
Selesai makan Hayadi mengantar ku pulang.Sebelum turun dia mengatakan kalau besok akan menjemputku jam sepuluh pagi.Aku hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih.Mobil Hayadi baru bergerak pergi saat aku sudah masuk kedalam kamar kost.
Selesai mandi aku langsung berbaring diranjang sambil menonton drama korea.Kupikir besok weekend tidak masalah kalau aku tidur sedikit larut.Lagipula aku lagi menstrual periode jadi aku tidak harus bangun subuh.Aku baru tertidur jam tiga subuh.
Aku terbangun ketika ponsel ku berdering berkali-kali.Dengan malas kulihat nama Hayadi dilayar ponsel.Aku baru sadar kalau pagi ini aku ada janji dengannya untuk mendaftar kuliah.Aku langsung bangkit dan menjawab telepon nya.
"Ya halo pak!" Tak bisa ku tutupi aku menjawab dengan suara khas baru bangun tidur.
"Astaga Ren,kamu masih tidur?" Terdengar suara terkejut Hayadi diujung telepon.
"Aduh maaf pak,saya kesiangan.Saya sekarang mandi dan bersiap,bapak jemput saya setengah jam lagi ya pak."
"Masalah nya saya sudah didepan kost kamu ren." Mendengar ucapannya aku langsung menyibakkan tirai jendela ku.Dan benar saja aku melihat mobil audi hitamnya terparkir diluar pagar kost.
"Hmm...kalau gitu aku siap-siap sebentar ya pak,nggak apa-apa kan pak?" Aku bertanya dengan sedikit takut.
"Ya sudah saya tunggu kamu dimobil ya!"
Aku bergegas mandi kilat,aku tak sempat lagi memilih pakaian.Celana jeans kulot dan kemeja lengan panjang kuambil karena begitu membuka lemari itu yang langsung kulihat.Tak sempat berdandan aku hanya memakai krim tabir surya dan lipgloss.Beruntung semua berkas untuk pendaftaran sudah aku siap kan tadi malam.
Aku tergesa-gesa memakai sepatu kets ku,dan sedikit berlari ke mobil Hayadi yang sudah
__ADS_1
terparkir diluar gerbang.Ketika aku membuka pintu mobil nya aku langsung mengucapkan maaf berulang-ulang sambil mengangguk-anggukkan kepala ku."Aduh maaf pak,saya benar-benar nggak sengaja bangun kesiangan."
Hayadi hanya diam melihatku,namun sejurus kemudian dia tertawa kecil.Aku sedikit heran melihat nya."Ya ampun Ren,biasa saja lagi Ren.Lagi pula saya yang terlalu cepat datang nya,ini saja baru jam sepuluh lewat lima menit loh."Hayadi bicara sambil menunjukkan jam tangan yang melingkar ditangannya.
Aku pun spontan melihat jam tangan ku.Aku hanya bisa menghela nafas.Aku segera masuk ke mobil nya.Tak ku pungkiri aku sedikit kesal dengan nya.Kenapa dia harus datang lebih awal dan membuat ku seperti orang yang dikejar setan.
Hayadi langsung menyalakan mesin mobil dan mobil perlahan bergerak meninggalkan komplek kost ku.Sepanjang perjalanan aku menguap berkali-kali.Hayadi yang melihat ku,bertanya apa aku begadang tadi malam.Aku menjawab kalau aku menonton drama korea sampai jam tiga subuh.Mendengar jawaban ku dia hanya menggelengkan kepala nya.Hayadi menawarkan aku untuk sarapan,namun aku menolak nya.
Setelah selesai mendaftar,Hayadi mengajakku makan bersama.Kami makan di salah satu Mall di kota M.Dia mengajak ku makan direstoran dimsum.Kali ini kami memilih menu masing-masing.Ketika menunggu pesanan datang aku melihat-lihat ke sekeliling.Tanpa sengaja aku melihat Dewi dan beberapa teman kantor yang lain juga makan direstoran ini.Aku langsung menutup wajahku dengan buku menu.Hayadi yang tadi sibuk dengan ponsel nya melihat heran kepadaku.
"Kamu kenapa Ren?Kok muka nya ditutupin gitu?"
"Itu pak dimeja ujung ada Bu Dewi dan teman kantor yang lain.Saya nggak mau mereka salah paham dan gosipin kita yang macam-macam."Aku menjelaskan pada Hayadi dengan suara yang sedikit berbisik sambil memberi isyarat menunjuk meja yang tidak jauh dari kami duduk.
"Kalau kamu seperti itu terus,bagimana kamu makan makanan kamu?" Hayadi bertanya sambil mulai menikmati makanannya.Yang pada akhirnya aku makan sambil menutupi wajahku.Aku benar-benar tidak menikmati sesi makan ku kali ini.
Saat aku melihat ke arah Dewi,dia sudah pergi meninggalkan restoran.Aku menjadi sedikit lega dan mulai melanjutkan makan ku dengan santai.Hayadi pun tersenyum melihatku.Selesai makan Hayadi tidak langsung mengantar ku pulang,dia mengajakku mencari kado untuk bayi temannya yang baru lahir.
Aku pun tidak mungkin menolaknya.Dia memilih membeli baby stroller.Aku sedikit terkejut ketika kulihat harga nya hampir belasan juta.Ternyata Hayadi ini termasuk orang yang royal.Aku merasa hidup ku terberkati karena selalu dekat dengan para lelaki royal dan tidak pelit.Seperti Dimas,Rendy,Maliq,dan ini Hayadi.Tanpa sadar aku tersenyum sendiri,merasa bangga dengan nasib baik ini.
Apa memang seperti ini orang-orang kaya memilih hadiah.Kemarin Dimas juga merogoh kantong tak sedikit,untuk membelikan anak Merryana hadiah.Dia sudah memesan box bayi sebelum anak Merry lahir.Dan ketika pergi menjenguk dengan ku,dia juga membeli beberapa bingkisan yang jika ditotal hampir jutaan.Ah semua itu memang diluar nalarku yang hanya seorang pegawai biasa.
__ADS_1
Hayadi langsung mengajak ku untuk melihat bayi temannya yang baru lahir.Aku ingin menolak tapi aku merasa tidak enak.Lagi pula dia pun sudah mengantarkan ku mendaftar kuliah.Kami memasuki kawasan perumahan elite.Mobil Hayadi berhenti didepan rumah bernuansa Eropa.
"Ini rumah apa istana kok besar banget pak." Aku bertanya sambil menatap takjub.
"Dia orang kaya,orang tua nya pemilik rumah sakit.Salah satu klien kita juga." Hayadi menjelaskan.Aku jadi mengerti kenapa Hayadi memilih hadiah yang mahal.Ternyata ini soal bisnis juga.Bagi setiap pebisnis setiap segala sesuatu tetap ditunggangin oleh keuntungan.
Ketika kami masuk,kami disambut hangat oleh seorang pria berwajah oriental.Dia terlihat akrab dengan Hayadi.Hayadi mengenal kan ku sebagai teman nya.Kami saling berjabat tangan,dia memperkenalkan namanya chandra.Aku sedikit terkejut melihat wajah nya sekilas dia mirip dengan Dimas.Tapi aku langsung menepis pikiranku.
Kami langsung dibawanya naik kelantai dua.Selama hidup dua puluh tahun baru kali ini aku memasuki rumah semewah ini.Benar-benar rumah seorang crazy rich.Dilantai dua ada ruangan santai yang terdapat televisi yang cukup besar.Ada Seorang wanita muda yang sedang duduk dengan memangku seorang bayi.Wajah nya cantik merah merona,tidak seperti seorang wanita yang baru saja melahirkan.Dia tersenyum melihat kami.Dia perempuan yang ramah,dia mengenlkan diri nya Yessi.
Setelah berbincang beberapa saat kami pun pamit undur diri.Sebelum pulang dia memberikan kami bingkisan,untuk merayakan kelahiran anak nya.Ini adalah kelahiran putra pertama mereka.Anak ini benar-benar bernasib baik.Lahir dikeluarga konglomerat berlimpah harta dan kasih sayang.
Sepanjang perjalanan pulang Hayadi menceritakan kalau dia,Chandra dan Maliq bersahabat sejak duduk dibangku kuliah."Walaupun chandra non muslim tapi setiap puasa Ramadhan dia akan ikut berpuasa dengan kami.Setiap Hari raya Imlek kami pun akan datang berkunjung kerumah nya." Hayadi menceritakan dengan wajah berbinar-binar.Dan fakta yang baru ku ketahui adalah ternyata Kakek Hayadi adalah keturunan tionghoa juga.Pantas saja wajah nya terlihat oriental.
"Kamu tahu Ren,keluarga Halim termasuk keluarga kaya di kota M ini.Mereka ada yang memiliki Rumah Sakit.Ada yang memiliki usaha properti,dan banyak usaha lainnya." Hayadi berbicara sambil terus fokus mengemudi.Aku sedikit heran.
"Keluarga Halim?" Aku bergumam pelan.
"Iya Chandra kan anak nya dari Sudjatman Halim."Hayadi yang mendengar gumaman ku menjelaskan.
"Apakah Sudjatman Halim dan Sudjatmiko Halim ada hubungan?"Aku bertanya dengan penasaran.
__ADS_1
"Kamu tahu juga dengan Pak Sudjatmiko Halim?Dia kan abang nya Pak Sudjatman Halim.Tapi setahu saya dia lebih sering di Kota R.Namun ada juga Rumah sakit nya di kota ini."
Wow bagaimana ini menjadi suatu kebetulan.Ternyata Chandra dan Dimas itu sepupu.Mereka sekilas memang mirip.Tapi Chandra bukan orang yang pendiam dan irit bicara seperti Dimas.