
Setelah aktif kuliah kegiatan ku menjadi lebih padat.Maliq yang kemarin berjanji ingin pulang setiap minggu ternyata hanya wacana.Sudah enam bulan ini dia mengunjungi ku hanya tiga kali.Aku pun hanya bisa pulang sebulan sekali ke Kota T.Semua berjalan diluar rencana.
Hayadi jadi lebih sering mengajakku makan diluar atau sekedar menawarkan pulang bersama.Tak jarang aku menolak nya untuk menghindari gosip dikantor.Sekarang aku tahu ditempat kerja tidak semua orang bisa menjadi teman.Apalagi diperusahaan besar seperti ini.Aku hanya berprinsip kerjakan pekerjaanmu dengan baik,terima gaji dan pulang.
Aku lebih suka menghindari masalah dan mencari aman.Aku juga mulai berani melawan Bu dewi dengan menolak pekerjaan yang bukan bagian ku.Aku tidak peduli jika dia marah dan mengadu ke Hayadi.Aku juga merasa sudah berada di jalur yang benar.
We are not everyone's cup of tea,aku setuju dengan kalimat ini.Kita memang tidak bisa menyenangkan hati semua orang.Dan aku pun tidak bisa mengatur hati setiap orang untuk menyukai ku dan tidak membenciku.Masing-masing orang punya hak dengan perasaannya.Begitu juga aku,aku juga sebenarnuya tidak terlalu menyukai senior ku itu.Namun aku berusaha menutupi nya.Oh ayolah terkadang menjadi munafik itu memang harus menjadi pilihan.
Sore ini aku berniat tidak masuk kuliah.Elissa mengajak ku pergi makan ke cafe yang baru buka.Elissa bilang cafe ini lagi viral karena tempat nya yang chic dan menu nya yang unik.Aku pun sedikit penasaran.
Cafe ini sebenarnya tidak begitu jauh dari kantor kami.Hanya berjarak sekitar lima ratus meter.Ketika aku pergi bekerja seharus nya aku melewati nya.Hanya saja aku tidak memperhatikan kalau ada cafe yang baru buka disini.Kami memutuskan berjalan kaki menuju ke cafe.Sesekali berjalan santai sambil menikmati suasana di sore hari ternyata menyenangkan.
Setelah berjalan sekitar 10 menit kami sampai disebuah cafe yang didominasi warna abu-abu dan putih.Ketika masuk kita akan disuguhi beberapa lukisan abstrak yang ditempel di dinding putih.Dan dibagian dinding yang lain ada lukisan sunset.Cafe ini seperti nya sengaja didesain dengan memiliki banyak jendela yang berukuran besar.Ketika kita duduk didekat jendela kita bisa menikmati pemandangan diluar.Desain yang unik.
Aku dan Elissa memilih duduk dimeja yang dekat dengan jendela.
"Ren,dengar-dengar sih yang punya cafe ini masih muda.Dan kata nya sih,ada beberapa menu disini yang dia sendiri turun tangan untuk memasaknya.Keren banget kan Ren!" Elissa berbicara dengan antusias.Aku hanya mencibir dan berkata,"Masalah nya,itu masakan dia enak atau nggak?"
"Ih sepele kamu Ren,mama aku yang suka pilih-pilih makanan saja ketagihan sama makanan disini.Ini nih kalau dia tahu aku makan disini pasti dia suruh aku take away untuk dia."Elissa masih penuh semangat menjelaskan.Aku hanya tersenyum menanggapinya.
"Sa,siap-siap saja kamu terima endorse dari pemilik cafe ini."Aku mulai meledek nya.
__ADS_1
Tak berapa lama pelayan datang menyodorkan buku menu pada kami.Elissa memesan dimsum dan sup kepiting jagung.Aku melihat dimenu ada tulisan omurice.Aku ingat sudah lama aku tidak makan makanan ini.Tiba-tiba ada rindu yang menyeruak ke dasar hati ku.Tidak tahu apakah rindu ini karena aku sudah lama tidak menyantap omurice atau aku rindu dengan sipembuat nya.Aku pun memesannya dan untuk minumannya aku pesan lemon tea.
Setelah mencatat menu pesanan kami,pelayan menawarkan pada kami ingin minuman pembuka apa.Elissa langsung bertanya apakah minuman pembuka ini gratis.Sang pelayan tersenyum dan mengangguk.Elissa memilih kopi susu.Karena sudah lama sekali aku tidak minum kopi,aku pun ikut memilih kopi susu.
"Nah apa aku bilang Ren,ini cafe memang pelayanan nya oke.Ada minuman gratis lagi."Dan lagi Elissa memuji.
"Kalau dikasih yang gratis seperti ini pasti kamu bilang oke." Aku mencibirkan bibirku.Kami pun tertawa bersama.
Tidak berapa lama minuman pembuka kami datang.Segelas kopi susu diletakkan didepan Elissa.Dan segelas lagi diletakkan didepan ku.Namun aku melihat kopi susu ku warna nya jauh lebih pucat.Tidak sepekat kopi susu miliknya Elissa.Aku sedikit mengerutkan dahi ku.
"Kok kopi aku warna nya pucat gini Sa?"Aku bertanya sambil mengaduk kopi susu ku.Elissa juga heran melihat kopi susu ku yang tidak sama dengan milik nya.
"Mungkin lebih banyak susu nya daripada kopi nya,sudah lah minum saja.Lagi pula ini kan gratis."Aku hanya menyebikkan mulut ku mendengar komentar dari Elissa.
"Gimana Ren,enak nggak?" Elissa bertanya sambil menaik turun kan alis nya.Aku tidak dapat menyangkal dan hanya mengangguk sambil berkata"lumayan."
Elissa hanya mengerucutkan bibir nya.Tidak berapa lama pesanan kami datang.Melihat omurice dihadapanku,aku seperti ditarik ke masa lalu.Bentuk nya persis seperti omurice yang sering dibuat Dimas untukku.Perlahan aku menyuapkan sesendok ke mulut ku.Rasa nya benar-benar sama.Seolah-olah omurice ini memang buatan tangannya.Aku menyuap nya lagi dan lagi sampai mulut ku penuh.
Melihat caraku makan Elissa tidak bisa menahan untuk bertanya," Kamu kenapa Ren?apa omurice itu sangat enak ya.Sampai seperti itu kamu makannya?"
Aku hanya mengangguk.Aku pun jadi penasaran dengan sup kepiting jagung yang dipesan oleh Elissa.
__ADS_1
"Sa,aku boleh menyicipi sup kepiting nya nggak?"Aku berkata sambil melihat sup yang baru dimakan nya sesuap.Dengan sedikit tidak rela dia menyodorkan padaku.
"nyicip saja ya,kalau mau banyak kamu pesan lagi."Elissa memperingatkan ku.
"Ih iya loh,aku memang cuma mau coba sedikit saja."
Dan ketika aku makan sup kepiting jagungnya aku langsung yakin kalau ini adalah masakan Dimas.
"Itu kah kamu?"Aku bergumam dalam hati.
Aku langsung memanggil pelayan yang berdiri tidak jauh dari meja kami.Sang pelayan datang ke meja kami dan bertanya apa ada lagi yang ingin kami pesan.Aku meminta kepada si pelayan untuk dijumpakan dengan chef yang memasak omurice dan sup kepiting jagung yang kami pesan.
Dia mengangguk dan pergi kebelakang.Mungkin dia pergi ke dapur cafe untuk memanggil chef nya.Hatiku berdebar tiga kali lebih cepat dari biasa nya.Elissa hanya menatap ku dengan heran.
"Kamu kenapa Ren mau ketemu chef nya?Ada yang salah dengan makanan yang kamu pesan?"
"Enggak kok Sa."Aku menjawab sambil menggelengkan kepala ku.
"Lalu kenapa kamu mau ketemu dengan chef nya?" Elissa masih saja penasaran.
"Aku cuma mau memastikan sesuatu."
__ADS_1
Begitu aku menjawab pertanyaan Elissa,Kulihat si pelayan datang dengan seorang pria yang berjalan menunduk dibelakang nya.Jantungku langsung berdesir ketika pria itu sudah berdiri dihadapanku.