Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Ada banyak hati yang harus dijaga


__ADS_3

Pak Dimas mengantar ku ke rumah Bang Rahman,namun tujuannya kerumah bang Rahman adalah mempermisikan ku untuk langsung kembali ke kota C malam ini.Sebelum nya Pak Dimas tidak mengatakan ini padaku.Alasan dia karena supir yang bertugas ke kota C sedang cuti.


Pak Dimas mengajakku makan disalah satu tempat makan dipinggiran kota R.


"Kenapa kita makan disini pak?" Karena biasa nya dia selalu membawa ku makan di pusat kota R.


"Kamu kan belum pernah makan disini,jadi saya bawa kamu makan disini.Disini makanan nya juga cukup enak."Aku hanya mengangguk mendengar jawaban dari nya.


Warung makan ini tidak begitu ramai.Menu yang disediakan pun tidak terlalu beragam.Namun tempat nya cukup nyaman dan tertutup.


Ketika menunggu pesanan datang Pak Dimas meletakkan gawai nya.Dia memandang serius kearah ku.Aku yang sadar di pandangi oleh nya menjadi salah tingkah.


"Kenapa pak?kok serius banget lihatin wajah saya.Di wajah saya ada kotoran ya."Aku berbicara sambil mengusap wajahku.Dia hanya tersenyum melihat tingkahku.Senyum yang begitu manis,yang seminggu ini begitu aku rindukan.


"Ren,kedepannya dikota R ini,mungkin kita tidak bisa berkeliling dengan motor lagi.Kita juga tidak bisa sembarangan makan ditempat umum dipusat kota."


"Loh memang nya kenapa pak?" Aku mulai curiga.


"Hmm...keluarga ku sudah tahu hubungan kita Ren.Tapi kamu tenang saja Ren,aku enggak akan ninggalin kamu.Aku masih ingat dengan janjiku."


Sekarang aku tahu alasannya kenapa dia menjemput ku dengan mobil dan kenapa kami harus makan di daerah pinggiran kota.


Aku jadi teringat kata-kata Rendy waktu itu.Keluarga Pak Dimas tidak akan mungkin merestui hubungan kami.


Dalam perjalanan ke kota C aku lebih banyak diam.Aku mulai memikirkan bahwa hubungan ini tidak akan baik-baik saja kedepannya.Diseparuh perjalanan aku tertidur.Aku terbangun ketika aku merasa usapan kain hangat diwajah ku.Ternyata aku sudah berada dikamarku.Dan Pak Dimas sedang membersihkan wajahku dengan handuk yang dibasahi air hangat.


"Maaf,aku hanya tidak ingin kamu tidur dengan wajah yang kotor."

__ADS_1


"Pak Dim tadi gendong saya sampai lantai dua? saya kan berat pak."


"Iya kamu semakin berat setelah lebaran.Kamu pasti kebanyakan makan daging rendang dan opor ayam sewaktu di kota T."


Aku mengerucutkan bibir ku mendengar kata-kata nya.


Melihat ekspresi ku dia langsung tertawa dan mengacak rambut ku.


"Walaupun berat kamu naik 20 kg,aku masih bisa gendong kamu kok.Nanti aku akan lebih rajin berolahraga."


"Pak Dim do'a nya terlalu jelek,aku akan terlalu gendut dengan kenaikan berat segitu banyak." Sesaat kemudian kami tertawa bersama.


Karena aku sudah terbangun Pak Dimas menyuruh ku menyikat gigi sebelum tidur.Dia selalu disiplin soal kebersihan.Aku sudah seperti adik kecil nya yang harus patuh dengan setiap perintah dan aturannya.


Pak Dimas kembali kekamar nya.Dikamar ku,aku tidak bisa tidur lagi.Mungkin karena tadi aku sudah tertidur di mobil.Akhir nya aku memutuskan melaksanakan shalat Isya.Selesai shalat aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 01.05.


Aku membuka gawai ku.Kulihat ada pesan dari nomor yang tak dikenal.


Deg..aku terkejut membaca pesan yang baru kuterima.Aku baru sadar Pak Dimas berbohong,dan aku yakin Pak Wiryo tidak sedang cuti.Ternyata Pak Dimas bertengkar dengan orang tua nya dan memutuskan kembali ke kota C malam ini.


Aku tidak berniat membalas pesannya karena sudah terlalu malam.Malam ini aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.Bagaimana aku begitu egois memaksakan hubungan ini dan menghancurkan hubungan Pak Dimas dengan orang tua nya.


Namun tiba-tiba aku merasa tak ada salah nya dengan hubungan ini.Toh tanpa keluarga nya Pak Dimas masih bisa mandiri.Pantas saja dia menjemputku dengan honda Jazz yang ku tahu dari Rendy kalau itu dibeli oleh uang Pak Dimas sendiri.


Dan selama ini hubungan Pak Dimas dan papa nya juga memang tidak terlalu baik.Rasa nya tidak masalah kalau aku harus egois untuk kali ini.


Aku memutuskan melaksanakan shalat tahajud.Selesai shalat aku tertidur sebentar dan terbangun ketika adzan subuh berkumandang.Selesai shalat subuh aku tak tertidur lagi.Aku membuka jendela kamar ku dan membiarkan udara pagi menyapu wajah ku.

__ADS_1


Lama aku berdiri didepan jendela dan kulihat Pak Dimas sedang berolah raga pagi dipelataran kantor.Melihat ku berdiri didepan jendela dia melambaikan tangannya padaku.Kulihat dia mengetik sesuatu di ponsel nya.Tak berapa lama ada pesan masuk ke ponsel ku.


"Kenapa selesai shalat tidak tidur lagi? istirahat sebentar kamu masih lelah setelah perjalanan tadi malam." Ternyata Pak Dimas sengaja tidak mengajak ku olahraga pagi karena dia pikir aku masih capek. Aku semakin yakin untuk mempertahankan lelaki ini.


Setelah membaca pesan dari Pak Dimas,aku bergegas keluar kamar,menuju ke dapur.Pagi ini aku ingin membuat sarapan untuk nya.Aku memasak omelet seperti yang sering dimasak nya.Aku juga membuat secangkir kopi hitam untuk nya.begitu aku meletakkan cangkir di meja makan Pak Dimas sudah naik ke lantai dua.Dia sedikit terkejut melihat ku.


"Kan saya suruh kamu istirahat.Kenapa malah membuat sarapan ini?" Dia berbicara sambil mengusap lembut kepala ku.


"Aku rasa ini tidak seenak masakan Pak Dim."


"Aku akan menghabiskannya."Setelah berbicara dia langsung duduk dan menyantap sarapannya.


Aku tidak berniat menceritakan pada nya perihal pesan yang dikirim oleh ibu nya.Sambil makan sesekali aku memperhatikannya.


"Pak,.."


"Iya,kenapa Ren?" Pak Dimas memandang kearah ku.


"Pak Dim,tidak ada niat menikahiku?" Entah keberanian dari mana aku menanyakan ini padanya.


Pak dimas meletakkan sendok dan garpu nya.Dia menyesap kopi nya.


"Kopi nya enak Ren,kamu sudah pintar membuat kopi sesuai selera saya."Dia meletakkan gelas kopi nya kemudian memandangku.


"Ren,apa menurut mu pernikahan bisa menjamin kamu akan hidup bahagia?Ren,aku bisa membuat mu bahagia walaupun tanpa harus menikah.Apa selama ini kamu tidak bahagia bersamaku?"


Aku tidak tahu harus menjawab apa,karena dia benar aku sudah cukup bahagia saat ini.Dia perhatian,dia menyayangiku,dia memanjakanku,dia menuruti semua keinginanku.Dia bahkan harus bertengkar dengan keluarga nya demi aku.

__ADS_1


"Ren,aku berjanji akan selalu membahagiakanmu,tapi maaf aku tidak bisa menjanjikan pernikahan untuk mu.Ada banyak hati yang harus aku jaga."


Aku sadar aku semakin serakah dan ingin memilikinya seutuh nya.Bahkan aku tak pernah memikirkan perasaannya.Bagaimana terlukanya dia saat bertengkar dengan orang tua nya.Tiba-tiba aku menjadi merasa bersalah.


__ADS_2