
Aku pulang kerumah dengan pikiran linglung.Aku begitu yakin lelaki yang di dalam mobil maserati tadi adalah Dimas.Tapi kalau itu memang benar dia,kenapa dia tidak menemuiku?
Dirumah,Elissa sedang menunggu ku dengan gelisah.Melihatku masuk,dia langsung memberondongku dengan pertanyaan.
"Shareen kamu darimana saja? ini sudah hampir jam sepuluh malam.Ponsel kamu dihubungi kenapa nggak aktif?"
"Sorry Sa,ponsel aku kehabisan daya.Aku tadi dari D'Cafe.Tiba-tiba aku teringin makan omurice.Tapi aku mengalami kejadian yang aneh tadi Sa."
"Kejadian apa ren?" Elissa mengerutkan dahi nya.
"Tadi sewaktu aku menunggu pesanan ku,aku melihat ada mobil maserati berhenti di depan cafe.Ketika kaca mobil diturunkan,lelaki yang duduk didalam mobil itu persis seperti Dimas."
Mendengar ini ada raut terkejut diwajah Elissa.
"Kamu serius Ren?Apa mungkin Dimas sudah pulang dari luar negeri?Tapi kenapa dia nggak menemui mu ya?" Elissa mengelus dagu nya.
"Itu lah yang aku heran kan Sa.Tapi aku juga kurang yakin apa itu benar-benar dia atau bukan.Karena ketika ku tanya dengan pelayan cafe yang mengantarkan pesanannya ke mobil,dia tidak mengatakan kalau itu Dimas."
"Ya berarti itu bukan Dimas dong Ren.Karena nggak mungkin kan karyawannya sendiri nggak kenal dengan dia.Sudahlah Ren,kamu istirahat sana.Jangan lupa minum vitamin kamu.Oh,iya besok sore kamu jadi periksa kandungan kan.Kita sudah bisa tahu ini jenis kelamin si baby." Mata Elissa terlihat berbinar-binar.
Aku hanya tersenyum dan naik kekamar ku.Malam ini pun seperti biasa,aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.Bayangan lelaki di mobil maserati terus terngiang di benakku.Apa karena aku terlalu rindu dengan Dimas,sehingga aku seolah-olah melihat nya.
Karena begitu penasaran aku memutuskan untuk menelpon Ayah mertua ku.Aku ingin menanyakan langsung pada nya.Namun belum sempat aku menelpon ada panggilan masuk ke ponsel ku dari nomor yang tak dikenal.
Awal nya aku ingin mereject nya karena aku jarang mengangkat panggilan dari nomor asing.Namun didering yang kedua aku mengangkat nya.
"Halo.."
__ADS_1
Tak ada jawaban dari ujung sana.Aku mengernyitkan dahiku.Berulang kali aku berkata Halo,namun tetap tak ada balasan.Aku pikir ini pasti telepon dari orang iseng.Akhir nya aku memutuskan panggilan.
Aku memilih mandi dan beristirahat.Keesokan pagi nya aku ingat kalau tadi malam aku tidak jadi menghubungi mertua ku,untuk menanyakan keberadaan Dimas.Ketika aku turun,kulihat Elissa sudah menyiapkan sarapan.
"Ayo sarapan Ren,aku masak nasi goreng kampung kesukaan mu."Elissa meletakkan susu dihadapan ku.
"Sa,aku nggak berselera untuk makan pagi ini."Aku meminum susu ku sampai bersisa setengah.
"Ren,kamu harus sarapan,kasihan baby dalam perut mu.Kamu itu sudah seperti orang busung lapar tahu.Badan kamu kurus tapi perut kamu buncit."Elissa tetap menyodorkan sepiring nasi goreng kehadapan ku.
Mau tak mau aku memakan nya juga.Namun aku hanya memakan tiga suapan saja.Aku mengatakan pada Elissa aku tidak bisa makan lebih banyak,karena perut ku akan mual.Mendengar ini Elissa tak lagi memaksa.
Aku duduk di teras depan sambil bermain gadget,menunggu Elissa selesai sarapan.Tiba-tiba aku melihat mobil Maliq sudah berhenti didepan pagar ku.Dia turun dan menghampiri ku.
"Mau kekantor kan?Yuk barengan saja.Kita searah kok."Dia menawarkan tumpangan untukku.
Aku setuju dan mengatakan kalau Elissa masih bersiap di dalam.Tidak berapa lama Elissa keluar.Melihat Maliq bersamaku dia hanya mengangkat kedua alis nya.
Kami pun diantar sampai depan kantor oleh Maliq.Karena tahu kalau nanti sore aku akan periksa kandungan ditemani Elissa,dia berjanji akan mengantarkan kami.
Akhir-akhir ini aku sering lelah.Mungkin karena aku sedang hamil muda.Selain mudah lelah perasaan ku juga jadi semakin sensitif.Aku juga jarang berkomunikasi dengan teman yang lain dikantor.Aku jadi semakin pendiam sejak kecelakaan yang ku alami.
Sore hari nya Maliq sudah menunggu didepan kantor.Elissa tiba-tiba harus lembur.Aku ingin membatalkan jadwal pemeriksaan.Namun dokter maya dokter kandunganku, mengatakan kalau besok dia akan seminar diuar kota selama seminggu.Sementara aku merasa akhir-akhir ini aku kurang fit.Jadi mau tidak mau aku hanya ditemani oleh Maliq untuk pemeriksaan hari ini.
"Bang Maliq,kita ke praktek pribadi dr.Maya ya di jalan Sudirman."
Maliq mengangguk dan mulai menjalankan mobil nya.
__ADS_1
Dipraktek dr.Maya aku tidak perlu mengantri,karena aku memang sudah membuat janji terlebih dulu.
Ketika aku masuk keruangan dr.Maya,Maliq hanya menunggu diluar.Masih terdengar oleh ku,ketika salah seorang perawat mengatakan kalau bapak nya juga boleh masuk.Maliq hanya tersenyum dan mengangguk.
Aku merasa miris,bahkan yang mengantarkan aku pemeriksaan kandungan bukan lah suami ku sendiri.
Dokter mengatakan penyebab aku lemas karena aku mengalami anemia.Dia juga selalu mengingatkan agar aku tidak stress,karena akan berdampak pada perkembangan bayi didalam perut ku.
Ketika dia memberitahukan jenis kelaminnya,aku begitu bahagia.Ya..anak kami laki-laki.Aku yakin dia akan mirip dengan papa nya.
Selesai pemeriksaan Maliq menebus resep vitmin untukku.Diperjalanan pulang dia menawarkan ku untuk makan malam.Kami makan diwarung nasi uduk yang terletak tidak jauh dari tempat kost ku dulu.
Ternyata abang penjual nasi uduk masih ingat dengan ku dan Maliq.Aku memang dulu cukup sering makan disini.
"Wah sudah lama nggak nampak ya mbak dan mas nya."Mendengar ini aku dan Maliq hanya tersenyum.
"Kebetulan sekali mbak,koko yang naik mobil mewah itu tadi baru saja dari sini."Aku sedikit mengerutkan alis.Apakah yang dimaksud nya Dimas?Memang dulu aku sering juga membawa Dimas makan disini.Mobilnya memang terlihat cukup mencolok.
"Maksud mas nya lelaki keturunan chinese yang sering makan dengan saya dulu?" aku menjadi semakin penasaran.
"Seperti nya memang iya mbak,tapi saya juga kurang yakin sih.Soal nya dia menunggu di dalam mobil.Hanya cici nya yang turun,memesan untuk dibungkus."
Deg,mendengar dia bersama perempuan hatiku merasa diremas dengan kuat.Karena aku tahu dia tidak memiliki kakak atau pun adik perempuan.
Aku menjadi semakin yakin kalau lelaki yang kulihat didalam mobil maserati di cafe kemarin adalah Dimas.Tapi kenapa dia tidak menemui ku.Apa mungkin dia tidak menginginkan ku lagi.
Pikiran ku menjadi kacau.Bagaimanapun aku adalah istri nya.walaupun pernikahan kami masih baru akan memasuki satu tahun.Namun pernikahan kami sah dimata hukum dan negara.Kalaupun dia tidak menginginkan ku lagi harus nya dia mengatakan langsung padaku.Lagi pula saat ini aku sedang mengandung anak nya.
__ADS_1
Melihatku hanya melamun Maliq menyadarkan ku.Dia menyuruh ku untuk makan dan berjanji akan membantu ku mencari tahu keberadaan tentang Dimas.
Aku hanya patuh dan mulai menyuapkan makanan kemulut ku.Namun entah kenapa mataku menjadi memanas.Air mata keluar dari sudut mataku.Aku langsung mengusap nya dengan punggung tangan ku.Aku berdalih kalau sambal hari ini cukup pedas.Melihat ini Maliq menyodorkan tisu padaku,dan menambahkan kecap manis kedalam sambal ku.