Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Dia menangis untukku


__ADS_3

Sore ini aku pulang dengan Pak Dimas naik mobil nya.Rendy sendiri pulang bersama Pak Wiryo.Sepanjang perjalanan aku bercerita banyak.Aku juga mengutarakan niat ku pada Pak Dimas kalau aku ingin melanjutkan kuliah.Pak Dimas setuju,awal nya dia menawarkan ku agar kuliah di kota R.Nanti dia akan meminta kepada Pak Irsan untuk memindahkan ku kembali ke kantor pusat.


Namun aku menolak nya,alasanku di kota R belum ada universitas yang menyediakan jurusan yang aku minati.Dia bertanya aku ingin kuliah jurusan apa.Aku bilang saja kalau aku ingin mengambil jurusan sastra jerman.


Sesampai nya di kota R,aku menolak ketika Pak Dimas menawarkan untuk mengantarkan ku pulang kerumah Bang Rahman.Awal nya dia curiga namun aku langsung bilang kalau aku ada janji bertemu dengan teman ku.Aku menjelaskan kalau ada teman ku yang dari kota T juga bekerja di kota R ini.


Aku bergegas pergi ke salah satu restoran di kota R ini.Kebetulan aku pernah makan disini bersama Pak Dimas.Aku juga masih ingat sate di restoran ini harganya lumayan mahal.


Begitu aku masuk ke restoran,aku langsung mengatakan kepada pelayannya kalau aku sudah ada reservasi atas nama ibu Suliana.Sang pelayan langsung membawa ku masuk ke ruang VIP.


Begitu aku masuk kaki ku sedikit gemetar.Aku melihat seorang wanita yang kutaksir berumur sekitar hampir lima puluh tahun sudah duduk menunggu ku.Melihat ku datang,dia tersenyum padaku.Dia mengulurkan tangannya padaku dan memperkenalkan nama nya Anna.Aku menyambut uluran tangannya dengan sedikit canggung dan menyebutkan namaku Shareen.


Setelah mempersilahkan aku untuk duduk,dia menyerahkan menu padaku.Dia juga merekomendasikan makanan andalan di restoran ini.Aku hanya setuju dengan semua pilihannya.


Wanita ini memang benar-benar berkharisma.Pakaiannya tidak terlalu mencolok,namun aku yakin itu pasti dari merk yang terkenal.Masih terlihat gurat kecantikan diwajahnya walaupun usianya sudah tidak muda lagi.Dia meletakkan gadget nya dimeja,kemudian fokus kepada ku.


"Shareen,kamu baru sampai ya dari kota C?Tadi pulang nya bareng dengan Dimas juga kan? hmmm...Anak itu seperti nya sudah melupakan rumah nya."Dia mulai membuka percakapan.

__ADS_1


"Iya ai." Aku tidak tahu harus memanggil nya apa.Aku panggil saja ai,karena aku terbiasa memanggil wanita setengah tua keturunan chinese dengan sebutan ini ketika berbelanja di toko mereka.


Kulihat dia tersenyum,aku menyimpulkan kalau panggilan ini cukup disukai nya.


"Kamu kelihatan masih muda sekali,usia kamu berapa Ren?"


"Tahun ini saya 20 tahun." Dia mengangguk mendengar jawabanku.


Tidak berapa lama pesanan kami datang,ai Ana mempersilahkan ku untuk makan.Aku makan dengan sedikit canggung.Tidak pernah kubayangkan kalau aku harus makan semeja dengan ibu dari atasan sekaligus pacar ku.Selesai makan ai Ana memanggil pelayan dan menyuruh nya menyingkirkan piring dan peralatan bekas kami makan.


"Shareen saya tidak mau berbasa-basi,lagi pula kamu pasti sudah tahu alasan saya mengajak kamu bertemu.Ren,saya tidak pernah melarang anak saya bergaul dengan siapa pun.Namun kalau untuk serius berpacaran kamu pasti tahu kan hubungan dengan perbedaan keyakinan itu pasti sulit.semua orang tua itu menginginkan anak nya kelak menikah dengan yang seiman kan." Aku hanya mengangguk mendengarkannya.


"Ai..sebelum nya saya mau minta maaf.Namun buat saya pribadi yang namanya kepercayaan aku tidak ada yang namanya coba-coba.Saya tidak mungkin mengingkari agama yang sudah saya anut selama ini."


"Hmmm...iya saya juga tidak akan memaksa kamu kok.Namun karena kamu sudah menolak tawaran dari saya,saya tidak ada pilihan selain meminta padamu untuk menjauhi Dimas.Kamu kan tahu Dimas anak kami satu-satu nya.Dia yang kami harapkan untuk meneruskan keluarga kami dan usaha kami.Dan saat kami meninggal nanti dia juga lah yang akan menyembahyangi kami." Dia berbicara sambil memegang kedua tangan ku.


"Ai tidak usah khawatir,saya sudah berencana melanjutkan kuliah saya diluar kota.Jadi saya bisa pastikan kalau saya akan menjauhi Pak Dimas."

__ADS_1


Kulihat ada sedikit binar bahagia dari raut wajah wanita dihadapanku.


"Shareen,kalau kamu memang berniat ingin melanjutkan kuliah,saya akan membiayai kuliah kamu sampai selesai.Asalkan kamu memutuskan komunikasi mu dengan Dimas."


"Ai tenang saja,setelah ini saya akan benar-benar menjaga jarak dengan Pak Dimas.Dan untuk biaya kuliah terimakasih atas niat baik dari ai.Tapi saya masih sanggup membiayai pendidikan saya sendiri."


Setelah cukup jelas pembicaraan diantara kami,aku memutuskan untuk pamit lebih dahulu.Ai ana masih sempat memelukku sebelum kami berpisah.Aku sendiri tak sanggup menahan air mataku.Aku merasa hatiku akan meledak.Dia pandai merayu ku dengan sikap lembut dan memelas nya.Namun entah kenapa ini malah membuat ku semakin sakit.Seandainya dia bersikap sedikit kasar setidak nya ini tidak akan membuat ku terlalu merasa bersalah pada nya.


Aku berjalan keluar restoran dengan sedikit lunglai.Pikiran ku kosong,aku tak ingin langsung pulang ke rumah Bang Rahman.Aku tidak ingin orang tua ku yang sudah tiba tadi sore melihat kekacauan ku.


Aku terus berjalan sampai aku tidak sadar ada sebuah motor yang menyerempet tubuh ku.Aku jatuh tersungkur dipinggir trotoar.Aku merasakan ada sepasang tangan yang membantuku untuk duduk.Aku menangis sejadi-jadi nya ketika yang ku lihat dihadapan ku adalah Pak Dimas.Dia mengambil kotak P3K di mobil nya.Dengan lembut dia membersihkan luka di lutut ku.Ketika dia mengusap nya dengan kapas dengan cairan desinfektan itu terasa perih sekali.Aku menangis,tapi air mata ini mengalir bukan karena luka dilutut ku namun karena luka dihatiku yang terasa jauh lebih perih.


Setelah lukaku dibersihkan dan ditutup nya dengan plester,dia menuntunku masuk ke mobil nya.Kami hanya diam didalam mobil,setelah aku puas menangis dia memberikan tisu kepadaku.Mataku menjadi sedikit bengkak.


"Yakin mau pulang dengan keadaan mu yang seperti ini?" Aku hanya diam tak menjawab pertanyaan dari nya.


"Kenapa kamu nggak bilang sama saya kalau kamu akan menemui mama saya." Aku sedikit terkejut karena Pak Dimas ternyata tahu pertemuanku dengan ibu nya tadi.

__ADS_1


"Pak Dim,mari kita mengakhiri nya.Terimakasih karena pernah memberikan kenangan yang indah untuk ku.Terimakasih karena telah merawatku selama ini.Bapak memang yang terbaik."


Sesaat aku merasakan Pak Dimas telah menarikku kedalam pelukannya.Hangat sekali,aku merasakan bahu nya bergetar.Ya dia juga menangis untuk ku.


__ADS_2