Kita Dan Kisah Yang Belum Usai

Kita Dan Kisah Yang Belum Usai
Hidup yang penuh berkah


__ADS_3

Namun tiba-tiba aku tersadar bahwa lelaki yang berdiri didepan ku bukan lah Dimas.Aku tercenung sesaat dan kemudian sang pelayan menyadarkan ku.


"Mbak,ini chef yang membuatkan pesanan kalian."Pelayan itu berkata dan kemudian pergi berlalu dari meja kami.Aku menatap lelaki itu kemudian tersenyum.


"Hmm..Mas,ini omurice nya enak sekali,sup kepiting jagung nya juga enak sekali." Aku berbicara dengan sedikit gugup.Sambil menunjuk sisa makanan dimeja.Lelaki didepan ku hanya tersenyum dan mengucapkan terimaksih.


Karena suasana terasa canggung Elissa berinisiatif menambahkan,"Iya mas,teman saya ini tadi penasaran sekali ingin bertemu dengan chef yang memasak ini.Maaf mas jadi mengganggu pekerjaan mas nya.Mas bisa kembali bekerja lagi mas."


Lelaki itu tersenyum kemudian pamit kembali ke dapur cafe.


Elissa yang melihatku langsung menepuk dahi nya.


"Ya ampun Ren! ini nggak lucu banget Ren.Ngapain coba kamu manggil itu chef kesini.Ada-ada aja kamu."


"Ya karena aku penasaran,memang nya enggak boleh ya!"Aku hanya mengerucutkan bibir ku.


Elissa tidak berbicara lagi,kulihat dia hanya memutar bola mata nya malas.


Aku masih terus penasaran dan masih tidak percaya mengapa rasa makanan nya bisa sama persis.Ada yang bilang rasa dari suatu makanan tergantung dengan tangan yang mengolah nya.Konon beda tangan yang membuat nya akan beda pula rasanya.

__ADS_1


Selesai makan aku dan Elissa berpisah didepan cafe.Rumah Elissa dan kost ku memang berlawanan arah.Aku memutus kan pulang dengan berjalan kaki,sambil menikmati udara malam.Angin musim kemarau terasa dingin dimalam hari.Aku berjalan sambil menyilangkan tangan ku didada.Jalanan cukup ramai dengan lalu lalang kendaraan.Malam ini malam sabtu,bagi sebagian orang ini adalah malam weekend.


Sebenarnya telah berulang kali Maliq menawarkan motor matic nya untuk ku gunakan.Tapi aku menolak nya,dengan alasan aku belum sempat membuat SIM.Alasan sebenarnya karena aku tidak ingin terlalu banyak berhutang budi pada nya.Selama ini dia sudah terlalu banyak membantu ku.


Sesampai nya di kost,aku melihat mobil sedan hitam yang tak asing bagi ku terparkir dipekarangan rumah Oma.Ketika aku membuka pintu gerbang kost,sebuah suara mengejutkan ku.


"Darimana saja anak gadis?Tadi dijemput ke kantor,satpam bilang sudah pulang."Maliq yang sudah berdiri dibelakang ku mulai mencerca ku dengan pertanyaan.


"Tadi diajak Elissa mencoba makanan di cafe baru yang dekat kantor."Aku menjawab sambil berjalan menuju kamar kost ku.Maliq pun mengikuti ku dari belakang.


"Jadi kamu sudah makan malam?padahal aku mau ngajak kamu keluar makan."Maliq berkata sedikit kecewa.Aku berbalik melihatnya.


"Bang Maliq belum makan ya? Ya sudah ayo aku temani,tapi aku tidak ikut makan ya.Perut aku sudah kenyang sekali."Aku berkata sambil mengelus perut ku.Maliq tersenyum dan menarik tangan ku masuk kemobil nya.Maliq mengajak ku berkeliling kota M.Dibeberapa ruas jalan terjadi kemacetan.


"Ren,kamu melamun ya? mikirin apa sih?"Maliq membuyarkan lamunan ku.


"Oh enggak kok,aku melamunkan nanti malam aku mau nonton drama korea yang mana?" Aku menjawab sambil tersenyum padanya.


Setelah lama berkeliling Maliq malah tidak jadi makan.Dia mengarahkan mobil nya pulang ke kost.Aku heran dan bertanya,"Kok kita pulang?Bang Maliq kan belum makan?"

__ADS_1


"Saya sudah tidak lapar.Tadi memang niat nya mau membawa kamu keliling-keliling saja.Ren,sekali-sekali mau nggak saya kenalkan dengan orang tua saya?" Maliq bertanya lebih serius.


Sejujurnya aku tahu tujuan dia apa.Aku juga tahu perhatian dia lebih dari teman terhadapku.Namun sampai saat ini masih Dimas yang mengisi sudut hatiku.


"Hmmm...boleh deh,tapi jangan sekarang ya.Aku masih banyak pekerjaan dan tugas kuliah."Aku tidak enak langsung menolaknya.


"Iya,kapan kamu siap saja Ren."Maliq menjawab tanpa melihat kearahku.


Malam ini aku tidur tidak begitu nyenyak.Aku memikirkan rasa omurice dan permintaan Maliq untuk membawaku bertemu keluarga nya.Aku jadi tidak berselera menonton drama korea favorit ku malam ini.Aku baru bisa memejam kan mata ku sekitar jam tiga subuh.


Jam sembilan pagi aku terbangun karena Maliq menelepon.Dia mengajak ku makan siang bersama.Aku menolak nya dan menyuruhnya menjemputku di sore hari saja.Alasan ku siang ini aku harus mebersihkan kamar kost ku.


Sabtu dan Minggu aku keluar pergi makan dengan Maliq.Dia membawa ku ke restoran-restoran yang cukup mahal di kota ini.Malam hari dia mengajakku makan direstoran Perancis.Siang nya dia mengajakku makan makanan Jepang.Dia tidak pernah ragu mengelurkan uang yang tidak sedikit.Seperti nya dia hanya ingin menyenangkan ku.


Saat makan malam dia mengatakan kalau dia akan di mutasi ke Daerah yang lebih jauh.Tapi ditawarkan jabatan yang lebih tinggi.Kami akan jarang sekali bertemu.Mungkin selama enam bulan ini dia tidak bisa pulang ke kota M.Aku hanya mengangguk mendengar penjelasannya.Aku juga mengucapkan selamat untuk kenaikan jabatannya.Entah kenapa aku merasa senang mendengar berita ini,aku merasa dia tidak akan mengenalkan ku dengan orang tuanya dalam waktu dekat ini.


Aku kembali melanjutkan aktifitas ku seperti biasa.Pagi aku pergi bekerja,sore sampai jam delapan malam aku kuliah.Pulang kuliah aku akan singgah makan di D'cafe.Terkadang aku memesan omurice dan sup kepiting jagung.Di lain waktu aku memesan sup ikan jahe.Makanan-makanan di cafe ini seakan telah mengobati rasa rindu ku pada Dimas.


Karena seringnya aku makan di cafe ini,pemillik cafe memberikan ku kartu pelanggan spesial.Dengan kartu ini aku mendapat kan potong harga lima puluh persen makan dan minum apa pun di cafe ini.Aku tersenyum senang ketika kasir memberikannya pada ku.Dia mengatakan aku adalah orang pertama yang mendapatkan kartu ini.Dan pemilik cafe, baru mencetak nya satu dan diberikan untuk ku.Aku mengucapkan terimakasih berkali-kali kemudian berjalan dengan begitu riang keluar dari cafe.

__ADS_1


Sebelum tidur aku memandang kartu yang diberikan kasir cafe padaku tadi.Tak pernah pudar senyum di bibir ku ketika menatapnya.Kartu berwarna gold yg berbentuk seperti kartu debit.Bagaimana aku bisa makan sepuasnya dan hanya bayar setengah nya.Benar-benar hidup yang penuh dengan keberkahan.Ini benar-benar rejeki dari Allah.Bahkan aku rela mempromosikan cafe ini tanpa dibayar.


Selama setahun dikota ini,aku merasa hidupku selalu dikelilingi oleh orang-orang baik dan hal-hal yang baik.Aku benar-benar bersyukur akan semua ini.Malam ini aku bisa tidur dengan begitu nyenyak nya.Dan berharap besok pun akan ada kebaikan-kebaikan yang menantiku.


__ADS_2