Kisah Cinta Si Gadis Dingin

Kisah Cinta Si Gadis Dingin
(108) Tatapan Menakutkan [S2]


__ADS_3

...Welcome My Story Kisah Cinta Si Gadis Dingin S2...


...Happy Reading~...


.


.


.


Tisana yang dalam kondisi ketiduran sebab perbuatannya sendiri yaitu melukai diri sendiri. Dirinya pun terbangun dikarenakan sudah pagi dan dirinya hampir terlambat ke kampus.


"Akhh! sudah pagi aja! dan terlebih lagi hari ini ngampus, sumpah aku malas banget" ucap Tisana.


Walaupun Tisana malas untuk berangkat ke kampusnya, ia tetap saja memaksakan diri untuk berangkat karena ia tahu bahwasanya ia harus melawan rasa malasnya untuk pendidikan yang menurutnya penting.


Dirinya pun berangkat ke kampus dengan menaiki sebuah angkot.


"Mau pergi kemana neng?" tanya supir angkotnya ke Tisana.


"Ke Universitas xxx, pak" jawab Tisana.


"Baiklah kalau begitu neng" lanjut supir angkotnya.


Supir angkot tersebut pun menuju ke kampus yang Tisana jadikan tujuan.


Brum


Brum


Brum


Tak berselang lama angkot itu pun sampai ke kampus tersebut.


"Ini pak uangnya dan juga terima kasih telah mengantar saya sampai ke tujuan" ucap Tisana dengan sopan.


"Iya sama-sama. Aduh neng... uangnya kebanyakan" tutur supir angkot tersebut.


"Udah pak, ambil aja uang lebihnya" lanjut Tisana.

__ADS_1


"Tapi saya nya yang jadi tidak enak neng kalau begini."


"Gapapa pak, ambil aja uang lebihnya," ucap Tisana yang menyodorkan uang lebihnya ke supir angkot tersebut.


Setelah kejadian itu, Tisana langsung menuju ke kelas dengan tergesa-gesa hingga ia tidak sengaja menabrak seorang lelaki yang sedang terburu-buru juga.


"Aduh," ucap Tisana, "eh maaf aku tidak sengaja menabrak kamu."


"Tidak apa-apa dan lagipula gua nya juga tidak hati-hati" ucap cowok tersebut.


"Oke kalau begitu" ucap Tisana.


Tisana pun langsung berlari ke kelasnya tetapi tangannya sempat tertahan oleh cowok yang baru saja ia tidak sengaja tabrak.


Tisana yang kebingungan kenapa dirinya tidak sampai-sampai padahal ia sudah berlari menuju ke kelasnya, "eh kenapa aku tidak sampai-sampai ya? apa jangan-jangan ada hantu yang isengin aku? sumpah kalau beneran, ini aku lari dengan kecepatan 30 detik."


Cowok tersebut pun langsung ajak bicara Tisana. Tisana yang mendengar suara nya tersebut merasa terkejut hingga dirinya tersungkur.


"Astaghfirullah kaget aku," ucap Tisana yang tersungkur.


"Eh maaf kalau aku membuat kamu terkejut" ucap cowok tersebut.


Cowok itu mengulurkan tangannya di bawah jumantara yang cerah dan mendukung kondisi untuk dirinya ajak berkenalan dengan Tisana.


Tisana mengambil uluran tangan cowok tersebut, "terima kasih dan iya gapapa tetapi kenapa kamu menarik tanganku?."


"Karena aku mau ajak kamu kenalan, bolehkan..?."


"Iya boleh," ucap Tisana sembari tersenyum.


"Kalau begitu kenalkan nama aku Ararya Saguna Amrullah atau biasa dipanggil Arya dan juga nama kamu siapa?," tanya cowok tersebut yang bernama Arya.


"Salam kenal Arya dan nama aku Tisana Cahaya Ratulia, biasa dipanggil Tisana," jawab Tisana.


"Salam kenal juga Tisana," ucapnya sembari melihat Tisana dengan menyeluruh dari bawah hingga ke atas kepala.


Tisana merasa ada yang aneh dengan dirinya karena ia melihat diri Tisana dengan tatapan yang menakutkan seperti halnya tatapan seorang psikopat sehingga membuat Tisana merasa ketakutan.


__ADS_1


Tisana pun dengan cepat-cepat untuk menghindari lelaki itu dengan ia membuat alasan yang masuk diakal supaya dirinya tidak merasa dicurigai karena ketakutan terhadap lelaki tersebut.


"Kalau begitu aku permisi dulu ya dan juga aku ingin masuk ke dalam kelas, takutnya nanti diomelin sama dosen," ucap Tisana dengan nada bicara yang terburu-buru.


"Yaudah deh kalau gitu, lain kali kita berdua ngobrol lebih banyak lagi supaya hubungan pertemanan ini menjadi dekat," ucap Arya sembari tersenyum.


"Iya."


Tisana pun sampai ke kelasnya, untungnya dosennya belum masuk ke kelasnya sehingga ia belum dikatakan telat. Setelahnya, ia duduk di kursi dan Tio, sang mantan kekasih menghampiri dirinya.


"Ada apa Tio kamu menghampiri aku?."


"Tidak apa-apa."


"Lalu kenapa kamu menghampiriku?," tanya Tisana.


"Kenapa emangnya? aku tidak boleh ya menghampirimu?," jawab Tio.


"Kok kamu balik nanya ke aku, boleh aja kamu menghampiriku" lanjutnya.


"Yaudah kalau dibolehin kirain aku tidak dibolehin olehmu" ucap Tio.


"Mana mungkin aku tidak memperbolehkan dirimu menghampiriku, Tio" pungkasnya.


"Hahaha, apa karena kamu masih ada rasa sama aku?," ucapnya yang membercandakan Tisana.


"Tidak, jangan sok tahu kamu" lanjutnya.


"Bercanda doang aku, jangan serius-serius banget, oh iya apa kamu mau balikan lagi sama aku? tenang aja tante tidak akan tahu kalau kita pacaran lagi, Tisana" ucap Tio yang mengajak Tisana untuk balikan.


"Hmm.... gimana ya," ucapnya yang merasa kebingungan untuk menerima ajakan Tio untuk balikan atau tidak.


"Please kita balikan lagi aja yuk, Tisana. Dan lagipula aku ataupun kamu masih belum bisa melupakan satu sama lain," ucap Tio.


"....,"


.


.

__ADS_1


.


Bersambung~


__ADS_2