Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Pertemuan di kereta


__ADS_3

Aku memutuskan naik kereta pagi pulang ke kota T.Ketika aku tiba dirumah, acara belum dimulai.Biasa nya tamu arisan akan mulai datang dan berkumpul sehabis Shalat dzuhur.


Ada beberapa menu makanan yang sudah terhidang dimeja.Aku mengambil sepotong tempe bacem,langsung memasukkan potongan besar ke mulut ku.Ibu yang melihatku hanya menggelengkan kepala.Aku langsung masuk kekamar ku dan membaringkan tubuh ku sejenak.


Aku membuka ponsel ku karena ada pesan masuk dari Maliq.Dia mengatakan kalau dia akan pulang besok.Dia mendapatkan cuti sepuluh hari.Aku membalas kalau saat ini aku sedang di kota T.Besok aku baru kembali ke Kota M naik kereta sore.Dia tidak membalas pesan ku lagi.


Acara arisan berlangsung seperti biasa.Mereka akan membahas anggota keluarga yang lain.Menceritakan kenangan-kenangan orang yang sudah tiada.Termasuk kenangan tentang papa.Aku sejujurnya malas dengan acara seperti ini.Namun terpaksa ku ikuti dengan alasan untuk menjaga tali silaturahmi.


Sore hari acara arisan sudah selesai.Rumah sudah kembali sepi.Setelah membereskan rumah aku berniat kerumah Uti.Sudah lama aku tidak bertemu dengannya.Aku mengendarai motor kerumahnya.Namun ketika aku sampai dirumah Uti,aku menemukan kalau rumah nya kosong dan sepertinya telah ditinggalkan cukup lama.Halaman nya terlihat penuh dengan rumput yang tinggi nya sepinggang orang dewasa.


Melihat ku berdiri didepan rumah Uti, tetangga sebelah rumah nya mendatangi ku dan mengatakan kalau Uti dan keluarganya sudah lama pindah.Rumah Uti terpaksa disita oleh rentenir karena hutang orang tuanya.Aku terkejut mendengar semua penuturan tetangga Uti.Ketika ku hubungi,nomor ponsel Uti juga sudah tidak aktif.


Terakhir kali aku bertemu Uti setahun yang lalu.Kami sempat berselisih paham karena masalah Indrawan.Saat papa ku meninggal pun aku tidak melihat Uti datang melayat.Aku termenung sejenak,kemudian memutuskan untuk pulang.


Aku dan Uti bersahabat sejak kelas satu SMA.Aku sering tidur dirumah nya atau pun sebaliknya.Kami bercerita segalanya,tentang keluarga dan lelaki yang kami sukai.Musuh nya adalah musuh ku,teman ku adalah temannya.Bagaimana bisa hubungan itu berakhir begitu saja.Aku memang terlalu sibuk setelah pindah ke kota M.Jadi tidak ada waktu untuj menghubungi nya.


Aku termenung dikamar ku.Aku mulai kesepian di kota kelahiran ku sendiri.Aku bertumbuh besar dikota ini tapi sekarang aku merasa tidak mempunyai teman sama sekali.Setelah kita dewasa kita akan membatasi hubungan dengan orang lain.Teman bukan lagi soal kuantitas tapi lebih ke kualitas.


Aku terbangun saat adzan subuh berkumandang.Selesai subuh aku tidak melanjutkan tidur ku walaupun ini hari libur.Ibu akan marah jika setelah subuh aku masih tertidur.Aku memilih menyapu halaman.Kulihat beberapa tanaman anggrek mulai berbunga.Bunga Bougenville dengan berbagai warna ditanam ibu di pot-pot batu yang besar.Halaman ini terlihat ramai dan indah.


Selesai menyapu halaman aku sarapan tempe dan pisang goreng yang dibuat oleh ibu.Kulihat Ayana menyetrika pakaian sambil menonton acara televisi.

__ADS_1


"Kak nanti pulang naik kereta jam berapa?" Ayana yang melihat ku masuk meletakkan setrika nya dan bertanya padaku.


"Naik kereta. sore saja lah,kenapa memang nya dek?"


"Ooo,aku rencana nanti siang mau keluar bareng teman aku.Tapi nanti sore aku sudah pulang kok.Nanti aku saja yang antar kakak ke stasiun kereta."


"Iya tapi kamu jangan lama-lama ya nanti kakak ketinggalan kereta."


"Siap bu boss!" Ayana mengacungkan jempol nya.


Aku berlalu dan membantu ibu meracik bumbu didapur.Hari ini ibu masak sayur lodeh,sambal terasi,dan ikan kembung di pepes.Setiap pulang ke rumah aku akan menyuruh ibu memasak menu ini.Aku bisa menghabiskan dua piring nasi dengan lauk ini.


Siang hari selesai zuhur aku memilih tidur siang.Aku terbangun ketika masuk waktu Ashar,berarti aku sudah tidur hampir tiga jam.Aku bergegas mandi,kereta kelas ekonomi akan berangkat pukul 16.30.Sedikit terburu-buru aku melaksanakan sholat Ashar.Ketika aku bersiap-siap kulihat Ayana baru sampai rumah.Aku langsung menyuruh nya mengantar ku ke stasiun.


Aku tahu kereta kelas bisnis dan eksekutif adalah kereta yang datang dari kota R.Jam lima sore kereta pun tiba.Di tiket tertulis aku duduk di gerbong 5 nomor kursi 13A.Melihat angka 13 aku hanya tersenyum kecut.Sebagian orang akan menghindari angka ini.


Aku naik dan mencari kursi ku.Begitu aku mendapatkannya aku langsung duduk.Kursi ku berhadapan dengan yang didepan.Mungkin yang duduk dikursi ini satu keluarga sehingga mereka memutar nya jadi duduk berhadapan.


Namun begitu aku menyandarkan punggung ku aku langsung tercengang melihat lelaki yang duduk didepan ku.


Jantung ku langsung berdesir ketika mata kami beradu pandang.Namun sorot mata itu tak sehangat dulu.Tatapannya terasa dingin.Namun entah mengapa aku masih merasakan cinta disana.Setahun lebih aku tak pernah bertemu atau pun berkomunikasi dengannya.Penampilannya semakin dewasa dan tampan.Bagaimana dia terlihat jauh lebih baik ketika berpisah denganku.

__ADS_1


"Hai..ini Shareen kan? Ya ampun aku tadi nya antara percaya dan tidak loh." Baru kusadari lelaki yang baru menyapa ku adalah David.Dia duduk disebelah Dimas.Dan yang duduk disamping ku adalah Ediono.Aku tersenyum dan menganggukkan kepala ku pada mereka.


"Kamu makin cantik dan dewasa dengan hijab mu ren."David masih handal dalam hal merayu dan memuji.


"Hahaha,..ko David bisa saja."Aku tertawa garing.


David mulai membuka pembicaraan dengan bertanya aku bekerja dimana dan tinggal dimana sekarang.Aku menjelaskan tentang pekerjaan baru ku.Dan Dimas,dia hanya diam tanpa sepatah kata pun.Dia tidak menanyakan kabar ku atau pun sekedar menyapaku.Sikap nya menjadi sangat dingin.Aku pun tak berani menyapanya.Ketika aku mencoba tersenyum padanya dia seperti sengaja membuang pandangannya keluar jendela.Ada sedikit perih yang menjalar dihatiku.Seandainya dia tahu perasaan ini masih sama seperti dua tahun yang lalu.


Seperti nya David menyadari kecanggungan diantara kami.Ketika prami dan prama lewat menawarkan minuman dan snack,David dan Ediono memesan kopi susu.


"Shareen apakah kamu mau kopi susu juga?"David membuyarkan lamunan ku.


"eh iya boleh deh."Aku tersenyum canggung.


"Saya teh susu satu."Dimas sudah memesan lebih dulu,sebelum david bertanya pada nya.


Aku memilih sibuk dengan ponsel ku.Beberapa menit kemudian minuman pesanan kami datang.David menyerahkan minuman kepada kami sesuai dengan pesanan masing-masing.Namun ketika David memberikan kopi susu ku Dimas lebih dulu mengambil nya.


"Dim,sepertinya kamu salah deh.Itu kopi susu pesanan Shareen.Kamu kan pesan nya teh susu."David menyodorkan teh susu ke hadapan Dimas berniat menukar nya.


"Kasih ke dia saja teh susu nya."Dimas memberi isyarat pada david dengan mengarahkan dagu nya padaku.David hanya tercengang.

__ADS_1


"Iya enggak apa-apa kok ko david.Saya lupa kalau saya memang tidak bisa minum kopi."Aku mengambil cangkir yang berisi teh susu dari tangan David.David melihatku dan kemudian menggedikkan bahu nya.


Bahkan dia masih ingat aku tidak bisa minum kopi.Tapi mengapa dia menganggap ku seperti orang asing? Padahal dulu kami berpisah dengan cara yang baik.Aku bahkan tidak berani bertanya ada keperluan apa dia ke kota M.Karena aku sadar aku sudah tidak punya hubungan apa-apa dengannya.Perasaan ku semakin menciut.


__ADS_2