Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Merasa sendirian


__ADS_3

Karena tadi malam aku tidak tidur dengan nyenyak,pagi hari nya kepala ku sedikit pusing.Ketika dokter memeriksa ku dia mengatakan tekanan darah ku terlalu tinggi.


"Apa ibu tidak tidur dengan nyenyak dimalam hari?"


"Iya Dok,saya seperti nya mengalami insomnia."Aku mejawab dengan lemah.


Dokter wanita itu tersenyum kemudian berkata,"Ibu Shareen,saat ini ibu sedang mengandung.Tekanan darah ibu tidak boleh terlalu tinggi.Dikhawatirkan ibu akan mengalami preeklamsia.Demi kesehatan ibu dan janin ibu harus istirahat dengan cukup.Dan hindari stress ya ibu."


Aku hanya mengangguk lemah.Ibu yang selalu mendampingi ku menatap ku khawatir.


"Ren,kamu jangan berpikir yang aneh-aneh.Dimas akan segera sembuh dan pulang kesini."Aku tahu ibu mencoba menghiburku.


Selesai sarapan mataku begitu berat.Akhirnya aku jatuh tertidur.Aku terbangun saat mendengar suara orang berbincang-bincang.Ketika aku membuka mata,ku lihat Maliq dan Bu Asmah duduk disofa sedang berbicara dengan ibu.


Melihatku sudah bangun,Maliq mendekati ku.Entah kenapa perasaan ku langsung sedih.Aku menangis sesenggukan.Maliq langsung menenangkan ku.


"Shareen,semua baik-baik saja kok.Kamu harus semangat untuk segera sembuh.Demi bayi dalam kandungan mu."Maliq membelai kepalaku yang ditutupi jilbab.Masih ada perban di dahi ku.


"Bang Maliq,aku terus terbayang kecelakaan itu bang.Wajah Dimas penuh dengan darah bang.Semua terjadi tiba-tiba." aku terus menangis menceritakan kejadian yang ku alami.


"Dimas akan segera sembuh,jadi kamu harus kuat demi anak kalian." Berulang kali Maliq menguatkan ku.


Setelah aku tenang,Maliq menanyakan padaku apakah aku ingin makan sesuatu.Karena biasa nya wanita hamil akan mengidam.Namun aku hanya menggeleng.


Bu Asmah mendekati ku dan memegang tanganku.Tatapannya begitu lembut.

__ADS_1


"Ibu baru tahu ternyata kamu dan Maliq sudah saling mengenal.Kedepannya kalau menginginkan makanan apa pun, kamu bilang pada ibu ya!Ibu akan masakkan untuk kamu Ren.Kamu sudah ibu anggap sebagai anak ibu juga." Mendengar ini hatiku menjadi menghangat.


Ketika aku tidak mendapatkan perhatian dari Dimas,tetap ada perhatian dari orang lain yang menggantikannya.


Setelah lima hari dirawat dirumah sakit,aku diijinkan untuk pulang.Aku dijemput oleh Maliq.Karena ibu sudah terlalu lama menjagaku,dia memutuskan untuk pulang ke kota T hari ini.Dia juga kasihan kalau harus meninggalkan Ayana sendirian.Ayana kini memang sudah kuliah.Dia memilih melanjutkan kuliah nya di kota T.Karena ibu tidak mau diajak pindah ke kota M.


Sore hari nya Maliq mengantarkan ibu ke stasiun kereta.Karena Dimas tidak ada aku menyuruh Elissa untuk tinggal sementara waktu bersamaku.Elissa setuju,sore hari nya dia sudah datang membawa koper berisi pakaiannya.Kulihat dia juga membawa pet cargo.


Sudah lama aku tidak melihat cimoy dan cimol,aku langsung mengambil dua anak kucing lucu itu dari Elissa.


"Sa,kamu kasih mereka makan terus ya?Sepertinya mereka tumbuh dengan cepat."Aku masih terus mengelus dua kucing yang ada dipangkuanku.


"Iya lah,aku kan takut majikannya marah kalau peliharaannya nggak dirawat dengan baik."Elissa menyandarkan tubuhnya di sofa.


Waktu berlalu begitu cepat,sudah dua bulan sejak kejadian kecelakaan itu.Aku juga sudah mulai bekerja lagi.Selama dua bulan ini pun aku belum berhubungan dengan Dimas.Dia tidak pernah menghubungi ku.Pernah aku bertanya nomor ponsel nya kepada ayah mertuaku,namun beliau mengatakan kalau Dimas harus fokus pada pengobatannya dan tidak menerima telepon dari siapa pun.


Aku benar-benar merindukannya.Ketika aku mengalami morning sickness aku menjadi semakin sedih.Aku merasa sendirian menjalani kehamilan ini.Ketika aku ingin makan sesuatu aku harus mencari dan membeli nya sendiri.Rekening ku setiap bulan selalu menerima transferan uang yang tidak sedikit.Ayah mertuaku mengatakan kalau aku menginginkan sesuatu jangan ditahan-tahan.


Dirumah ada asisten rumah tangga yang bertugas membersihkan rumah dan memasak.Biasanya dia akan datang pagi hari dan pulang disore hari.


Tidak jarang juga bu Asmah memberiku makanan hasil masakannya.Bu Asmah juga sering mengobrol dengan ku saat aku libur kerja.


Ya..aku bersyukur selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik terhadapku.Namun tetap saja yang paling aku butuh kan adalah perhatian dan kasih sayang dari seorang suami.


Kandunganku memasuki usia kehamilan tiga bulan.Sudah dua kali pemeriksaan ke dokter aku selalu ditemani oleh Elissa.Alhamdulillah bayi ku tumbuh dengan sehat dan normal.Aku juga masih mengalami morning Sickness.Dokter mengatakan ini akan hilang seiring bertambah nya usia kehamilan.Dia meresepkan ku vitamin.

__ADS_1


Setiap aku memeriksakan kehamilan ku, Elissa tidak lupa merekam ku dengan video di ponsel nya.Dia mengatakan ini akan menjadi kenang-kenangan nanti.


Ayah mertuaku sesekali akan mengunjungi ku dirumah.Tapi hanya datang sendirian.Dia mengatakan kalau Ibu mertuaku masih menemani Dimas menjalani pengobatan.Setiap aku bertanya padanya,"bagaimana keadaan Dimas?"Dia hanya menjawab," Dimas sudah semakin membaik."Terkadang aku merasa ada sesuatu hal yang ditutupi dari ku.


Hari berlalu dengan begitu cepat,usia kandungan ku memasuki empat bulan.Perut ku sudah tidak rata lagi.Aku juga mersakan tendangan pertamanya.Pergerakan yang begitu lembut dan hampir tidak terasa.Aku begitu terharu dan hampir menangis.Seandainya Dimas bisa ikut merasakannya.


Hatiku terasa sesak ketika mengingat nya.Bagaimana keadaannya sekarang?Apakah dia koma sehingga tidak bisa berbicara padaku?Apa dia tidak pernah sekalipun merindukan ku?Apa dia sudah tahu kalau saat ini aku tengah mengandung buah cinta kami?


Tiba-tiba terbersit fikiran buruk di kepala ku.Apakah dia meninggal dalam kecelakaan kemarin,namun sengaja dirahasiakan dari ku karena aku tengah mengandung.Ya Allah,aku benar-benar menginginkannya.


Air mataku mengalir begitu saja.Hampir setiap malam aku menangis.Ketika bangun dipagi hari mataku sedikit membengkak.Elissa yang menyadari hal ini pun selalu berusaha menghiburku.


Sudah tiga bulan ini hidup ku tak bersemangat.Tidak seperti wanita hamil muda lainnya,aku jadi jarang mengidam suatu makanan.Selera makan ku menurun.Maliq selalu menanyakan padaku makanan apa yang aku inginkan.Namun aku selalu menjawab kalau aku tak berselera apa-apa.


Maliq juga memutuskan untuk mutasi ke kota M.Hampir setiap hari kami bertemu.Namun ketika akan pergi makan diluar aku juga turut serta membawa Elissa.Bagaimanapun juga aku adalah wanita yang sudah bersuami,dan aku juga sekarang sedang mengandung.


Sore ini sepulang bekerja aku menyempatkan diri singgah ke D'Cafe.Selama Dimas tidak ada,pengolahan Cafe dijalankan oleh Edy orang kepercayaannya.Setiap bulan Edy akan memberikan laporan keuangan kepadaku.


Melihatku datang pelayan cafe langsung menyambutku.Edy sebagai kepala koki juga keluar dari dapur dan menemuiku.


"Hmm...Edy,hari ini aku ingin makan omurice.Bisa buatkan untuk ku kan?"Aku memang tiba-tiba teringin makanan itu.Edy tersenyum dan mengangguk,kemudian bergegas ke dapur membuatkan pesananku.


Aku duduk memandang keluar jendela.Kulihat ada sebuah mobil maserati berhenti didepan cafe.Tidak berapa lama pelayan cafe keluar mengantarkan bungkusan makanan.Orang-orang kaya memang selalu ingin dilayani.Namun ketika kaca mobil diturunkan aku sedikit terkejut,lelaki yang duduk dikursi belakang itu seperti Dimas.Aku langsung keluar dari cafe untuk memastikan,namun mobil itu sudah berjalan menjauh.


Aku menemui pelayan cafe yang mengantarkan makanan tadi.Aku menanyakan siapa yang didalam mobil tadi.Namun sang pelayan hanya mengatakan kalau itu adalah pelanggan tetap di cafe ini.Tak ada rasa canggung dan kebohongan dimata nya.Apa mungkin aku yang berhalusinasi?

__ADS_1


__ADS_2