Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Pujian dari ayah mertua untuk masakan pertamaku.


__ADS_3

Setelah negosiasi,akhirnya tercapailah kesepakatan dikedua belah pihak untuk harga yang disepakati.Untuk kemudian semua proses jual beli rumah akan diurus oleh notaris Ko Dimas.Kami akhir nya pulang menjelang maghrib.


Aku menyuruh Dimas untuk sholat berjamaah di mesjid yang tidak jauh dari D'Cafe.Aku sendiri memilih sholat di kamar.Selesai sholat masih dengan mukena yang ku kenakan,aku rebahan diranjang.Tidak tahu kenapa beberapa hari ini aku selalu merasa lelah.


Ketika aku mulai tertidur,aku dikejutkan dengan kedatangan Dimas yang terburu-buru.Aku langsung bangun,kepala ku mendadak pusing karena terpaksa bangun dengan tiba-tiba.


"Ren,siap-siap ya kita ke rumah sakit sekarang."Dimas terlihat begitu cemas.Aku dengan cepat membuka mukena dan memakai jilbab ku.


"Memang nya siapa yang sakit ko?"


"Mama Ren,tadi papa nelpon aku katanya tekanan darah mama naik.Dan tadi mama sempat drop."


Dengan tergesa-gesa kami turun dari lantai dua.Kami langsung keluar dan naik ke mobil.Dimas melajukan mobil nya dengan cukup kencang.Sepanjang perjalanan aku hanya bisa berdo'a agar ibu mertuaku diberi kesembuhan.


Sesampai nya dirumah sakit kami langsung naik ke lantai dua.Ibu mertua ku sudah dipindahkan ke ruangan president suite.Ruangan nya cukup luas.Kulihat pak Sudjatmiko duduk disisi ranjang.Melihat kedatangan kami dia langsung berdiri dan menyuruh Dimas menemui ibu nya.


Aku tidak tahu harus melakukan apa,akhirnya aku hanya memilih duduk disofa.Melihat pak Sudjatmiko datang,aku lansung berdiri menyalaminya dan mencium punggung tangannya.Dia mengelus puncak kepala ku.Aku merasakan desiran halus didadaku.Aku langsung teringat akan almarhum papa ku.Dia juga selalu melakukan hal yang sama.Ketika aku mencium punggung tangannya,dia akan mengelus puncak kepalaku.


Pak Sudjatmiko duduk dihadapan ku.Aku hanya menunduk tak berani menatap wajahnya.


"Tadi kalian dari rumah ya?" Pak Sudjatmiko membuka pembicaraan.


"Iya pak." aku mengangguk.


"Jangan panggil bapak,panggil papa saja.Maaf,kemarin saat acara pernikahan kalian kami tidak bisa hadir.Mama mu itu orang nya memang sedikit egois.Tapi sebenar nya dia orang yang baik kok.Dia hanya butuh waktu untuk menerima ini semua." Aku tercenung mendengar semua kalimat yang keluar dari mulut Ayah mertuaku.


Kata-katanya sungguh menenangkan.Kini aku tahu,ternyata Dimas menuruni sifat papa nya.Tidak banyak bicara,namun orang yang lembut dan humble.Aku tersenyum dan mengatakan kalau aku bisa mengerti atas ketidak hadiran mereka.


Tidak berapa lama Dimas datang menemui kami.Pak Sudjatmiko pamit untuk pulang.Dimas mengatakan,kalau malam ini biar dia yang menemani mama nya dirumah sakit.Jadi papa nya beristirahat saja dirumah.Pak sudjatmiko hanya mengangguk dan berlalu keluar.

__ADS_1


Dimas duduk disisi ku dan menyandarkan tubuhnya ke sofa.Dia meraih tanganku dan menggenggam dengan erat.Mata nya terpejam.Dapat kulihat raut kecemasan diwajahnya.


"Shareen,kamu mau makan apa? kamu belum makan kan? Biar aku pesan online saja." Dimas menegakkan posisi duduknya.


"Hmm...kalau nasi uduk boleh?"Aku menatap Dimas dengan pandangan menggemaskan.


Dimas mencubit ujung hidung ku,kemudian berkata,"Ya boleh lah."


Dia kemudian,mengeluarkan ponsel dari saku nya.Membuka aplikasi pemesanan makanan online.Setelah memesan,dia meletakkan ponsel nya dimeja.


"Nanti selesai makan kamu pulang naik taxi online saja ya.Aku harus menjaga mama malam ini.Mama belum sadar,kemungkinan besok baru sadar."


"Hmm...aku nggak boleh ya tidur disini?"Aku menatap Dimas dengan memelas.


"Besok pagi saja kamu kesini lagi.Disini ranjang nya cuma ada satu,dan tidak terlalu besar.Nanti kamu nggak nyaman."


Dimas menutup pintu mobil dan taxi melaju dengan kecepatan sedang.


"Suami nya romantis banget ya mbak,seperti pengantin baru saja." Supir taxi ini ternyata memperhatikan kami dari tadi.Aku yang duduk dibelakang hanya tersenyum menanggapi nya.


Sesampai nya di D'Cafe aku langsung mengirim pesan pada Dimas,kalau aku sudah sampai di rumah dengan selamat.Dia membalas pesanku dan mengatakan agar aku tidak tidur larut malam.Dan besok pagi kalau aku ingin kerumah sakit,dia minta dibawakan pakaian ganti juga.


Malam ini aku tidur sendirian.Jam 12 malam mataku belum bisa terpejam.Kemarin Dimas tidur dengan memelukku sepanjang malam.Kami memang belum melakukan apa-apa,layak nya suami istri.Namun aku merasa nyaman tidur dalam pelukannya.Aku baru bisa memejamkan mataku pukul satu dini hari.


Keesokan pagi nya aku memutuskan kerumah sakit.Lagi pula aku masih cuti bekerja.Aku bangun subuh,selesai sholat aku memasak bubur ayam untuk ku bawa kerumah sakit.Aku juga membawa beberapa potong pakaian Dimas dan perlengkapan mandi nya.


Sesampai nya dirumah sakit,aku langsung naik kelantai dua menuju ruangan ibu mertua ku.Dengan semangat aku membuka pintu kamar nya.Namun sejurus kemudian aku hanya terdiam terpaku.


Aku melihat Jennika sedang menyuapi ibu mertuaku.Dan Dimas sedang sarapan bubur ayam yang mungkin dibelikan oleh Jennika.Aku langsung menyembunyikan kotak bekal yang berisi bubur ayam dibelakang ku.

__ADS_1


Melihatku datang Dimas sedikit terkejut.Kemudian menyuruh ku masuk.Aku menyerahkan paper bag berisi pakaian nya.Dimas menyuruh ku sarapan,kulihat ada 1 porsi lagi bubur ayam diatas meja.Namun aku menolak nya.Aku mengatakan kalau aku sudah sarapan dari rumah.


Sebelum aku duduk,Pak Sudjatmiko muncul dibelakang ku.


"Eh,Shareen..pagi-pagi sudah sampai sini.Kamu bawa sarapan untuk Dimas ya?" Dia melihat kotak bekal yang kusembunyikan dibelakang ku.


Aku hanya tersenyum canggung dan mengangguk lemah.Pak sudjatmiko kemudian melihat diatas meja ada wadah bekas bubur ayam yang dimakan Dimas tadi.


"Kamu,masak sarapan Ren?kok kamu nggak bilang? Kalau aku tahu,aku tidak makan sarapan yang dibelikan Jennika."Dimas berdiri menghampiri ku.


"Ya sudah nggak apa-apa,nanti sarapannya aku bawa pulang saja lagi."Aku langsung duduk disofa.


"Kok dibawa pulang lagi?kebetulan papa belum sarapan.Boleh papa makan bekal nya?Papa juga ingin mencoba masakan menantu papa." Mendengar ini,dengan sedikit ragu aku menyodorkan kotak bekal yang kubawa.Jujur ini adalah pertama kali nya aku memasak bubur ayam.Resepnya pun aku lihat dari internet.


Pak Sudjatmiko membuka tempat bekal.Dia menaikkan sedikit alisnya dan berkata,"Dari tampilannya sepertinya enak."


Aku membuat bubur ayam dengan taburan ayam suir,potongan cakwe,taburan bawang goreng dan tak lupa telur asin yang direbus.


Pak Sudjatmiko mulai mencicipi nya,dia kemudian menganggukkan kepala nya.


"Ini enak Ren,kamu sudah sering membuat nya ya?"


Aku tercenung mendengar komentar yang keluar dari mulut ayah mertua ku.


"Ha,papa serius bilang itu enak?Tapi ini aku baru pertama kali membuat nya." Aku menggaruk belakang leher ku sambil tertunduk malu.


"Iya,saya tidak bohong.Ini enak loh." Ayah mertua ku mengulangi pujiannya.


Aku hanya tersenyum,ada rasa puas dan bangga dihatiku.Dimas pun ikut tersenyum melihat ku.Masakan pertama ku ternyata mendapat pujian dari ayah mertua.

__ADS_1


__ADS_2