Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Ini benar-benar cinta..


__ADS_3

Keesokan hari nya semua berjalan seperti biasa.Aku bangun lebih awal.Pagi ini aku memasak nasi goreng untuk sarapan kami.Pak Dimas yang baru turun dan ingin mandi terkejut melihat ku pagi-pagi sudah berjibaku di dapur.


"Masak apa Ren?"


"Nasi goreng,hehehe!"Aku menjawab dengan sedikit malu.Pak Dimas hanya mengacak rambut ku.Kemudian berlalu ke kamar mandi.Aku senang sekali saat dia mengacak rambut ku atau pun merapikan anak rambut ku.Ini benar-benar cinta.Bahkan hanya dengan memandang nya aku sudah bahgia.Bukan kah ini cinta?


Selesai aku memasak Pak Dimas pun telah menyelesaikan kegiatan mandi nya.Dia keluar dengan celana pendek,kaos oblong dan handuk yang ada dileher nya.Rambut nya masih sedikit basah.wajah nya benar-benar terlihat fresh.


"Ren,kamu nggak mandi?" Pertanyaan Pak Dimas membuat ku tersadar dari kegiatanku yang memandangi nya sejak tadi.


"Eh,iya..Pak."Aku bergegas kekamar dengan sedikit berlari untuk mengambil handuk dan jubah mandi ku.


Selesai aku mandi dan berpakaian ku lihat Pak Dimas sudah duduk dimeja makan.Di meja sudah ada secangkir kopi dan segelas teh susu hangat.Dia tidak pernah mengijinkan ku minum kopi sejak kejadian magg ku kambuh.Kata nya aku tidak cocok minum kopi.Dari pada minum kopi dia kadang membuat kan ku teh susu.Teh susu buatannya enak,rasa nya tidak terlalu manis dan pas dilidah ku.


Kami menikmati sarapan dengan sedikit santai dan tidak terlalu tergesa-gesa.


"Oh iya Ren,nanti sore aku seperti nya harus pulang ke kota R.Besok pagi ada meeting di kantor pusat."Aku hanya mengangguk sambil menyuap kan nasi goreng ke mulutku.


"Meeting nya sampai sore ya?" Aku penasaran dan bertanya pada nya.


"Belum tahu juga sih,tapi kalau sampai sore seperti nya aku kembali kesini lusa.Hmm...bolehkan?" Mendengar ini aku hanya mengerucutkan mulut ku.Dan dia hanya menggeleng kan kepala melihat reaksi ku.


Pak Dimas menyelesaikan sarapannya lebih dahulu.Sebelum turun kebawah dia mendekati ku,lalu berbisik di telinga ku.


"Jangan sering-sering memajukan bibir mu seperti tadi,nanti aku bisa khilaf.Dan jangan seperti itu didepan lelaki lain." Aku hanya terdiam,tiba-tiba aku merasa wajahku memanas.


Selesai membereskan peralatan makan aku juga menyusul turun.Hari ini aku begitu bersemangat.Sepanjang hari aku bersenandung.Merryana dan Karina yang melihat ku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka.Dan aku sama sekali tidak peduli dengan reaksi mereka.

__ADS_1


Karena bahagia nya aku melalui hari ini,semua pekerjaan terasa ringan,dan tanpa terasa sudah masuk jam istirahat.Notifikasi masuk ke ponsel ku.


"Nggak berniat makan siang?" Pesan dari Pak Dimas sukses membuat ku terkejut karena melihat jam sudah hampir pukul dua.


"Ya ampun Pak ternyata sudah hampir jam dua.Pak Dim belum makan juga ya."


"Apa kita lagi bertengkar?saya makan sendirian kan kalau lagi bertengkar dengan kamu Ren.Dari tadi saya perhatikan kamu asik sekali bekerja."Aku hanya tersenyum membaca pesannya.Aku menjawab kalau aku lagi dalam suasana hati yang baik.


Akhirnya siang ini kami memutuskan makan siang di warung ikan bakar dan seafood yang sudah menjadi langganan kami.


Di warung ikan bakar


Kami duduk disudut,Pak Dimas mulai memilih menu.Sedangkan aku masih asik dengan ponsel ku.


"Mau makan apa Ren?" Pak Dimas bertanya padaku dengan masih membaca menu.


"Pak Dim saja yang pilih,aku pemakan segalanya."Aku menjawab dan masih asik dengan gadget ku.


"Pak Dim laper banget ya?kok pesan nya sebanyak itu?"


"Kan kamu pemakan segalanya,biar kamu cepat besar,harus makan yang banyak." Dia berkata sambil menyerahkan menu kepada pelayan.Aku hanya mengerutkan bibir ku mendengar jawaban nya.


Menunggu pesanan datang aku menatap ke sekililing,cukup ramai yang makan di warung ini.Tiba-tiba pandanganku tertuju ke sudut ruangan.Kulihat Maliq duduk bersama tiga orang temannya.Ketika aku melihat nya bertepatan dia juga melihat kearah ku.Dia tersenyum dan melambaikan tangannya.Sebagai balasannya aku hanya menganggukkan kepala ku pada nya.


Tak berselang lama masuk notifikasi ke handphone ku.Kulihat pengirimnya Maliq.


"Ternyata lagi kencan ya,pantes tawaran makan siang ku ditolak."Maliq ini terlalu spontan orang nya.

__ADS_1


"Aku cuma makan siang doang." Aku menjawab singkat.


"Nanti malam kita makan malam bareng ya!"


"Oke!" Aku menyetujui ajakan Maliq karena pikirku Pak Dimas sore ini pulang ke kota R.Jadi nanti malam aku bisa keluar dengan nya.


Makanan yang kami pesan sudah datang.Meja langsung penuh dengan piring yang berisi makanan.Aku sendiri sampai bingung mau makan yang mana terlebih dahulu.Pak Dimas yang melihat ku kebingungan hanya tertawa.


Dan aku memang si pemakan segalanya.Pak Dimas hanya makan seporsi gurami bakar dan separuh sayur capcai.Selebih nya aku yang menghabiskan semua nya.


Perut ku serasa penuh.Bagaimana bisa aku menghabiskan semua nya.Dan kenyataannya aku memang telah menghabiskan semua nya.Pak Dimas bilang seharus nya aku tidak memaksa memakan semua nya.Sebagian bisa dibungkus untuk ku makan nanti.Saat ini rasanya aku ingin menelan dia juga bulat-bulat.Kenapa dia baru bilang setelah aku menghabiskan semuanya,dan kenapa tadi dia harus memesan begitu banyak makanan ini.


Aku langsung menatap nya sambil mengerutkan bibir ku.Pak Dimas hanya tersenyum melihat reaksi ku.Setelah duduk 10 menit aku merasa perut ku sudah mulai sedikit lega.Aku mengajak Pak Dimas untuk kembali kekantor.


Sesampainya dikantor Pak Dimas menyuruh ku berjalan-jalan sebentar,untuk melancarkan pencernaan ku.Aku menuruti sarannya,dan menurut ku saran nya tidak buruk.Setelah berjalan-jalan 10 menit aku sudah merasa lebih baik.Aku melanjutkan pekerjaan ku.


Sore hari Pak Dimas pulang ke kota R bersama Pak Wiryo.Aku langsung mengirim pesan kepada Maliq,kalau nanti malam dia bisa menjemputku jam setengah delapan malam.Karena aku tidak ingin pulang terlalu larut.Aku juga penasaran apa yang ingin dibicarakan oleh Maliq.


Pukul 19.15 wib aku sudah turun kebawah.Aku pun sengaja membawa kunci kantor.Jadi aku tidak perlu membangunkan Merry nanti.Setelah lima belas menit aku menunggu dibawah,ponsel ku berdering.Ternyata itu panggilan dari Maliq.Dia mengatakan kalau sudah, didepan kantor.Aku segera keluar dan kulihat Maliq sudah berdiri disebelah mobil nya.


"Loh kok tumben naik mobil?biasa nya naik motor."


"Iya nanti malam saya ada perlu mau balik ke kota M." Maliq menjawab sambil membukakan pintu untukku.


"Abang mau ke kota M naik mobil?sendirian?" Aku masih penasaran.


"Nggak dong cantik,aku naik kereta ke kota M nya.Nanti supir yang antar aku naik mobil sampai ke kota R."Maliq menjelaskan sambil mulai menjalankan mobil nya.

__ADS_1


"Dan sekarang supir abang dimana?"


"Tadi aku suruh dia makan dan menunggu di cafe yang dekat polsek itu." Aku hanya menganggukkan kepala mendengar penjelasannya.


__ADS_2