Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Aku merindukan nya..


__ADS_3

Karena terlalu banyak makan dimalam hari,aku tidur terlalu lelap.Berulang kali Dimas membangunkan ku untuk sholat subuh.Dengan mengantuk aku melaksanakan kewajiban ku.


Selesai subuh aku merebahkan tubuh ku kembali diranjang.Dimas hanya menggelengkan kepala melihat ku.Namun dia ikut naik keranjang berbaring memelukku dari belakang.Tangannya mengelus perut ku yang rata.


"Kenapa aku yakin sekali kalau didalam sini ada Dimas junior.Shareen,kamu harus berjanji merawat nya dengan baik untukku.Kelak dia yang akan menemani mu,jika aku tidak ada disisimu."


Karena aku sudah begitu mengantuk,aku tidak terlalu menanggapi kata-kata nya.


Ketika aku terbangun hari sudah sangat terang.Kulihat Dimas sudah tidak ada disisiku.Tiba-tiba aku merasa perut ku bergejolak.Aku langsung berlari kekamar mandi.Mencoba memuntahkan semua isi perut ku.Setelah muntah aku merasa begitu lemas.Aku mendengar ketukan dipintu kamar mandi.Aku segera menyikat gigi dan mencuci muka ku.


Dimas terus mengetuk pintu kamar mandi.Ketika kubuka wajah nya terlihat begitu cemas.


"Shareen kamu nggak apa-apa?"Dimas memelukku.


"Lemes banget ko."Aku bersandar manja di tubuh nya.


"Bagaimana kalau besok saja kita pulang ke kota M?" Dimas berbicara sambil merapikan rambut ku.Aku menggelengkan kepala tanda tidak setuju.Aku mengatakan kalau hari senin besok aku harus menemui klien.


Akhirnya setelah makan siang kami memutuskan untuk pulang ke kota M.Disepanjang perjalanan Dimas terus menggenggam tanganku.Sesekali dia mengelus perut ku.


"Kedepannya kamu harus banyak makan makanan yang bergizi.Kamu juga harus istirahat yang cukup.Jangan terlalu lelah bekerja.Jangan terlalu banyak pikiran."


"Ko Dimas kok yakin banget kalau aku hamil? kita kan belum melakukan pemeriksaan?" Aku berbicara sambil memandangi wajah nya.Entah kenapa hari ini aku merasa dia begitu tampan.


"Jangan dipandangin terus nanti kamu bisa tergila-gila pada suami mu ini." Dia mengelus puncak kepala ku.


Ditengah perjalanan hujan mulai turun.Dimas memperlambat laju kendaraan.Masuk waktu Ashar kami berhenti disebuah mesjid untuk menunaikan sholat Ashar.


Selesai sholat kami melanjutkan perjalanan.Tidak seperti biasa,dia membukakan pintu mobil untukku dan memasangkan sabuk pengaman ku.Kemudian dia mencium keningku cukup lama.

__ADS_1


Hujan semakin deras,jarak pandang pun menjadi semakin pendek.


"Ko pelan-pelan saja ya!" Baru saja aku berbicara,tiba-tiba mobil dari arah depan berjalan begitu kencang kearah kami.Dengan refleks Dimas mengarahkan kemudi kekanan.Harus nya secara naluri dia mengarahkan kemudi kekiri.Namun mungkin saat ini dia ingin melindungi ku,karena dikiri terdapat pembatas jalan.


Padahal pada saat ini jalanan cukup lengang.Mungkin pengendara mobil yang ingin menabrak kami dalam keadaan mabuk.Mobil kami menabrak pembatas jalan disebelah kanan.Aku melihat darah mengucur dari kepala Dimas.Wajah Dimas penuh dengan darah.Dia tidak bergerak,Aku pikir pasti kaki nya terjepit.Aku mencoba menggapai nya.Namun aku merasakan ada yang mengalir dikaki ku.Perlahan aku merasakan pandangan ku mengabur dan semua nya menjadi gelap.


Aku merasa telah berada di dunia lain.Aku dituntun oleh seorang anak kecil.Diujung yang lain aku melihat Dimas sedang menunggu kami.Tiba-tiba semua menghilang.


Mataku rasa nya begitu berat untuk terbuka.Ketika aku bisa membuka mataku,aku hanya melihat ruangan serba putih.Kepala ku terasa sakit.Jarum infus sudah menggantung ditangan kiri ku.


"Shareen kamu sudah sadar nak." Kulihat wajah ibu ku.Dia segera menekan tombol untuk memanggil suster.Aku ingin berbicara tapi tenggorokan ku begitu kering.Ibu segera mengambil air dan membantu ku minum,dengan memasukkan sedikit demi sedikit kemulut ku dengan menggunakan sendok.


"Bu,aku dimana?"


"Kamu dirumah sakit Ren.Sudah tiga hari kamu nggak sadarkan diri." Ibu memegang tangan ku.


Aku langsung teringat suami ku.Keadaannya kemarin lebih parah dari ku.


Dia memeriksa ku dan menayakan apa ada yang tidak nyaman.Dia juga menanyakan apa perut ku sakit.Aku hanya menjawab kalau kepala ku pusing.


Dokter mengatakan kalau aku mengalami benturan yang cukup keras dibagian kepala.Namun Alhamdulillah kandungan ku aman.Mendengar ini aku terkejut.


"Dokter,saya beneran hamil dok?" masih tak percaya aku bertanya lagi pada dokter yang memeriksa ku.


"Iya ibu,kandungannya sudah memasuki minggu ke lima.Selamat ya!"Dokter muda itu tersenyum kepadaku.


Tanpa terasa air mata ku mengalir.Ko Dimas pasti senang mendengar ini.Ada perasaan bahagia yang membuncah dihatiku.


"Bu,Shareen hamil bu."Aku mengelus perut ku yang masih rata.

__ADS_1


Ibu hanya tersenyum dan memegang tangan ku.


"Tapi bu,Ko Dimas dimana bu?kemarin keadaan dia cukup parah bu."Tiba-tiba aku merindukan suami ku.


"Dia tidak apa-apa Ren.Dia sedang dirawat diruangan lain."


"Bu,aku mau ketemu Ko Dimas.Tolong antar shareen keruangannya bu."Aku ingin bangkit dari ranjang,namun ibu mencegah ku.Ibu mengatakan besok saja aku menjenguk Dimas.Karena aku masih harus banyak istirahat.


Aku hanya patuh dan berbaring kembali.Ruangan ini begitu nyaman.Aku bertanya pada ibu,aku sekarang dirawat dirumah sakit mana.Ibu mengatakan kalau sekarang aku dirawat di Rumah Sakit Halim Medical Center.Ibu juga menceritakan kemarin kami diselamatkan oleh sepasang suami istri. Mereka membawa kami kerumah sakit daerah.Lalu kemudian ayah mertua ku membawa ku kesini.


Kulihat jam di ponsel ku menunjukkan pukul 17.30.Aku sedikit bosan,kulihat ibu duduk disofa menonton siaran televisi.


Tidak berapa lama Ayah mertua ku datang.Dia menghampiri ku dan membelai kepala ku.


"Bagaimana keadaan kamu Ren?"


"Aku sudah merasa baikkan pa,hanya sedikit pusing.Pa,bagaimana Ko Dimas?aku ingin bertemu dengannya."Aku menatap mengiba pada ayah mertuaku.


"Hmmm...begini Ren,keadaan Dimas kurang baik.Dia sekarang dirawat di Singapore.Tapi kamu tidak perlu khawatir,disana banyak dokter ahli yang berpengalaman.Nah,kamu hanya perlu menjaga kesehatan mu dan kandunganmu.Jangan cemas kan Dimas,dia akan segera sembuh dan kembali kesini."


Mendengar ini aku hanya bisa tercenung.Ada perasaan nyeri dihatiku.Aku tak dapat membendung air mataku.


Tidak berapa lama Elissa datang menjenguk ku.Melihat ku yang sudah sadar dia langsung memelukku.


"Shareen,aku akan segera menjadi tante.Pasti keponakan ku ini akan menjadi anak yang lucu dan menggemaskan." Aku hanya tersenyum menatapnya.Elissa cukup lama menemaniku.Dia pulang ketika jam besuk sudah selesai.Dia berjanji kalau besok dia akan datang lagi.


Malam hari nya aku tidak bisa memejamkan mata,aku terus terbayang dengan kecelakaan yang kualami bersama Dimas.Aku selalu terbayang dengan wajah Dimas yang penuh dengan darah.


Aku merasa menyesal,seandainya aku mendengarkan kata-kata Dimas untuk mengundur waktu kepulangan kami,mungkin kecelakaan ini tidak akan kami alami.Dan aku tidak harus berjauhan dengan Dimas.

__ADS_1


Aku mencoba menghubungi nomor Dimas.Namun nomor nya tidak aktif.Aku baru sadar kalau tadi ayah mertuaku mengatakan kalau dia sekarang sedang dirawat di luar negeri.


Dimas,aku benar-benar merindukannya.Aku terbiasa tidur dalam pelukannya.Malam ini terasa begitu panjang tanpa diri nya.


__ADS_2