Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Terikat cinta pertama


__ADS_3

Sesampai nya aku di rumah Bang Rahman aku langsung mandi dan memilih beristirahat.Namun begitu aku membaringkan tubuh ku, ponsel ku berdering.Kulihat nama Yudha yang muncul dilayar .Aku segera menggeser tombol hijau.


"Iya hallo,ada apa bambang?" Aku terbiasa bercanda dengan Yudha.


"Eh si Markonah,belum tidur ya?"


"Sudah to the point saja,apa maksud anda menghubungi saya malam-malam begini?"


"Eh,besok mau ikut nggak touring bareng anak-anak kantor.Ke air terjun kembar." Yudha berbicara begitu antusias.


"Hmmm...naik apa?"


"Naik sado,ya naik motor lah." ku dengar suara Yudha sedikit kesal menanggapi pertanyaan ku.Aku hanya tertawa membayangkan reaksi nya.


"Nanti deh aku kabari lagi." Aku berniat mengakhiri panggilan telepon,namun Yudha langsung menyela.


"Kalau mau ikut berangkat nya besok pagi ya jam 8,kita ngumpul dikantor."


Aku mengakhiri panggilan dengan Yudha dan kemudian mengirim pesan kepada Pak Dimas. "Pak Dim,besok ada acara nggak?"


"Rencana nya sih saya besok mau ke kantor pusat ada yang mau saya kerjakan sedikit.Ada apa ren?"


"Oh nggak apa-apa pak,aku kira Pak Dim nggak sibuk,Yudha ngajakin touring besok.Tapi ya udah deh kalau Pak Dim nggak bisa.Aku batalin aja."


"Hmmm..sorry ya ren!"


"Oke,nggak masalah pak." Aku menghela nafas sejenak dan kemudian menghubungi Yudha kembali.


Aku memberitahu nya kalau aku tidak bisa ikut acara besok.Alasanku,aku tidak punya kendaraan.Yudha langsung mengatakan kalau dia naik motor sendirian,dan aku bisa jadi partner nya.Namun aku menolak dengan alasan ingin beristirahat dan tidur di hari libur.Akhirnya Yudha menyerah dan memutuskan mengakhiri panggilannya.


Keesokan hari nya aku memilih membantu kakak ipar ku berbenah rumah.Bermain dengan ponakan lelaki ku yang baru berumur 2 tahun cukup menyenangkan.Bang Rahman menikah 3 tahun yang lalu,dan sudah dikaruniai seorang putra.

__ADS_1


Selesai semua pekerjaan rumah,aku memilih berbaring di kamar sambil memeriksa ponsel ku.Setiap hari libur aku terbiasa menghabiskan waktu hanya dengan tidur dan menonton drama korea.Aku tidak mempunyai teman di kota R ini.Jadi aku jarang sekali keluar rumah.


Namun hari ini tidak tahu kenapa aku merasa bosan sekali.Kulihat jam menunjukkan pukul sebelas siang.Aku mencoba memejamkan mataku,tapi tidak berapa lama ponsel ku berdering.Ku lihat nama Yudha muncul dilayar,dengan malas aku mengangkat telepon darinya.


"Halo,ada apa lagi bambang?"


"Hmm..jangan bilang kalau kamu masih tidur sekarang?" Terdengar suara Yudha yang cukup berisik di ujung sana.


"Ya nggak lah,aku baru mau tidur siang sekarang.Kamu dimana?Di air terjun kembar itu ya?" Aku mencoba menebak,karena samar-samar kudengar suara riuh orang tertawa.


"Tempat nya bagus banget Ren,kalau kamu lihat tempat nya kamu pasti nyesal deh karena tadi nggak ikut.Air nya ren...air nya dingin bangeeeeeettt...!" Yudha masih mencoba membuat ku iri.Aku hanya menghela nafas mendengar ocehannya.


"Lagian Ren,kenapa sih kamu nggak mau ikut tadi?Bos kamu aja ikut nih!"Kalimat Yudha sukses membuatku tersentak,aku langsung bangun dari posisi rebahan ku.


"Tunggu,tunggu,Yud..maksud kamu bos aku itu Pak Dimas ya?" Aku masih mencoba menyembunyikan keterkejutan ku dari Yudha.


"Ya iya lah,bos kamu kan Pak Dimas.Aku lihat tadi dia bareng Jennika anak dari divisi finance." Aku langsung terdiam mendengar informasi dari Yudha.Aku mengakhiri percakapan dengan Yudha di telepon,dengan alasan perut ku tiba-tiba mules dan harus ke toilet.


Akhir nya aku mengirim pesan untuk menanyakan keberadaannya.


"Pak Dim,lagi dimana?"


Setelah ku tunggu beberapa saat tidak ada balasan dari nya.


Aku mencoba menelepon nya.Panggilan ku tersambung.


"Halo,..Pak Dim lagi dimana?" Suara ku sedikit bergetar,aku mencoba menenangkan emosi ku.


"Hmmm...Ren,saya lagi di..." Suara Pak Dimas terdengar ragu.


"Saya sudah tahu bapak dimana.Saya hanya ingin memastikan."Aku segera mengakhiri panggilan ku.

__ADS_1


Betapa rumit nya menjalin hubungan dengan seseorang yang masih terjebak dengan masa lalu nya,dan masih terikat oleh cinta pertama nya.Sekuat apa pun Pak Dimas menghindari,nyata nya pesona Jennika masih begitu kuat.


Aku merasa menjadi orang yang terkhianati.Untuk sesaat pikiran ku linglung.Dengan begitu jelas semalam aku yang mengajak nya pergi bersama tapi dia menolak dengan alasan pekerjaan.Dan sekarang dia pergi bersama Jennika.Lelucon seperti apa ini.


Aku bergegas mandi,sedikit berdandan,kemudian aku meminjam motor Bang Rahman.Aku memutuskan pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota R.Dipusat perbelanjaan ini juga ada tempat bermain game.


Aku bermain beberapa permainan.Permainan memukul kepala buaya cukup seru,aku bisa meluapkan semua emosi ku.Lelah memukul kepala buaya aku beralih bermain melempar bola.Setelah lelah bermain beberapa games aku memutuskan makan disalah satu restoran siap saji.


Aku memesan ayam goreng,burger,french fries,air mineral.Sang pelayan menatap ku sedikit heran.Mungkin karena aku memesan cukup banyak makanan,padahal aku hanya sendirian.


Aku duduk disudut,karena restoran ini memiliki dinding kaca aku bisa menikmati lalu lalang kendaraan diluar restoran.Aku menatap keluar restoran kulihat hari sudah beranjak sore.Aku masih memandang keluar restoran menikmati pemandangan sore hari dikota R.Perlahan gerimis turun,cuaca sore ini persis seperti perasaan ku sekarang.


Aku menghidupkan ponsel ku yang sejak tadi sengaja aku nonaktifkan.Ada begitu banyak pesan masuk,ku lihat semua dikirim oleh Pak Dimas.Aku tak mengacuhkannya,aku juga tidak berniat membaca nya.


Kenapa bisa sesakit ini,aku merasa aku harus benar-benar menyerah dengan hubungan ini.Ku tatap makanan yang masih utuh dan belum tersentuh yang ada didepan ku.Aku membayangkan semua makanan itu adalah Pak Dimas.Aku menggigitnya,mengunyahnya ,kemudian menelannya.Aku tidak sadar sejak kapan aku menangis yang aku rasakan pipiku sudah basah.


Tiba-tiba ada yang menyodorkan tisu pada ku.Aku seperti familiar dengan tangan ini.Ketika aku menoleh ternyata Maliq.Ya..ini memang benar-benar Maliq.Kenapa dia selalu ada dimana-mana.


Maliq duduk didepan ku dan menatapku dalam.Aku hanya menunduk.Aku tidak ingin dia melihat ku sedang menangis.


"Aku sudah dari tadi merhatiin kamu.Dari kamu bermain games,sampai kamu makan direstoran ini." Ucapan Maliq mampu membuat ku tercengang.


"Koq bisa?" Aku bertanya sedikit linglung.


"Kamu sudah seperti orang yang patah hati."


"Hmmm...memang iya...."Aku menjawab pelan.


Akhirnya aku bercerita pada Maliq perihal kedekatan ku dengan Pak Dimas ,dan Pak Dimas yang masih belum bisa move on dari cinta pertamanya.Maliq hanya menggelengkan kepalanya.Dia bilang aku perempuan nekat yang mau menjalani hubungan beda kepercayaan.


"Dengan menjalani hubungan ini,sebenarnya kamu itu telah menciptakan luka hati untuk dirimu sendiri.Lebih baik kamu akhiri sebelum perasaanmu terlanjur mendalam." Maliq menegaskan kepadaku.Aku hanya terdiam,disatu sisi apa yang dikatakan Maliq benar tapi disisi lain aku masih ingin mencoba.

__ADS_1


__ADS_2