
Setelah selesai makan aku berpisah dengan Maliq di parkiran swalayan.Maliq yang ke kota R untuk menemui teman nya mengajakku untuk kembali ke kota C bersamanya.Namun aku menolak,aku tidak ingin Bang Rahman mencurigaiku.
Setelah mobil Maliq lebih dahulu pergi,aku pun memilih untuk pulang ke rumah Bang Rahman.Sesampainya dirumah,Bang Rahman mengatakan kalau teman kantor ku tadi datang kerumah mencari ku.Aku bertanya siapa namanya.Bang Rahman sedikit berpikir dan kemudian dia mengatakan" Dimas."
"Wajahnya chinese tapi namanya Dimas.Jawa sekali ya."Bang Rahman sempat berkomentar sebelum masuk kekamarnya.
Aku termenung sejenak didalam kamarku.
"Pasti dia ingin menjelaskan alasan dia pergi bersama Jennika." Batin ku.
Kubuka ponsel ku dan mulai membaca pesan yang tadi dikirimnya.
"Ren,aku minta maaf,tapi benar Ren, tadi nya aku tidak berencana ikut acara touring ini."
"Ren,kamu boleh tidak percaya pada ku.Aku akui aku salah karena tidak bisa menolak paksaan dari Jennika."
"Ren,aku salah aku akan pulang sekarang juga."
"Ren,aku dirumah abang kamu sekarang.Kamu pergi kemana Ren?"
"Ren,kalau kamu sudah pulang tolong kabari aku ya ren."
Aku membaca semua pesannya namun tidak berniat membalas nya.Dia beralasan dipaksa oleh Jennika,tapi dia tidak menolaknya.Dasar laki-laki munafik.
Kulemparkan ponsel ku keatas ranjang.Aku memilih untuk mandi,badan ku terasa lengket karena seharian ini bermain game.
Selesai mandi kuraih ponselku dan mulai mengirim pesan kepada Dimas.
"Bagaimana aku bisa menyalahkan perasaanmu yang masih terikat dengan Jennika.Aku yang terburu-buru.Lagi pula kita juga nggak seserius ini dengan hubungan ini.Kemarin kita hanya ingin mencoba."
Seperti nya Maliq benar,aku harus mengakhiri sebelum semua nya menjadi semakin tidak terkendali.Sebelum rasa cinta dan sayang ini semakin dalam.
Tidak menunggu lama,Pak Dimas langsung membalas pesan ku.
"Ren,kamu sudah pulang ya?tadi kamu kemana? Tadi aku tanya sama abang kamu,dia juga nggak tahu kamu kemana."
Aku tidak berniat membalas pesannya lagi.Tapi tidak berapa lama sebuah pesan masuk di ponsel ku.
"Oke ren,kamu harus istirahat sekarang.Besok baru kita bahasa masalah ini.goodnight." Aku hanya menyebikkan bibir ku membaca pesan dari nya.
__ADS_1
Setelah kuletakkan ponsel di nakas aku memilih memejamkan mataku.
Keesokan hari nya pukul 06.30 aku sudah sampai dia kantor pusat kota R.Ku lihat Pak Wiryo berdiri disamping mobil.Aku menyapanya seperti biasa.
"Pagi..Pak Wiryo..sudah mau berangkat ya?"
"Iya Ren,lagi nunggu Pak Dimas masih ke toilet sebentar." Setelah berbicara Pak Wiryo kemudian masuk,dan mulai menghidupkan mesin mobil.
Aku pun memilih masuk ke mobil,namun aku sedikit terkejut melihat seorang lelaki muda sudah duduk di dalam mobil.Dia tersenyum kepadaku.Kulitnya putih dan mata nya sedikit sipit.Aku membalas senyumannya kemudian duduk disebelah nya.
Tidak berapa lama Pak Dimas masuk ke dalam mobil.Dia langsung memperkenlkan lelaki yang duduk disebelah ku.
"O iya,Ren kenalin ini Rendy,dia kasir baru di kantor cabang kita."Aku mengulurkan tangan ku dia pun langsung menyambut nya.
Pak Dimas juga mengatakan kalau Rendy dan aku seumuran.
Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam.Pak Dimas sesekali menoleh ke arah ku.Perjalanan terasa sepi.Pak Wiryo berinisiatif memutar musik untuk memecah kesunyian diantara kami.Pak wiryo memutar lagu India kesukaannya.Sambil menyetir mobil dia sesekali bergoyang,aku hanya tersenyum melihat nya.
"Pak,ganti saja lagu nya.Nanti bapak tidak konsentrasi nyetir nya keasyikan bergoyang." Pak Dimas protes dan langsung mengganti lagu nya.Pak Wiryo tidak berani membantah.Tidak berapa lama terdengar lagu nothing's gonna change my love for you versi westlife.Suasana di mobil mendadak hening.
Aku jadi mengantuk,beberapa kali aku menguap.Pak Dimas yang melihat aku menguap langsung berkomentar.
"Lagu nya buat ngantuk,mending lagu india yang tadi."Aku hanya menjawab asal.
Pak Dimas tersenyum melihatku.Aku hanya membuang pandanganku keluar jendela.Dia yang duduk disebelah Pak Wiryo,kemudian mengganti lagu nya dengan lagu India yang tadi diputar Pak Wiryo.
Aku yang sudah terlanjur mengantuk memilih tidur sepanjang perjalanan.
Aku terbangun ketika Pak Dimas dengan lembut menepuk-nepuk pipi ku.
"Shareen..bangun kita sudah sampai."Aku membuka mataku dengan sedikit berat.Ku lihat dia tersenyum melihat ku.
"Manis sekali." Aku bergumam pelan.Tiba-tiba dia mencubit hidung ku.
"Aduh..!" Hidung ku sedikit memerah.
"Koq dicubit sih." Aku protes sambil mengerucutkan bibir ku.
"Habis aku gemes lihat kamu." Setelah mengatakan itu,Pak Dimas langsung berlalu masuk kedalam kantor.
__ADS_1
Setelah ini aku bisa memastikan bahwa kami akan kembali seperti semula.Aku memang tidak pernah bisa benar-benar marah padanya,apalagi sampai membenci nya.Aku menarik nafas panjang kemudian menghembuskannya.Segera beranjak keluar dari mobil dan masuk kekantor.
Baru saja aku duduk,Kak Karina langsung mendekati ku.
"Berita besar tidak berniat memberitahuku.Benar-benar keterlaluan."Dahi ku mengernyit mendengar ucapannya.
"Berita apa?" Aku bertanya padanya.
"Hmmm...jangan pura-pura lagi,Merryana sudah menceritakan semuanya."Dasar Merryana,aku sekarang jadi punya alasan untuk membatalkan janji mentraktir nya.
"Cerita nya panjang,nanti aku ceritakan."Kak karina hanya menyebikkan bibir nya lalu pergi kembali kemejanya.
Istirahat makan siang,Pak Dimas mengajak ku makan bersama di lantai dua.Ketika aku naik keatas,ku lihat di meja makan sudah tersedia beberapa jenis makanan.Aku tidak tahu kapan dia menyiapkan ini semua.
"Apa hari ini ada makan besar?" Aku bergumam dalam hati.
Pak Dimas yang sudah duduk terlebih dahulu mempersilahkan aku untuk duduk dan makan.Ada sup daging sapi,ikan gurami bakar,cah kangkung,dan cumi-cumi asam manis.Dia bahkan pintar sekali dengan trik makanan untuk mendapatkan kata maaf dariku.
"Kenapa tidak dimakan Ren?Tidak suka ya?" Dia bertanya ketika aku hanya diam dan memandang semua makanan dimeja.
"suka dan aku pasti makan semua makanan ini.Tapi bukan berarti aku sudah memaafkan bapak." Dia hanya tersenyum dan menyuruh ku segera makan.
"Iya urusan maaf memaafkan nanti kita bahas.Sekarang makan dulu,nanti keburu semua nya dingin jadi nggak enak."
Aku menghabiskan setengah makanan yang ada di meja.Bahkan cumi-cumi asam manis nya,Pak Dimas menyuruh ku untuk menghabiskan.
"Aduh kenyang sekali gimana ini?" Aku mengelus perut ku yang kurasa membengkak sambil duduk bersandar di kursi.
Pak Dimas yang masih makan dengan perlahan hanya tersenyum melihatku.
"Kenapa bapak kemarin membohongiku?" Aku mulai menginterogasi nya.
"Saya tidak berbohong,saya memang ada pekerjaan kemarin." Dia masih mencoba membela diri.
"Pak Dim lebih memilih pergi dengan Jennika daripada pergi dengan ku.Jahat sekali bapak."
"Saya sudah minta maaf kemarin.Jangan diperpanjang lagi ya." Pak Dimas memandangku dengan tatapan yang sangat menggemaskan.Pertama kali nya dia melakukan ini.Dan aku benar-benar merasa bodoh.
"Ish.."Aku menghela nafas kemudian membuang muka.Pak Dimas beranjak dari kursi nya dan mendekatiku,dia mengacak rambut ku dengan gemas.
__ADS_1
Maaf Maliq aku masih ingin mencobanya sekali lagi.