Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
menerka-nerka...


__ADS_3

Aku selalu merasa terjebak diantara dua lelaki.Bagaimana aku mengatakan pada Maliq,kalau aku sudah menikah dengan Dimas?Aku begitu takut membuat Maliq terluka.Semua terasa rumit buat ku.


Setelah minum obat aku jadi mengantuk dan jatuh tertidur.


Aku terbangun saat mendengar suara air dikamar mandi.Kulihat jam weker dinakas menunjukkan pukul 01.15 .Dimas pulang terlalu larut.Ketika dia keluar dari kamar mandi aku berpura-pura tidur kembali.Namun seperti nya dia tahu.Dia mencubit hidung ku.


"Jangan pura-pura tidur." Mendengar ini aku tak dapat berpura-pura lagi.Aku membuka mataku,bangun dan duduk diranjang.


"Kenapa pulang begitu larut?" suara ku sedikit ketus.


Dia malah tersenyum menatap ku.Setelah mengganti baju nya dengan piama dia naik keranjang.


"Nyonya Dimas sudah mulai pintar marah ya!" Dia mengusap puncak kepala ku.Aku hanya mengerutkan bibir ku.


Dimas mendekati ku mencium puncak kepala ku dengan dalam.Membisikkan do'a,dan semua dilakukannya dengan begitu lembut dan sedikit kaku.Namun aku tahu ini seperti yang pertama juga untuk nya.Tiba-tiba perasaanku menjadi tenang.


Aku lebih dulu terbangun disubuh hari dan bergegas mandi.Selesai mandi aku membangunkan Dimas.Setelah sholat subuh aku memilih untuk tidur lagi.Badan ku terasa penat semua.Ketika terbangun jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.Aku tak melihat Dimas dikamar.Aku yang berencana kekantor hari ini,langsung bangkit dan menuju ke kamar mandi.Mandi kilat,berpakaian dan berdandan seadanya.


Ketika keluar dari kamar kulihat Dimas sudah berpakaian rapi.Tiba-tiba wajah ku memerah ketika menatap nya,mengingat apa yang kami lakukan tadi malam.Menyadari ini Dimas hanya tersenyum dan menggodaku.


"Kok kamu kerja sih hari ini?Apa kamu nggak capek habis olahraga malam?" Dimas tersenyum menggoda.


"Ish..."aku memutar bola mataku jengah.


"Lagian Ko Dimas kok nggak banguni aku sih?"


"Ya aku mau nya kamu istirahat saja hari ini,mengumpulkan tenaga untuk olahraga lagi nanti malam." Dimas menaik turunkan alis nya.


Aku hanya mencubit pelan pinggang nya.Rasanya wajah ku sudah memerah seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Aku kekantor diantar oleh Dimas.Dia mengatakan kalau aku sudah bisa ikut kelas mengemudi minggu depan.Aku hanya mengiyakan dan bergegas turun ketika sampai didepan kantor.Setelah aku membuka pintu dan bersiap turun dia malah menarik tanganku.Aku sedikit heran.Ternyata dia hanya ingin mencium kening ku.


Saat turun dari mobil satpam kantor hanya tersenyum melihatku.Aku menganggukkan kepala ku dan berlalu masuk.Hari ini aku begitu semangat.Pak Leo terus menggoda ku,mengatakan kalau aura pengantin baru memang berbeda.Aku tak terlalu menanggapi nya.


Istirahat makan siang,aku mengajak Elissa makan di cafe depan kantor.Aku menceritakan tentang semua kejadian di supermarket kemarin.Mulai dari aku melihat Dimas dengan seorang wanita dan anak kecil.Juga pertemuan ku dengan Maliq.


Elissa menyarankan agar aku jujur pada Maliq,kalau aku sudah menikah dengan Dimas.Dan masalah pertemuan Dimas dengan wanita itu,dia mengatakan kalau aku tidak perlu terlalu curiga.


"Kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh dulu Ren.Mungkin saja wanita itu memang klien nya."


"Entah lah Sa,aku bingung.Apa aku selidiki secara diam-diam ya?" Aku berbicara sambil menghabiskan sisa jus di gelas ku.


Elissa hanya mengedikkan bahunya.


"Ya..itu terserah kamu,tapi kalau kamu butuh bantuan ku,kamu bilang saja."


Sore hari Maliq menghubungi ku,mengajak ku keluar makan dan nonton.Namun aku mengatakan kalau aku harus menemui dosen pembimbing ku,untuk meminta tanda tangan dan persetujuan untuk skripsi ku.


Keluar dari kampus Maliq sudah menunggu ku.Kali ini aku tidak dapat menghindari nya.


"Lama banget kamu?aku sudah sejam loh nunggu disini." Maliq membukakan pintu mobil untukku.


"Ya.. kan aku sudah bilang kalau aku mau minta tanda tangan dosen-dosen pembimbing ku.Lagian Bang Maliq nggak bilang kalau mau jemput aku dikampus." Aku merapikan jilbab ku yamg sedikit kurang rapi.


Maliq melajukan mobil memecah keramaian di kota M.Karena ini malam sabtu jalanan cukup padat.


Dia menghentikan mobil nya didepan restoran Sushi.Aku hanya mengikuti nya dari belakang.Maliq mencari tempat di sudut.Dia memesan beberapa menu.Dia menanyakan pada ku ingin makan apa.Namun aku menyuruh nya memesan untukku,karena aku masih berbalas pesan dengan Elissa.


Kali ini tekad ku sudah bulat untuk mengatakan semua nya pada Maliq.Setelah aku selesai berbalas pesan,aku meletakkan ponsel ku dimeja.Namun aku begitu terkejut ketika ku lihat Dimas masuk ke restoran ini juga.Dan dia tidak sendiri.Dia bersama seorang wanita yang kutaksir berusia antara 35-40 tahun,dan seorang anak kecil.

__ADS_1


Bahkan anak itu terlihat akrab dengannya.Aku yakin itu adalah wanita yang sama yang kulihat di supermarket kemarin.Aku langsung menutup wajahku dengan buku menu.Beruntung nya mereka masuk keruangan VIP.


Aku mengatakan pada Maliq kalau perut ku tiba-tiba tidak nyaman.Dan meminta pesanan ku dibungkus saja.Melihat ku yang terus memegangi perut,akhir nya Maliq menyuruh pelayan membungkus makanan kami.


Maliq mengantar kan ku ke Villa Mutiara.Elissa yang melihatku datang bersama Maliq sedikit terkejut.Namun aku memberi nya isyarat dengan kedipan mata ku.Elissa langsung mengerti.Maliq memutuskan langsung pulang setelah mengantarku.Tidak lupa dia mengingatkan agar aku meminum obat.


Setelah mobil Maliq pergi,aku menarik tangan Elissa masuk kerumah.


"Pasti kamu belum bilang kan ke Maliq kalau kamu sudah menikah dengan Dimas?"


"Haiss..,ini ada berita yang lebih penting Sa." Aku duduk di kursi makan.Dan meletakkan bungkusan sushi dimeja makan.


"Aku memang berniat mau menceritakan semua pada Maliq tadi.Tapi aku melihat Dimas juga makan direstoran yang sama dengan ku.Dan dia datang bersama wanita dan anak kecil yang kemarin kulihat di supermarket sa." Aku mengusap wajah ku dengan kedua telapak tangan ku.


Elissa yang mendengar ceritaku ikut tercengang.


"Jadi tadi Dimas ada melihat mu nggak?"


Aku menggelengkan kepala,"Aku yakin dia nggak melihatku Sa.Mereka masuk ke ruang VIP.Makanya aku langsung menyuruh Maliq untuk membungkus makanan nya.Aku beralasan kalau perut ku sakit."


"Sa,apa mungkin dia selingkuh dengan Janda Sa?"


"Hush..berhenti mikir yang aneh-aneh.Lebih baik kamu tanya saja langsung nanti sama dia."Elissa berusaha menenangkan ku.


Aku merasa pikiran ku begitu kacau,aku jadi tak berselera makan.Aku hanya makan sedikit,itu pun karena Elissa yang memaksa.


Aku mengirim pesan pada Dimas kalau malam ini aku menginap di Villa Mutiara.Namun Dimas tidak membalas pesanku.Padahal sudah centang biru,yang artinya dia sudah membaca nya.


Sedikit kesal aku mencampakkan ponsel ku ke atas meja.Aku merebahkan tubuhku disofa,kepala ku sedikit pusing.Elissa menyuruhku untuk tidur dikamar.Namun aku menolak dan lebih memilih berbaring di sofa.

__ADS_1


Setengah sadar aku mendengar suara bel pintu berbunyi.Kulihat bayangan Elissa membuka pintu.Aku bangun dengan sedikit linglung.Jilbab ku sudah berantakan.Ku lihat Dimas sudah berdiri didepan ku.Dia menatap ku dengan begitu dingin.Melihat nya aku langsung membuang muka.


"Ayo pulang! ini sudah malam."Suaranya begitu dalam,tanpa ekspresi.Karena malas bertengkar,aku hanya patuh dan mengikuti nya ke mobil.


__ADS_2