Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Masa depan ku ingin bersamamu


__ADS_3

Malam ini mess menjadi sedikit ramai karena kedatangan satu anggota baru.Rendy menempati kamar di lantai tiga yang bersebelahan dengan kamar Pak Dimas.Romy kasir sebelum nya memang tidak tinggal di mess kantor.


Aku pernah bertanya pada Pak Dimas kenapa Romy tidak tinggal di mess,padahal dia dari luar kota juga.Waktu itu Pak Dimas menjawab,terkadang ada sebagian orang yang tidak ingin hidup nya terkekang oleh beberapa peraturan.


Aku jadi teringat ketika aku harus tidur di kost Kak Karin karena telat pulang dari acara makan malam bersama Maliq.Ternyata malam itu Pak Dimas memang belum tidur.Alasan dia tidak membukakan pintu karena ingin memberi ku efek jera.Yaa... Pak Dimas memang seketat itu dengan peraturan.


Malam ini Pak Dimas mengajak ku untuk keluar makan malam,namun aku menolaknya.Sejujur nya aku masih sedikit kesal dengan nya.Akhirnya dia memutuskan untuk memasak omurice.Aku tahu Pak Dimas pasti punya hobi memasak.Dia sering memasak jenis menu yang baru,dan rasa nya juga cukup enak.Dia suka meramu minuman.Dia juga kadang membeli berbagai macam jenis kopi.


"Dimasa depan saya ingin sekali membuka usaha coffee shop atau restoran kecil.Dan saya sendiri yang akan menjadi barista dan koki nya." Dia mengungkapkan keinginannya ketika kami duduk santai sambil menonton televisi.Waktu itu aku hanya tersenyum menanggapi cita-cita nya.


"Kalau kamu ingin punya usaha apa kedepannya?" Pak Dimas bertanya kepadaku.Aku hanya menjawab tidak tahu dan belum terpikirkan oleh ku.Daripada membuka usaha aku lebih ingin menjadi seorang penulis.Aku juga ingin traveling.Mungkin dimulai dari mengelilingi Indonesia.


Dia tersenyum dan bilang kalau aku harus bekerja keras mengumpulkan banyak uang untuk mewujudkan keinginanku keliling Indonesia.Namun aku menjawab aku akan menikahi orang kaya.Jadi aku tidak harus capek bekerja.Dia tertawa mendengar jawabanku.Dia bilang itu ide yang tidak buruk.


Sebenarnya keinginanku dimasa depan adalah bisa traveling keliling Indonesia atau pun keliling dunia itu bersamanya.Tapi tidak mungkin aku mengatakannya.Bahwasannya aku ingin masa depan ku itu bersama nya.


Omurice buatan Pak Dimas cukup enak.Dia membuat empat porsi.Untuk ku,Merry,Rendy dan juga untuk nya.Pak Dimas benar-benar orang yang royal.Tidak pernah perhitungan soal uang atau pun bantuan.


Selesai makan malam Merry dan Rendy memutuskan kembali kekamar mereka masing-masing.Kulihat Pak Dimas turun ke lantai satu.Aku lebih memilih duduk di depan televisi menikmati drama korea.

__ADS_1


Mengingat Rendy sekarang menjadi kasir disini aku sedikit senang.Setidak nya kedepannya aku tidak harus melihat Jennika disini.Aku teringat kalau tadi Pak Dimas turun kebawah dan belum kembali sudah hampir setengah jam.Aku berniat menyusul nya kebawah.


Kulihat Pak Dimas sedang bertelepon diruangannya.Menyadari kedatangan ku dia langsung menutup telepon nya, dan melambaikan tangannya padaku menyuruh ku masuk.


"Kenapa berdiri disitu?sini masuk,duduk disini." Dia menyuruh ku duduk disofa yang ada diruangannya.Aku hanya patuh dan duduk disebelah nya.


Dia memandang ku kemudian berkata.


"Ren,saya minta maaf sama kamu.Saya sudah pernah bilang saya tidak sebaik yang kamu pikirkan.Saya juga tidak akan memaksa kamu untuk terus bersama saya.Bahkan kamu tahu sendiri kan itu pun pasti sulit untuk kita."Dia benar,aku juga menyadari itu.


"Apa boleh jika saya ingin terus mencoba?"Aku berkata sambil menunduk.Pak Dimas merapikan rambut ku.


"Ren,apa kamu benar-benar mencintai saya?mungkin kamu hanya simpati."


"Mari kita mencoba nya.Saya janji akan terus bersama mu kecuali kamu sendiri yang memutuskan ingin berpisah."


Mendengar nya aku menjadi bahagia.Dia telah berjanji tidak akan meninggalkan ku sampai aku yang memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini.Aku tak pernah sebahagia ini.Hanya saja,Pak Dimas ingin hubungan kami ini dirahasiakan.Karena bukan tidak mungkin ini akan berdampak pada pekerjaan kami.Dan lagi pun keluarga Pak Dimas pasti menentang keras hubungan ini.Bagiku Tidak masalah kalau harus merahasiakannya,asalkan bisa bersama nya aku cukup bahagia.


Pak Dimas lelaki terlembut yang pernah kutemui.Dia tidak pernah marah atau pun berkata kasar.Tutur kata nya sangat lembut dan teratur.Dia sopan dan cukup beradab.Dia suka mendengarkan aku bercerita.Terkadang dia menemani ku lembur di waktu-waktu tertentu.Dia juga royal dalam segi materi.Dia hampir sempurna dimataku.Hanya satu kekurangannya,ya..dia tidak seiman dengan ku.

__ADS_1


Malam ini aku dan Pak Dimas sudah berbaikan.Nasehat Maliq kemarin benar-benar aku abaikan.Kulihat jam menunjukkan pukul 22.00 wib.Merry sudah terlelap.Kehamilan nya sudah semakin membesar.Bulan depan dia memutuskan untuk tinggal dirumah mertua nya.Sampai kelahiran anaknya nanti.Lagi pula jarak antara kantor dan rumah mertua nya tidak terlalu jauh.hanya butuh waktu kurang lebih 30 menit.


Satu orang datang kemudian satu yang lain akan pergi.Seolah-olah Rendy datang untuk menggantikan Merryana.Aku juga harus tidur dikamar ini sendirian nanti nya.Mataku mulai terasa mengantuk ketika sebuah notifikasi masuk.


"Cantik,sedang apa?sudah tidur?"Maliq selalu mengawali percakapan dengan rayuan murahannya.Awal nya aku sempat tersipu ketika dia mengatakan aku cantik.Namun aku berpikir mungkin kepada setiap gadis dia akan mengatakan ini.Kini aku jadi terbiasa mendengar kata cantik yang keluar dari mulut nya.


Sesuatu yang terbiasa terus menerus akan menjadi biasa dan membosankan.Itu lah kenapa aku lebih penasaran dengan Pak Dimas.Karena dia tidak pernah mengumbar kata-kata mesra.Dia juga selalu irit pujian.Aku tidak tahu apa dia memang orang yang pelit pujian atau memang aku tidak begitu menarik dimata nya.


Aku menjawab pesan Maliq dengan cukup singkat.


"Hampir tidur."


"Hehehe..sorry ya saya ganggu,besok siang makan siang bareng yuk! jam 12.00 aku jemput ya!"


Aku tidak mungkin menyetujui ajakannya,sementara aku baru saja berbaikan dengan Pak Dimas.


"Hmmm....lain kali saja ya bang,besok aku mau mengejarkan laporan aku.Karena sudah deadline." Aku mencoba menolak nya secara halus.


"Ya sudah nanti kalau ada waktu kabari saya ya! Makan malam juga boleh.Ada yang ingin saya bicarakan dengan mu."Aku hanya menjawab iya,dan kemudian mengakhiri percakapan kami.

__ADS_1


Maliq adalah lelaki yang perhatian,dia tipe lelaki yang mengayomi.Dia pandai bercanda dan membuat ku tertawa.Beda nya ketika dengan Pak Dimas aku yang berusaha mati-matian membuat nya tertawa.Saat bersama Maliq itu akan sebaliknya.Dia terlihat seperti mencintaiku.Tapi aku juga tidak terlalu percaya diri untuk itu.


Aku hanya menganggap nya sahabat dan seorang kakak.Setidak nya ketika aku begitu mati-matian mengejar cinta seseorang,masih ada orang lain yang menyayangi ku.Tidak terlihat begitu buruk dan menyedihkan.


__ADS_2