecure sama suara nyanyiannya, Yalia." Tiana merasa kagum sekaligus insecure oleh suara nyanyian dirinya yang tadi dan Tiana merasa kesal juga kepada Yalia karena tadi Yalia mengaku dirinya tidak bisa nyanyi "Yalia bohong banget, tadi katanya suara dia fals saat nyanyi tetapi kenapa suara dia bagus banget?, Yalia pembohong, nj*r."


Setelah Yalia selesai menyanyi, Tiana langsung marah ke Yalia dengan berucap.


"Lu katanya tidak bisa menyanyi tetapi kenapa suara lu bagus banget selepas nyanyi?." tanya Tiana yang marah sama Yalia.


"Sebenarnya nyanyi itu talent gua, dan karena gua malu akhirnya gua bilang ke lu kalau suara gua fals, hehehe," ujar Yalia.


"Menyebalkan." Tiana marah.


"Maaf gua tidak jujur sama lu kalau bakat gua itu menyanyi." ucap Yalia yang meminta maaf.


"Tidak apa, gua cuma kesel aja, kalau lu itu punya bakat nyanyi tetapi lu mengaku diri lu tidak bisa nyanyi," sambung Tiana.


"Hehehe, maaf." ucap Yalia.

__ADS_1


"Iya, tidak apa tetapi yang buat gua heran bakat terpendam gua itu apa?." tanya Tiana yang merasa heran bakat yang ia punya sebenarnya itu apa?.


"Bakat terpendam lu itu adalah menggambar, Tiana dan lu pernah bilang ke gua kalau lu itu hobi menggambar, gua aja pernah lihat gambaran lu dan itu menurut gua gambaran lu itu bagus." jawab Yalia.


"Masa?! menurut gua gambaran gua itu kayak ceker ayam yang jelek dan tidak bagus sama sekali untuk dipandang." ucap Tiana.


"Lu nya saja tidak pernah sadar kalau gambaran yang lu gambar itu bagus dan bahkan lu masih bingung bakat lu itu apa?!," pungkas Yalia.


"Karena menurut gua, menggambar itu bukan bakat gua tetapi gua menggangap menggambar itu hobi gua, ya, karena dari kecil gua suka dan hobi banget yang namanya menggambar," sambung Tiana.


"Sudahlah, lu itu mempunyai bakat menggambar." ucap Yalia.


"Yasudahlah." ucap Tiana.


Mereka berdua terus berbincang-bincang sampai bel pulang berbunyi.


Ding dong


Dan mereka berdua pulang bersama sembari berjalan kaki.


"Huh!, capek banget, apalagi rumah gua jauh banget dari sekolah," ngeluh Tiana.


"Sudahlah, jalan kaki itu sehat, lumayan lu bisa berolahraga dari jalan kaki," Yalia marah sama Tiana karena Tiana mengeluh capek.


"Walaupun begitu capek, nj*r." ucap Tiana.


"Yasudahlah terima nasib aja karena lu tidak dijemput orangtua lu itu." ucap Yalia.


"Yaudahlah." ucap Tiana.


Setelah mereka lama berjalan kaki untuk sampai ke rumah masing-masing, akhirnya mereka sampai ke rumah mereka masing-masing.


"Assalamu'alaikum," salam Tiana.


"Wa'alaikumussalam," salam balik Lia.


"Tiana pulang Ma" ucap Tiana yang sembari salim kepada Lia.


"Yasudah, sekarang kamu ganti baju terlebih dahulu setelah itu baru makan." ucap Lia.


"Ok Ma." ucap Tiana.


Tiana bertemu dengan Fauzal selepas ia pengen menuju ke kamarnya.


"Bang Fauzal, aku kangen banget sama Abang." ucap Tiana yang kangen terhadap Fauzal.


Bersambung~


Terima kasih sudah mampir dan membaca novel saya yang berjudul "Kisah Cinta Si Gadis Dingin" tolong dukung Author agar Author semangat updatenya, like, favorit dan votenya, terima kasih~

__ADS_1


Salam hangat Author.


__ADS_2