
Sepanjang perjalanan pulang kerumah aku hanya terdiam.Aku merasa menjadi orang yang egois.Aku telah mematahkan hati seorang ibu.Aku seolah-olah merampas paksa harapannya yang tinggal satu-satu nya.Aku merasa tak berbeda dengan wanita perebut suami nya.Aku juga ikut andil dalam menciptakan luka batin nya.
Ternyata dia memutuskan menjadi vegetarian karena suami nya yang telah muallaf.Betapa dia sangat menjaga perasaan suami nya.Ayah mertua ku bersikap baik padaku,tapi bukan berarti aku membenarkan apa yang telah dilakukannya.
Teringat kedekatan Dimas dengan ibu dan adik tiri nya ada sedikit rasa kesal dihatiku.Bagaimana bisa dia melakukan itu.Harus nya dia membela ibu kandung nya sendiri.Tapi dia malah begitu akrab dengan ibu tirinya.Jangan-jangan dimasa depan dia berharap bisa mengikuti jejak ayah nya.
"Kamu tadi cerita apa saja dengan mama?" Dimas membuyarkan lamunan ku.
"Membahas urusan antara perempuan."Aku menjawab singkat dan terus memandang keluar jendela.
"Wow,seperti nya ada yang mulai akrab dengan ibu mertua." Dimas menggoda ku sambil tersenyum lebar.
Aku hanya menghela nafas berat.Kemudian berkata," Ko,kemarin aku iseng membuka laci meja kerja mu.Aku menemukan sebuah foto anak kecil.Wajah nya mirip sekali dengan mu.Apa itu foto mu?"
Dimas terdiam beberapa saat.
"Bukan." Tatapannya masih fokus pada jalanan didepan.
"Itu foto Denis,adik tiri aku.Mama udah cerita ya sama kamu?"
"Shareen,kamu tidak boleh hanya mendengar dari sebelah pihak."Dimas menatap ku sekilas.Aku hanya mengerutkan dahi ku.
__ADS_1
"Kamila itu dulu sekretaris papa.Ayah nya adalah orang tua tunggal.Ibu Kamila meninggal saat melahirkannya.Ayah nya bekerja dengan keluarga halim sudah cukup lama.Papa dan Kamila terpaut usia 10 tahun.Papa sangat menyukai Kamila semenjak dia kecil .Tapi, karena perbedaan keyakinan papa hanya memendam perasaannya.Papa akhirnya menjalani pernikahan bisnis dengan mama."
"Setelah selesai kuliah Kamila bekerja dikantor papa.Waktu itu mama tinggal di Kota R dan papa tinggal di kota M.Mama menolak ketika diajak papa pindah kekota M.Alasannya teman-teman sosialita nya semua dan orang tua nya ada di kota R.Suatu hari papa kecelakaan,dan dirawat cukup lama dirumah sakit di kota M.Pada saat yang bersamaan orang tua mama juga sedang sakit keras.Jadi mama hanya sesekali datang ke kota M untuk menjenguk papa.Kamila lah yang merawat papa."
"Setelah papa sembuh,papa masih kurang beruntung karena papa dideteksi mengalami kerusakan hati.Dan kamu tahu, Kamila bersedia mendonorkan hati nya.Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup panjang ternyata hati mereka cocok.Bukan kah itu suatu mukjizat?Tak berapa lama orang tua Kamila meninggal.Lalu papa memutuskan untuk menikahi nya."
Cerita yang begitu rumit.Apakah ini yang dinamakan takdir?Dalam cerita Dimas,Kamila digambarkan sebagai tokoh yang baik.Kamila seperti pahlawan penyelamat nyawa papa nya.Dan aku yakin kalau Kamila pun pasti mencintai papa juga.Lalu disini siapa penjahat nya?apakah aku?karena aku bukan lah pahlawan untuk Dimas,namun dengan lantang nya merampas dia dari ibu nya.
Sesampai nya di D'Cafe aku langsung naik kekamar.Aku menghempaskan tubuh ku diranjang.Melihat tingkah ku Dimas hanya menggelengkan kepala.
"Shareen..kamu harus cuci muka dan sikat gigi dulu sebelum tidur."Dimas menggoyangkan tubuh ku.Namun aku bergeming.
"Ko,setelah mendengar kisah papa dan Kamila,aku jadi bingung.Aku kasihan dengan mama Ana.Dia harus kehilangan suami dan anak-anak nya.Tapi Kamila sepertinya juga nggak salah.Jadi disini siapa yang patut disalahkan?Apa mungkin aku yang bersalah?Aku penyumbang luka dan kekecewaan terbesar untuk mama Ana.Aku sudah rampas kamu dari mama Ana." Aku mengerutkan bibir ku.
Dimas menangkupkan tangannya ke pipiku,dan berkata,"Hei,berhenti berpikir seperti itu.Mama nggak pernah kehilangan kami.Papa masih menyayangi mama,dan aku juga menyayangi mama.Kamu tahu kenapa kemarin aku yang mengajak keluar Kamila dan Denis?karena kami ingin menjaga perasaan mama.Selama mama sakit papa selalu mendampingi mama.Jadi aku yang berinisiatif menemani tante Kamila dan Denis."
"Ko,kamu nggak berencana kan untuk menikah lagi dimasa depan seperti papa?" Mendengar ini dia menggelangkan kepala sambil tertawa lepas.
"Aku mendapatkan mu dengan susah payah loh Ren.Aku nggak mungkin menghancurkan pernikahan kita.Lagi pula tidak ada Kamila dalam hidup ku.Yang ada Shareena."
"Memang tidak ada Kamila tapi ada Jennika.Dia kan cinta pertama mu.Cinta masa kecil mu." aku mengerucutkan mulut ku.
__ADS_1
"Shareen,aku tak benar-benar mencintai nya.Satu-satu nya orang yang bisa membuat aku nekat untuk berjuang cuma kamu.Jadi kamu hanya perlu percaya kalau aku tidak akan mengkhianati mu." Dimas mencium kening ku berulang kali.Aku hanya tersenyum bahagia.Dan malam ini menjadi malam yang panjang untuk kami.
Setelah pertemuan makan malam,hubungan ku dengan ibu mertua tak langsung membaik.Kami juga terlalu sibuk dengan pekerjaan masing-masing.Jadi kami belum sempat berkunjung kerumah mereka lagi.
Dan Maliq,sebelum aku sempat memberitahukan kabar pernikahan ku dengannya dia sudah kembali ke kota K.Aku pikir nanti saja aku menceritakan padanya dikepulangannya yang berikut nya.
Hari ini aku akan melaksanakan wisuda,ibu dan Ayana datang untuk menghadiri acara wisuda ku.Kupikir kami hanya merayakan acara ini ber empat saja.Aku,ko Dimas,Ibu dan Ayana.Namun ternyata Ibu dan Ayah mertua ku juga datang.Mungkin Ko Dimas yang memberitahu.
Selesai acara wisuda kami langsung menuju rumah baru kami.Ternyata Ko Dimas sudah menyuruh koki di Cafe nya,untuk memasak beberapa jenis makanan.
Ibu mertua ku tak terlalu banyak berkomentar.Selesai acara makan bersama mereka pamit pulang.Aku telah menempat kan beberapa jenis makanan didalam wadah,untuk ku berikan pada bu Asmah tetangga sebelah rumahku.
Ketika Dimas mengantar ibu dan Ayana kestasiun kereta,aku berniat mengantarkan makanan ke rumah bu Asmah.Aku pikir sebagai tetangga baru,aku juga harus bersilaturahmi.
Pintu pagar rumah nya tidak terkunci jadi aku memutuskan untuk masuk.Rumah bu Asmah jauh lebih besar dari rumah kami.Seperti nya dia membeli dua buah rumah namun direnovasi oleh nya dan dijadikan satu.
Halamannya dipenuhi dengan berbagai macam bunga.Namun yang paling dominan adalah tanaman anggrek.Ada beberapa jenis anggrek yang tergantung.Bunga nya terlihat begitu cantik.
Aku berjalan keteras dan berniat menekan bel rumah.Namun pandangan ku jatuh pada mobil yang terparkir di garasi .Mobil itu seperti tak asing buat ku,tapi aku tidak terlalu memperhatikan nomor plat nya.
Ketika aku ingin menekan bel rumah,tiba-tiba pintu sudah dibuka dari dalam.Melihat pria yang berdiri dihadapanku aku langsung terkejut.Rasanya jantung ku berhenti berdetak sepersekian detik.
__ADS_1