Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Kita akhiri dengan cara yang baik


__ADS_3

Jam 13.30 aku sudah berada di Angel cafe,seperti biasa aku mengambil tempat disudut.Aku sengaja datang lebih awal,karena aku ingin menikmati suasana cafe yang hampir setahun ini tidak pernah ku kunjungi.


Suasana nya masih sama seperti dulu,cafe yang lebih banyak didominasi oleh kalangan anak muda dan remaja.Hanya saja sekarang desain nya lebih chic dan modern.Ya zaman sekarang makin banyak cafe dan tempat nongkrong bertebaran.Pengusaha lama juga harus up to date dalam segi desain dan menu makanan,untuk bisa menyesuaikan dengan selera anak muda zaman sekarang.


"Mulai hari ini mari kita saling memperhatikan,saling menyayangi,saling jujur,dan tidak sekalipun berfikir untuk saling menyakiti.Sampai batas waktu yang tidak ditentukan."Itu ada lah janji yang dibacakan disudut ruangan ini oleh sepasang remaja yang masih menggunakan seragam putih abu-abu.


"Shareen kan!" Tiba-tiba sebuah suara membuyarkan lamunan ku.Kulihat bang Doddy,owner dari Angel cafe ini sudah berdiri didepan ku.


"Iih..ngilang kemana aja kamu ren,baru sekarang muncul ke permukaan.Ngelanjutin kuliah dimana?" Bang Doddy terus memberondong ku dengan beberapa pertanyaan.Aku hanya tersenyum melihat nya.


"Aku nggak kuliah bang,langsung kerja."


"Ih mantap dong,kerja dimana?pantes abang liat makin cakep aja."Bang Doddy mulai menggodaku.


"Aku kerja di Kota R di PT.INK.Belum lama sih,belum ada setahun juga."aku sedikit menjelaskan.


"Ooo,bagus deh.Eh iya,kemarin Indra juga baru dari sini loh.Sama temen kalian juga siapa itu,cewek yang sering juga kamu bawa makan kesini."Aku berfikir sejenak,teman perempuan yang sering jalan sama aku ya Uti.


"Si Uti ya." Aku mencoba menebak.


"Haa...iya bener si Uti kalau nggak salah namanya."Bang Doddy membenarkan ucapan ku.


"Eh...panjang umur tuh anak lagi diomongin langsung nongol."Bang Doddy menunjuk ke arah pintu dengan dagunya.


Aku melihat Indra masuk dan berjalan kearah mejaku.Dia tidak terlalu banyak berubah,memakai T-shirt dan celana jeans panjang.Badannya terlihat semakin jangkung,mungkin karena dia semakin kurus.


"Hei..udah lama nunggu nya?"Dia menyapaku lebih dulu.


"Hmmm...lumayan sebentar." Aku mencoba bercanda dengannya.


Kami langsung memesan makanan.Indra hanya memesan secangkir kopi original tanpa gula.Aku tidak tahu kalau sekarang dia sudah mulai menyukai kopi pahit.Tiba-tiba sosok Dimas muncul diingatan ku,sedang apa dia sekarang ya?

__ADS_1


"Sejak kapan doyan kopi?" Aku membuka percakapan.


"Sejak jauh dari kamu." Dia menjawab sambil menghirup aroma kopi nya dan kemudian menyeruput nya pelan.


"Gimana kabar ibu dan keluarga?" Aku melanjutkan basa basi ku.


"Ibu sehat,semua juga alhamdulillah sehat.Kamu sendiri,gimana kerjaan kamu?betah disana?nggak jadi ngelanjut kuliah?" Indra menatap ku serius.


"Hanya kota kecil dan belum ada universitas yang dibuka disana.Mungkin cari pengalaman kerja dulu setelah itu aku berniat pindah ke Kota M.Jadi aku bisa kuliah sambil bekerja." Aku menjelaskan rencana ku.


Kota M adalah ibu kota provinsi dan jarak nya hanya dua jam dari kota T.


"Hmm..bagus deh.Aku juga rencana mau kerja dulu." Dia bicara sambil membuang pandangannya menikmati lalu lalang kendaraan diluar.Seperti ada sesuatu yang sedang dipikirkannya.Aku jadi ragu ingin mengutarakan keinginanku.


"Sebenarnya ada masalah apa sih?kamu nggak berniat cerita ke aku?" aku sedikit penasaran dengan masalah yang sedang dihadapinya.


"Cuma masalah keluarga dan sekarang sudah diatasi.Oh iya,paman ku menawarkan pekerjaan di perkebunan nusantara.Bulan depan aku sudah mulai bekerja."Seperti nya indra tidak berniat cerita tentang masalah nya.


Suasana diantara kami semakin canggung.Kurasa Indra pun merasakannya.Tiba-tiba kami kehilangan topik pembicaraan.Sebelumnya kami tidak pernah dalam keadaan seperti ini.


"Untuk apa?" Dia berkata begitu lembut.Membuat ku tak sanggup meneruskan kalimat ku,yang mungkin saja akan menyakiti perasaannya.


"Aku nggak bisa melanjutkan hubungan ini,aku ingin fokus dengan karir ku."Ntah darimana aku mendapatkan alasan yang out of mind ini.


"Kenapa dengan karirmu?bahkan dari awal aku nggak ada masalah kalau kamu bekerja.Kita juga nggak lagi bahas tentang berumah tangga dalam waktu dekat."


Mendengar kata berumah tangga yang keluar dari mulut nya membuat ku tersedak.


"Ndra,please aku memang udah nggak bisa buat ngelanjutin hubungan ini.Jangan buat aku menjadi orang yang jahat ndra,aku nggak mau kalau akhirnya kita sama-sama tersakiti."Aku tidak tau lagi mau bicara apa.Semua yang tidak pernah kupikirkan sebelumnya keluar begitu saja dari mulut ku.


"Oke,oke ren..kamu nggak perlu nyalahkan diri kamu kek gini.Aku juga nggak bisa maksa kamu untuk terus sama aku.fine.. kita akhiri ini dengan cara yang baik." Indra akhirnya mengerti dengan keputusan ku.

__ADS_1


"Ndra,kamu boleh nggak percaya,tapi saat ini aku nggak lagi pacaran dengan siapa pun."Aku berbicara sambil menunduk.


"Ren,aku masih percaya kamu." itu lah kata-kata terakhir yang kudengar dari nya.


Bahkan sampai detik ini dia masih percaya pada ku.Aku benar-benar merasa jadi orang yang jahat.Bahkan sampai akhir dia masih bersikap baik padaku.Kami berjabat tangan, dengan tubuhnya yang jangkung dia dengan mudah nya mengacak rambutku.


Aku melajukan motor ku ke rumah Uti.Sesampai nya dirumah Uti aku langsung masuk setelah menyerukan salam terlebih dahulu.Uti yang baru keluar dari kamar nya langsung berlari memelukku.


"Dari tadi aku tungguin loh,lama banget datang nya." Uti ngedumel sambil mengurai pelukannya.


"Aku putus sama Indra." Hanya kalimat itu yang keluar dari mulut ku.


"Ha...gila serius kamu,jangan bercanda ren." kulihat uti menggelengkan kepala nya tak percaya dengan ucapan ku.


"Iya aku serius ti,baru aja setengah jam


yang lalu.Aku ini habis ketemuan sama dia di Angel." Aku menghempaskan tubuhku disofa ruang tamu nya.


"Ya ampun ren!" Uti menepok jidat nya.


"harus nya jangan sekarang,kamu tau nggak dia itu lagi butuh kamu.Dia lagi banyak masalah Ren.Papa nya sekarang lagi didalam sel.Kasus korupsi." Uti menjelaskan tanpa jeda.


Dan bahkan Uti sudah tahu masalah ini,tapi dengan ku Indra tidak berniat untuk cerita.


"Kenapa dia udah cerita ke kamu masalah ini,tapi tadi pas aku tanya ada masalah apa dia malah nggak mau cerita ke aku." gantian aku yang menyudut kan Uti.


"Ren,aku yakin pasti dia punya alasan sendiri kenapa nggak cerita ke kamu.Tapi kamu beneran tega ya.." Uti masih terus menyalahkan ku.


Aku bahkan tidak peduli lagi tentang penilaian Uti terhadap ku.Buatku percuma menjelaskannya sekarang.Aku tahu Uti dari dulu sudah dekat dengan Indra bahkan dia lebih tahu seluk beluk kehidupan nya.


Aku malas berdebat dengan Uti,aku memutuskan pulang.Rencana pergi keluar dengan nya hari ini ku undur esok hari.

__ADS_1


Aku lelah dengan semua yang telah kulewati.Seandai nya aku tahu bahwa menjadi dewasa serumit ini,aku lebih memilih menjadi anak kecil yang merasa kalau dunia ini hanya penuh dengan kesenangan.


Terkadang semesta memang sebercanda ini.Bagaimana kita bisa mengabaikan seseorang yang jelas mencintai kita,dan lebih memilih mencintai orang yang dengan jelas tidak mencintai kita.


__ADS_2